<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Edwin Dianto</title>
	<atom:link href="http://edwindianto.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://edwindianto.wordpress.com</link>
	<description>coming from behind</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Nov 2011 11:54:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='edwindianto.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/59673207f2383531d2e066e1374b312e?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Edwin Dianto</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://edwindianto.wordpress.com/osd.xml" title="Edwin Dianto" />
	<atom:link rel='hub' href='http://edwindianto.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tidak Ada yang Aman</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com/2011/11/16/tidak-ada-yang-aman/</link>
		<comments>http://edwindianto.wordpress.com/2011/11/16/tidak-ada-yang-aman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 11:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edwin Dianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivibrasi]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwindianto.wordpress.com/?p=1211</guid>
		<description><![CDATA[Awal bulan Juni tahun 2009 yang lalu, raksasa otomotif asal Amerika, General Motors (GM) dinyatakan bangkrut. Krisis finansial yang membelit Amerika akhirnya membuat GM menyerah dan terpaksa menyatakan dirinya pailit, seperti yang sudah dialami oleh Lehman Brothers, perusahaan raksasa di bidang keuangan, beberapa waktu sebelumnya. Dari bangkrutnya GM dan Lehman Brothers, kita bisa menarik pelajaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1211&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awal bulan Juni tahun 2009 yang lalu, raksasa otomotif asal Amerika, General Motors (GM) dinyatakan bangkrut. Krisis finansial yang membelit Amerika akhirnya membuat GM menyerah dan terpaksa menyatakan dirinya pailit, seperti yang sudah dialami oleh Lehman Brothers, perusahaan raksasa di bidang keuangan, beberapa waktu sebelumnya.</p>
<p>Dari bangkrutnya GM dan Lehman Brothers, kita bisa menarik pelajaran bahwa tidak ada yang betul-betul aman di dunia ini. Bayangkan, bila perusahaan sekelas mereka bisa runtuh apalagi perusahaan yang lebih kecil. Bukannya menakut-nakuti, hanya mengingatkan supaya kita tetap waspada dan mawas diri.</p>
<p>Saya jadi teringat dengan seorang teman saya beberapa waktu yang lalu. Saat itu dia menolak tawaran saya untuk berwirausaha karena dia merasa sudah aman bekerja di sebuah perusahaan yang menurutnya cukup besar. Dia tidak mau susah-susah merintis bisnis dengan saya karena sudah merasa nyaman dengan posisinya sekarang. Dia merasa masa depannya sudah terjamin dan perusahaan tempatnya bekerja tidak mungkin bangkrut.</p>
<p>Anda mungkin ingat dengan kapal Titanic. Kapal yang diciptakan “tidak mungkin” tenggelam itu, ternyata harus “menyerah” gara-gara menabrak gunung es yang tidak terlihat di tengah lautan. Problem yang berbahaya memang problem yang tidak terlihat dan tidak terduga sebelumnya.</p>
<p>Oleh karena itu, apa pun profesi Anda saat ini, ada baiknya Anda menyiapkan sebuah sekoci penyelamat. Sekedar untuk berjaga-jaga jika “kapal” yang Anda tumpangi tenggelam sewaktu-waktu. Ingat, kapal secanggih (kala itu) Titanic pun bisa tenggelam. Tidak ada yang aman di dunia ini, terutama bila Anda masih bekerja sebagai orang gajian. Saya tahu, ini memang sebuah kabar buruk bagi Anda yang mendambakan keamanan.</p>
<p>Memang, tidak ada yang salah bekerja sebagai karyawan, sepanjang perusahaan dimana Anda bekerja masih tegak berdiri. Tetapi, tidakkah Anda berpikir bahwa suatu saat “Titanic Tragedy” juga bisa menimpa kapal yang Anda naiki? Karena itu, “sekoci penyelamat” sangat mutlak Anda perlukan. Dan Saudara-Saudara, sekoci penyelamat itu adalah wirausaha alias entrepreneurship.</p>
<p>Banyak orang berpikir bahwa berwirausaha itu sulit dan butuh modal besar. Berita baiknya, pandangan seperti itu adalah pandangan yang salah. Becoming an entrepreneur is easy! Menjadi seorang wirausahawan itu ternyata mudah! Tidak percaya?</p>
<p>Mungkin Anda berpikir bahwa berwirausaha itu harus membangun sebuah perusahaan sekelas GM atau sebesar perusahaan saat ini Anda bekerja. Anda salah! Berwirausaha bisa dimulai dari hal-hal yang kecil. Dari yang kecil itu, bila Anda tekuni, akan menjadi suatu yang besar. Banyak cara untuk memulai usaha kecil-kecilan (yang nantinya akan menjadi besar).</p>
<p>Berikut ini adalah beberapa bidang usaha yang bisa Anda pilih sebagai “sekoci penyelamat” di saat krisis:<br />
Pembawa acara (bagi yang suka cuap-cuap di depan umum),<br />
Penulis/blogger (mungkin bisa jadi the next Raditya Dika),<br />
Makelar (broker, istilah kerennya, ada broker property, broker saham, broker valas, dll),<br />
Sales (apa aja bisa dijual, asal jangan jual diri :p),<br />
Agen penjualan/marketing (ada agen asuransi, agen property, dsb),<br />
Distributor MLM (sangat direkomendasikan, karena modalnya minimal, tapi potensinya sangat luar biasa, dan menurut survey, ini adalah profesi termahal di Indonesia).<br />
Masih kurang? </p>
<p>Ada banyak alternatif lainnya:<br />
Tukang cuci mobil/motor (kenapa harus gengsi?),<br />
Pemilik perangkat multimedia (saat ini banyak seminar-seminar yang membutuhkan multimedia),<br />
Tukang sablon (apalagi kalo lagi musim pemilu),<br />
Pemilik lahan parkir (mungkin punya lahan ngganggur),<br />
Pemilik tempat kost (terutama di daerah kampus),<br />
Pemilik warnet (manfaatkan demam facebook dan twitter),<br />
Tukang isi ulang pulsa hp (puluhan juta orang saat ini menggunakan hp),<br />
Fotografer (bagi yang hobby ceprat-cepret),<br />
Komikus/kartunis (yang hobby corat-coret),<br />
Tukang cukur rambut (bisa buka di bawah pohon kalau masih belum punya tempat),<br />
Pembuat website/situs jejaring sosial (mungkin bisa mengikuti jejak Mark Zuckerberg, kreatornya Facebook, usianya masih 20-an tahun),<br />
Bisnis seminar &amp; motivator (seperti Andrie Wongso),<br />
Bisnis property (bisnis ini akan selalu bernilai besar karena Tuhan tidak menciptakan tanah yang baru, kalau tidak percaya, tanya sama Donald Trump),<br />
Bisnis publishing/penerbitan (apalagi kalau buku yang diterbitkan bisa meledak seperti Laskar Pelangi),<br />
Bisnis pendidikan finansial (ingin meniru Robert T. Kiyosaki?),<br />
Bisnis investasi (meskipun saat ini pasar sedang lesu, tapi badai pasti berlalu),<br />
Pengamat kuliner (yang hobby makan bisa mengikuti jejak Bondan “mak nyus” Winarno),<br />
Juru masak (seperti William Wongso atau Farah Quinn),<br />
Pemilik restoran/gerai makanan (yang muda-muda bisa mengikuti jejak Hendy “Kebab Baba Rafi” Setiono),<br />
Pelawak (mau tahu berapa penghasilannya Tukul Arwana?),<br />
Penyanyi (Delon-Delon baru?),<br />
Caleg (asal tahan stress dan kuat mental supaya tidak gila kalau gagal),<br />
dan masih buanyak lagi. </p>
<p>Pokoknya, selama tidak berdosa, LAKUKAN! (meminjam motto-nya Julianto Eka Putra, billionaire muda, pengusaha, penulis dan motivator terkenal dari Surabaya).</p>
<p>Satu yang pasti, sedia payung sebelum hujan. Siapkan sekoci sebelum kapal tenggelam. Lakukan sekarang juga selagi masih ada kesempatan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwindianto.wordpress.com/1211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwindianto.wordpress.com/1211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwindianto.wordpress.com/1211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwindianto.wordpress.com/1211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwindianto.wordpress.com/1211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwindianto.wordpress.com/1211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwindianto.wordpress.com/1211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwindianto.wordpress.com/1211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwindianto.wordpress.com/1211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwindianto.wordpress.com/1211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwindianto.wordpress.com/1211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwindianto.wordpress.com/1211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwindianto.wordpress.com/1211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwindianto.wordpress.com/1211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1211&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwindianto.wordpress.com/2011/11/16/tidak-ada-yang-aman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7f4223adde0a0797f027ce0fd342dfa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nyonya Tua</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>To Finish First, You Must First Finish</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com/2011/11/14/to-finish-first-you-must-first-finish/</link>
		<comments>http://edwindianto.wordpress.com/2011/11/14/to-finish-first-you-must-first-finish/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 12:39:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edwin Dianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivibrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jenson Button]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwindianto.wordpress.com/?p=1207</guid>
		<description><![CDATA[Bagi seorang pembalap, memenangkan lomba adalah tujuan utamanya. Untuk bisa memenangkan lomba, seorang pembalap harus mencapai garis finish terlebih dahulu dibandingkan pembalap-pembalap lainnya. Sederhana sekali. Bila memenangkan lomba sangat sederhana, kenapa banyak pembalap yang tidak bisa melakukannya? Jawabannya: Mencapai garis finish terlebih dahulu memang sederhana, tetapi yang sulit adalah terus membalap puluhan lap (putaran) dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1207&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi seorang pembalap, memenangkan lomba adalah tujuan utamanya. Untuk bisa memenangkan lomba, seorang pembalap harus mencapai garis finish terlebih dahulu dibandingkan pembalap-pembalap lainnya. Sederhana sekali.</p>
<p>Bila memenangkan lomba sangat sederhana, kenapa banyak pembalap yang tidak bisa melakukannya? Jawabannya: Mencapai garis finish terlebih dahulu memang sederhana, tetapi yang sulit adalah terus membalap puluhan lap (putaran) dengan konsisten untuk menyelesaikan lomba. </p>
<p>Bukanlah suatu pekerjaan sederhana untuk tetap fokus dan berkonsentrasi berjam-jam dalam menyelesaikan suatu lomba. Seorang pembalap dituntut untuk tidak membuat kesalahan sekecil apa pun saat lomba. Bila lengah satu detik saja, nyawa adalah taruhannya. Kesalahan-kesalahan hanya boleh dilakukan saat simulasi lomba (biasanya menggunakan program komputer mirip video game). Di sana, para pembalap bisa menabrakkan mobil berkali-kali tanpa takut kehilangan nyawa.</p>
<p>Seseorang bernama Jenson Button, tahun 2009 yang lalu, sudah membuktikannya. Dalam ajang balap mobil F1, pembalap yang waktu itu membela tim Brawn-GP berhasil menjadi juara dunia untuk pertama kalinya. Sebuah prestasi yang dihasilkan berkat kerja keras, fokus, dan konsistensi. </p>
<p>Bagi Jenson Button, prinsip yang berlaku adalah: To finish first, you must first finish. Untuk mencapai garis finish pertama kali, terlebih dahulu Anda harus mampu menyelesaikan lomba. Jadi, tidak ada artinya bila Anda membalap dengan cepat, lalu tiba-tiba mobil Anda ngadat di tengah jalan sebelum Anda menyelesaikan lomba, atau mungkin Anda kehilangan fokus dan menabrakkan mobil saat memimpin lomba. Semuanya menjadi sia-sia belaka.</p>
<p>Demikian juga dalam kehidupan ini, bila Anda mempunyai suatu tujuan, jangan sampai Anda kehilangan fokus dan menabrak “dinding” di tengah jalan. Lebih cepat belum tentu lebih baik kalau Anda “membalap” secara ngawur. Jangan berpikir untuk cepat-cepatan terlebih dahulu, berpikirlah untuk menyelesaikan lombanya. Itu yang paling penting.</p>
<p>Bila Anda saat ini sedang mengejar suatu posisi dalam karir Anda, jangan hanya fokus untuk cepat-cepat mencapai posisi itu, tetapi fokuslah juga bagaimana Anda bisa terus bertahan dalam menyelesaikan PROSES untuk mencapai posisi itu. Banyak sekali orang yang grusa-grusu, ingin cepat, ingin instant, ingin duluan, ingin terlihat hebat karena dia menjadi yang pertama, tetapi hasilnya dia menyerah di tengah jalan. Mobilnya mogok karena terus-terusan digeber sampai lupa mengisi bensin, atau karena terlalu bernafsu, akhirnya lengah dan menabrak dinding pengaman.</p>
<p>Kesimpulannya, kehidupan ini bukan hanya balap adu cepat, tetapi juga adu ketahanan, adu konsistensi, adu konsentrasi, dan harus diselesaikan dalam puluhan lap (putaran), bukan hanya satu lap saja. Jenson Button sudah mengajarkan banyak hal kepada saya. Dan saya harap, Anda juga bisa belajar darinya.</p>
<div id="attachment_1208" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/11/jenson-button-pic-ap-726709707.jpg"><img src="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/11/jenson-button-pic-ap-726709707.jpg?w=604&#038;h=392" alt="" title="jenson-button-pic-ap-726709707" width="604" height="392" class="size-full wp-image-1208" /></a><p class="wp-caption-text">Jenson Button (AP Photo)</p></div>
<p>Sekelumit tentang Jenson Button</p>
<p>Jenson Button adalah seorang pembalap berbakat. Dia mengawali karirnya di F1 tahun 2000. Sayangnya, dia banyak membalap untuk tim-tim kecil dan menengah, bukan tim kaya seperti Ferrari, sehingga bakatnya seperti tersia-siakan.</p>
<p>Bukan itu saja masalah yang dihadapi Jenson Button. Pada musim balap tahun 2009, hampir saja dia pensiun karena tim yang dibelanya, Honda F1 Racing, mengundurkan diri akibat krisis finansial global.</p>
<p>Satu yang saya yakini, Tuhan tidak pernah tinggal diam melihat umatNya yang sudah berusaha. Honda F1 Racing akhirnya dibeli secara patungan oleh konsorsium yang dipimpin mantan karyawannya (Ross Brawn, Direktur Teknik dan Kepala Perancang Honda F1 Racing) dan namanya berubah menjadi Brawn-GP. </p>
<p>Dengan dana yang pas-pasan dan tanpa sponsor, kecuali Virgin Group-nya Richard Branson (karena itu warnaya putih bersih, tidak seperti tim-tim lain yang warna-warni), tim yang saat itu merupakan tim termiskin di F1, melanjutkan perjuangannya di ajang balap mobil paling bergengsi di dunia, F1 Racing. </p>
<p>Jenson Button sendiri tidak jadi pensiun, dia tetap membalap untuk Brawn-GP meskipun gajinya harus dipotong (mungkin termasuk yang paling rendah di antara para pembalap F1 saat itu). Bagi dia, membalap adalah hidupnya. Bahkan, mungkin dia rela tidak dibayar asal bisa tetap membalap di F1.</p>
<p>Saat ini, Jenson Button sudah menjadi seorang juara dunia dan membalap untuk tim besar, McLaren, dan menjadi satu-satunya pembalap yang mampu mengganggu dominasi Sebastian Vettel musim ini. Ketenangannya dalam melahap sirkuit membuatnya lebih unggul daripada Lewis Hamilton yang jauh lebih muda dan lebih berbakat. Musim depan, saya yakin Jenson Button mampu berbuat lebih banyak bersama McLaren.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwindianto.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwindianto.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwindianto.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwindianto.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwindianto.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwindianto.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwindianto.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwindianto.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwindianto.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwindianto.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwindianto.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwindianto.wordpress.com/1207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwindianto.wordpress.com/1207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwindianto.wordpress.com/1207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1207&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwindianto.wordpress.com/2011/11/14/to-finish-first-you-must-first-finish/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7f4223adde0a0797f027ce0fd342dfa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nyonya Tua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/11/jenson-button-pic-ap-726709707.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jenson-button-pic-ap-726709707</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan SEA Games 2011: No Sacrifice, No Victory</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com/2011/11/12/catatan-sea-games-2011-no-sacrifice-no-victory/</link>
		<comments>http://edwindianto.wordpress.com/2011/11/12/catatan-sea-games-2011-no-sacrifice-no-victory/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 14:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edwin Dianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivibrasi]]></category>
		<category><![CDATA[SEA Games]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwindianto.wordpress.com/?p=1203</guid>
		<description><![CDATA[Saya pernah bertanya kepada rekan-rekan saya: maukah Anda selalu mengalah? Rata-rata menjawab: Tidak. Kalau pun harus mengalah, itu karena terpaksa. Saya rasa hal itu sangat wajar, sebab setiap orang pasti ingin menang, bukan? Sudah menjadi kodrat manusia menginginkan kemenangan dalam hidupnya karena setiap manusia adalah seorang pemenang. Yang menjadi pertanyaan, dengan jalan seperti apa kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1203&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah bertanya kepada rekan-rekan saya: maukah Anda selalu mengalah? Rata-rata menjawab: Tidak. Kalau pun harus mengalah, itu karena terpaksa. </p>
<p>Saya rasa hal itu sangat wajar, sebab setiap orang pasti ingin menang, bukan? Sudah menjadi kodrat manusia menginginkan kemenangan dalam hidupnya karena setiap manusia adalah seorang pemenang.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, dengan jalan seperti apa kita meraih kemenangan tersebut? Banyak orang menghalalkan segala cara demi mencuri kemenangan. Banyak orang yang tidak jujur dalam mengejar kemenangannya. Banyak orang ingin menang secara instant, tanpa melalui proses terlebih dahulu. Menurut saya, mereka semua bukanlah pemenang sesungguhnya. Mereka adalah pecundang yang mencuri medali kemenangan.</p>
<p>Ada seorang pemuda yang hobby berenang, tetapi dia menderita alergi klor (bahan untuk menjernihkan air kolam renang). Penyakit yang dideritanya tersebut tidak membuat dia menyerah dalam mengejar impian menjadi seorang perenang top dunia. Dia mengorbankan dirinya dengan menahan rasa sakit setiap kali berlatih renang. Malah, hal itu membuatnya berenang secepat mungkin agar tak terlalu lama bersentuhan dengan air. Pemuda itu bernama Ian Thorpe, pemenang lima medali emas Olimpiade. </p>
<p>Ada lagi seorang anak kecil yang didiagnosis kekurangan hormon pertumbuhan. Penyakit itu sempat membuatnya patah semangat. Karena ingat akan cita-citanya menjadi pemain sepak bola terbaik di dunia, akhirnya dia bangkit dan menjalani hari-harinya dengan terapi hormon untuk menyembuhkan penyakitnya. Sambil menjalani perawatan, dia tidak lupa untuk terus berlatih sepak bola. Hingga sekarang, tinggi badannya “hanya” 169 cm (cukup pendek untuk ukuran pemain sepak bola di Eropa). Anak itu adalah Lionel Messi, pemain sepak bola terbaik di dunia saat ini.</p>
<p>Ian Thorpe dan Lionel Messi adalah pemenang-pemenang sejati. Satu-satunya yang membedakan mereka dengan para pecundang yang bertopeng pemenang adalah: PENGORBANAN. </p>
<p>Di saat orang lain menghabiskan masa mudanya dengan bersenang-senang, mereka mengorbankan dirinya untuk menjalani terapi perawatan penyakitnya dan terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Memang menyakitkan, tetapi itulah pengorbanan yang harus dibayar demi sebuah kemenangan sejati. </p>
<p>&#8220;My pain, my gain,&#8221; kata Ian Thorpe. </p>
<p>Tanpa pengorbanan, tidak ada kemenangan. No sacrifice, no victory.</p>
<p>Selamat bertanding di SEA Games 2011.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwindianto.wordpress.com/1203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwindianto.wordpress.com/1203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwindianto.wordpress.com/1203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwindianto.wordpress.com/1203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwindianto.wordpress.com/1203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwindianto.wordpress.com/1203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwindianto.wordpress.com/1203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwindianto.wordpress.com/1203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwindianto.wordpress.com/1203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwindianto.wordpress.com/1203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwindianto.wordpress.com/1203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwindianto.wordpress.com/1203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwindianto.wordpress.com/1203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwindianto.wordpress.com/1203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1203&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwindianto.wordpress.com/2011/11/12/catatan-sea-games-2011-no-sacrifice-no-victory/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7f4223adde0a0797f027ce0fd342dfa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nyonya Tua</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Pembalap Kembali Berguguran di Lintasan: Kadang, Tragedi Justru Dongkrak Popularitas</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/26/ketika-pembalap-kembali-berguguran-di-lintasan-kadang-tragedi-justru-dongkrak-popularitas/</link>
		<comments>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/26/ketika-pembalap-kembali-berguguran-di-lintasan-kadang-tragedi-justru-dongkrak-popularitas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Oct 2011 12:52:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edwin Dianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Marco Simoncelli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwindianto.wordpress.com/?p=1187</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, dunia motorsport sedang berduka. Mungkin, inilah saat terkelam dalam dunia balap sejak tewasnya Ayrton Senna tahun 1994 yang lalu. Dalam tempo hanya seminggu, dua pembalap hebat, Dan Wheldon dan Marco Simoncelli, kehilangan nyawa di lintasan balap yang sangat dicintainya. Apa pelajaran yang bisa dipetik dari tragedi tersebut? Berikut ini adalah ulasan Azrul Ananda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1187&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, dunia motorsport sedang berduka. Mungkin, inilah saat terkelam dalam dunia balap sejak tewasnya Ayrton Senna tahun 1994 yang lalu. Dalam tempo hanya seminggu, dua pembalap hebat, Dan Wheldon dan Marco Simoncelli, kehilangan nyawa di lintasan balap yang sangat dicintainya. Apa pelajaran yang bisa dipetik dari tragedi tersebut? Berikut ini adalah ulasan Azrul Ananda yang dimuat di Jawa Pos, edisi Rabu, 26 Oktober 2011.</p>
<p>Ketika Pembalap Kembali Berguguran di Lintasan: Kadang, Tragedi Justru Dongkrak Popularitas</p>
<p>Dua minggu, dua pembalap hebat tewas di lintasan. Juara IndyCar Dan Wheldon dan bintang muda MotoGP Marco Simoncelli. Karena jam tak bisa diputar balik, manfaatnya baru akan terasa di masa mendatang. </p>
<p>Catatan AZRUL ANANDA</p>
<p>DUA berita menggemparkan mewarnai arena balap dalam dua pekan. Dan Wheldon, pembalap senior Inggris mantan juara IndyCar dan lomba Indy 500, tewas saat berlomba di sirkuit oval di Las Vegas. </p>
<p>Berita Wheldon mungkin tak terlalu menghebohkan di Asia, mengingat popularitas IndyCar tak terlalu besar di sini. Tapi, di Amerika dan Eropa, dampaknya sangat terasa. Wheldon tewas setelah tak mampu menghindari “tabrakan massal“ yang pada akhirnya melibatkan 15 mobil.</p>
<p>Mobilnya terlontar dari sisi dalam lintasan ke sisi luar, menghantam pagar pengaman yang memisahkan lintasan dengan tribun. </p>
<p>Walau mobil IndyCar punya tingkat ke selamatan sangat tinggi (lebih ketat dari Formula 1 karena membalap di lintasan oval yang lebih cepat), Wheldon tetap apes. Bagian roll hoop (bagian atas mobil tepat di belakang kepala pembalap) hancur, membuat kepala Wheldon ikut menghantam pagar.</p>
<p>Tanpa menunggu lama, penggemar balap di Asia, khususnya Indonesia, dihebohkan oleh tewasnya Marco Simoncelli di Sirkuit Sepang, saat MotoGP Malaysia Minggu lalu (23/10). </p>
<p>Simoncelli terjatuh di putaran kedua lomba, tertindih motor sendiri (Honda Gresini) dan terseret menyeberangi lintasan dari kiri ke kanan. Colin Edwards (Tech 3 Yamaha) dan Valentino Rossi (Ducati) tak kuasa menghindar, menghantam badan dan kepala “SuperSic“ sampai helmnya terpental. </p>
<p>Bisakah kedua kecelakaan ini diantisipasi? Antara ya dan tidak. IndyCar dan MotoGP merupakan dua seri sangat bergengsi, sangat profesional. Segalanya sudah disiapkan untuk meminimalisasi risiko pembalap. </p>
<p>Di IndyCar, bobot mobil dibuat berat, supaya bisa menahan benturan lebih baik untuk melindungi pembalap. Bahkan, untuk 2012 dan selanjutnya, IndyCar sudah menyiapkan mobil baru buatan Dallara yang akan meningkatkan tingkat keselamatan pembalap. Bagian utama mobil itu (kokpit dan sekitar) disebut sebagai “safety cell“. Bagian ban yang terbuka juga sedikit ditutupi sayap dan bodi, mengurangi kemungkinan ban terbuka bersentuhan dengan ban terbuka dari mobil lain. Mobil itu sudah menjalani serangkaian uji coba, dan wajib dipakai mulai musim 2012. Ironisnya, selama ini yang menguji mobil itu adalah Dan Wheldon sendiri… </p>
<p>Bayangkan seandainya di Las Vegas IndyCar sudah pakai sasis baru. Mungkin Wheldon sekarang masih bisa mengomentari kecelakaan massal tersebut. Sekarang, Wheldon tak bisa lagi menikmati mobil hasil kerja kerasnya tersebut. </p>
<p>Pihak IndyCar kini sedang bekerja keras mengevaluasi kecelakaan, untuk mempelajari lagi bagaimana cara terus meningkatkan safety. “Ini kecelakaan tragis, IndyCar harus memahami segala hal yang terjadi,“ tandas CEO IndyCar Randy Bernard.</p>
<p>Sementara itu, balap motor sangat beda dengan mobil. Kalau balap mobil, pembalap tidak boleh terlontar keluar, dan harus dilindungi oleh kokpit yang luar biasa. Kalau balap motor, pembalap harus sangat aman ketika terjatuh atau terlontar dari motor. </p>
<p>Pada 2003, di Suzuka, Jepang, Daijiro Katoh (atau Kato, sama saja tulisan Jepangnya) melebar keluar lintasan dan menabrak pagar pengaman. Sejak 2003, masalah itu tidak ada lagi. Semua sirkuit sekarang sudah punya run-off area (kawasan untuk melebar) yang luas dan jauh dari pagar. </p>
<p>Yang tidak bisa diperbuat lebih banyak lagi, adalah ketika pembalap terjatuh dan dihantam motor lain. Dua korban terakhir grand prix motor kejadiannya mirip. Tomizawa (Moto2 tahun lalu) dan Simoncelli sama-sama tewas setelah ditabrak pembalap lain dengan kecepatan sangat tinggi. </p>
<p>Kalau sudah begini, ya memang sudah nasib. Giacomo Agostini, mantan juara dunia grand prix motor 15 kali (di berbagai kelas) menegaskan itu. “Percuma bicara soal safety dan perlindungan pembalap karena untuk (kasus Simoncelli) sudah banyak yang diupayakan,“ ujarnya. </p>
<p>“Di zaman saya dulu, kami membalap pakai helm kecil, baju tipis, dan sirkuit yang dikelilingi tembok, pohon, dan pagar. Waktu itu situasinya hopeless. Ada banyak sekali kecelakaan dan banyak rekan saya yang meninggal,“ tuturnya. </p>
<p>“Sekarang, sirkuit sangat aman. Ada banyak kawasan run-off, bajunya sangat aman, helmnya full face. Bahkan ada airbag dari Dainese untuk melindungi punggung, bahu, dan kepala. Sudah ada banyak perlindungan. Tapi ketika dua motor berbobot 150 kilo menabrak kita dengan kecepatan 150 km per jam, tidak akan ada yang bisa melindungi kita dari itu,“ lanjutnya. </p>
<p>Entah apa yang akan dilakukan MotoGP untuk memperbaiki lagi tingkat keselamatan pembalap. Apalagi, tragedi ini terjadi di saat “krisis“. MotoGP sedang minim peserta dan kesulitan mempertahankan atau menambah jumlah peserta untuk 2012…</p>
<p>Terakhir kali ada tahun supersedih seperti ini di arena balap adalah 1994. Ketika juara dunia tiga kali Formula 1, Ayrton Senna, tewas di Grand Prix San Marino, di Sirkuit Imola. Menariknya, film berjudul Senna, dokumenter tentang sang pembalap yang menang festival film bergengsi Sundance, juga beredar di seluruh dunia tahun 2011 ini. </p>
<p>Saya baru belakangan ini bisa menikmati film tersebut. Dan film itu memang brilian. Anda tidak harus suka balap untuk menikmatinya, untuk menangis di penghujung ceritanya. Itu kisah manusia yang luar biasa, yang bisa menginspirasi sekaligus membuat kita lebih apresiatif terhadap kemanusiaan. Saya tidak mau cerita seperti apa, silakan tonton sendiri (DVD bajakannya ada kok, tapi bukan berarti saya mendukung pembajakan lho!). </p>
<p>Tewasnya Senna dulu membuat F1 bekerja keras meningkatkan safety. Syukur, sampai sekarang belum ada lagi pembalap yang tewas di arena F1 (meski ada pengawas lintasan yang tewas kena serpihan ban beberapa tahun lalu). Dan dampak lain: Tewasnya Senna memberi F1 eksposure media yang belum pernah didapat sebelumnya. Membuat popularitas F1 menjulang tinggi, mendorong hingga puncaknya ketika zaman kesuksesan Michael Schumacher dan Mika Hakkinen di penghujung 1990-an dan awal 2000-an.</p>
<p>Tewasnya Wheldon dan Simoncelli, mungkin, bisa memberi dampak serupa kepada masing-masing seri. MotoGP, sebelum tewasnya Simoncelli, tergolong sedang minim kehebohan. Kejuaraan dunia berlangsung relatif boring dengan dominasi Casey Stoner. Plus seperti sudah disebut: Krisis peserta. IndyCar? Pada 1990-an, seri ini sempat mengancam popularitas F1 secara global. Belakangan, seri ini juga berkutat meraih popularitas. Dengan berita tewasnya Wheldon, seorang bintang, IndyCar pun kembali mendapat sorotan global. </p>
<p>Mungkin apa yang saya tulis setelah ini bisa dianggap kurang sensitif. Jadi maaf kalau Anda tersinggung. Tapi, dengan tewas di arena yang mereka cintai saat berlomba, kedua pembalap itu telah memberikan kontribusi luar biasa untuk mendongkrak seri balap masing-masing.</p>
<p>Kutipan terbaik pasca tewasnya Simoncelli, muncul dari sang ibu sendiri, Rosella, saat dikunjungi puluhan orang di kediaman keluarga di Coriano, Italia. Melihat banyak penggemar Simoncelli menangis, Rosella justru sangat tegar.“Non piangete, non piangete per lui. Marco non avrebbe mai voluto vedervi piangere.” (Jangan menangis. Jangan menangis untuk dia. Marco tak akan pernah ingin melihat kalian menangis). </p>
<p>Sebagai penggemar balap, kita semua tentu tak ingin melihat ada lagi korban di lintasan. Tapi kadang sebuah seri balap butuh sebuah tra gedi untuk mendongkrak lagi popularitas dan memacu pertumbuhan… (*)</p>
<div id="attachment_1188" class="wp-caption aligncenter" style="width: 326px"><a href="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/514436-marco-simoncelli-ruben-yap-afp.jpg"><img src="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/514436-marco-simoncelli-ruben-yap-afp.jpg?w=604" alt="" title="514436-marco-simoncelli"   class="size-full wp-image-1188" /></a><p class="wp-caption-text">Marco Simoncelli merayakan prestasi tertingginya pada ajang MotoGP sebagai runner-up di Australian GP, seminggu sebelum tewas. Ciao, SuperSic! (AFP Photo/Ruben Yap)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwindianto.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwindianto.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwindianto.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwindianto.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwindianto.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwindianto.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwindianto.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwindianto.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwindianto.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwindianto.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwindianto.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwindianto.wordpress.com/1187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwindianto.wordpress.com/1187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwindianto.wordpress.com/1187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1187&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/26/ketika-pembalap-kembali-berguguran-di-lintasan-kadang-tragedi-justru-dongkrak-popularitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7f4223adde0a0797f027ce0fd342dfa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nyonya Tua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/514436-marco-simoncelli-ruben-yap-afp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">514436-marco-simoncelli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lorenzo Insigne, Calon Fantasista Baru</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/20/lorenzo-insigne-calon-fantasista-baru/</link>
		<comments>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/20/lorenzo-insigne-calon-fantasista-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 12:54:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edwin Dianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Football]]></category>
		<category><![CDATA[Lorenzo Insigne]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwindianto.wordpress.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[Sejak era Roberto Baggio, Gianfranco Zola, Alessandro Del Piero, Francesco Totti, Andrea Pirlo, hingga Antonio Cassano, sepakbola Italia tidak bisa dilepaskan dari sosok fantasista, yaitu seorang pemain yang mempunyai skill hebat dan mampu mempengaruhi jalannya pertandingan berkat aksi-aksi briliannya di lapangan bola. Biasanya, seorang fantasista menempati posisi sebagai trequartista atau second striker. Saat ini, tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1182&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak era Roberto Baggio, Gianfranco Zola, Alessandro Del Piero, Francesco Totti, Andrea Pirlo, hingga Antonio Cassano, sepakbola Italia tidak bisa dilepaskan dari sosok fantasista, yaitu seorang pemain yang mempunyai skill hebat dan mampu mempengaruhi jalannya pertandingan berkat aksi-aksi briliannya di lapangan bola. Biasanya, seorang fantasista menempati posisi sebagai trequartista atau second striker.</p>
<p>Saat ini, tidak banyak pemain yang bisa dikategorikan sebagai seorang fantasista. Antonio Cassano, diakui banyak pengamat sebagai fantasista terakhir yang dimiliki oleh Italia. Setelah Del Piero, Totti, dan Pirlo dimakan usia, tidak ada pemain lain yang mempunyai skill hebat seperti mereka, kecuali Cassano. Dan Cassano sendiripun sebenarnya tidak lagi muda. Usianya sudah mendekati 30 tahun. Praktis, publik Italia, dan saya, menunggu lahirnya fantasista baru yang kelak bisa menggantikan Cassano.</p>
<p>Beberapa tahun yang lalu, Giuseppe Rossi dan Sebastian Giovinco disebut-sebut sebagai calon fantasista baru. Tapi, melihat perkembangannya, menurut saya, mereka berdua masih belum layak untuk menyandang gelar tersebut. Rossi dan Giovinco memang pemain yang bagus, tapi mereka belum menunjukkan aksi-aksi individual yang spektakuler. Masih jauh kalau dibandingkan dengan Cassano, apalagi dengan Baggio, Del Piero, maupun Totti dan Pirlo di masa jayanya.</p>
<p>Di tengah langkanya fantasista tersebut, publik bola Italia pun mulai khawatir. Akankah Gli Azzurri melewatkan satu dekade ke depan tanpa lahirnya fantasista baru? Mungkin tidak. Saat ini, ada satu pemain muda yang menarik perhatian saya dan banyak pengamat bola di Italia, yaitu Lorenzo Insigne.</p>
<p>Insigne, bocah berusia 20 tahun ini adalah pemain muda produk tim junior Napoli. Dia sedang dipinjamkan ke klub Pescara di Serie B dan dilatih oleh maestro sepakbola menyerang, Zdenek Zeman. Insigne menjadi trequartista yang sangat diandalkan oleh Zeman. Di Pescara, dia menjadi tandem bagi Ciro Immobile, striker muda milik Juventus yang juga sedang menjalani masa peminjaman. </p>
<p>Insigne, sekarang ini juga menjadi pemilik nomor punggung 10 di tim nasional Italia U-21 yang dilatih oleh Ciro Ferrara. Dia menjalani debut bersama Gli Azzurrini tanggal 6 Oktober 2011 di ajang Euro U-21 Qualifiers melawan Liechtenstein. Hebatnya, dia langsung mencetak dua gol saat itu.</p>
<p>Banyak pengamat yang menjuluki Insigne sebagai “The Italian Messi “ karena memiliki gaya bermain dan postur tubuh kecil mirip dewa sepakbola asal Argentina tersebut. Tinggi badannya pun tidak beda jauh dengan Messi. Insigne 1,64 meter, sedangkan Messi 1,69 meter. Yang sedikit membedakan adalah fisik Insigne terlihat lebih berotot daripada Messi yang kurus. Sekilas, tampilannya lebih mirip si Atomic Ant, Sebastian Giovinco.</p>
<p>Satu hal yang bisa menghambat perkembangan Insigne, saat ini dia belum bisa menunjukkan kemampuan secara maksimal karena hanya bermain di Serie B. Padahal, secara skill, sebenarnya dia tidak kalah dengan pemain-pemain muda yang saat ini menghiasi Serie A, seperti misalnya Gabriel Torje, The Romanian Messi milik Udinese. Berkubang terlalu lama di Serie B hanya akan mematikan potensinya. Insigne layak mendapatkan panggung yang lebih menantang, yaitu Serie A.</p>
<p>Saya berharap, bulan Januari nanti, atau minimal awal musim depan, Napoli menarik pulang Insigne dan memberinya kepercayaan untuk tampil bersama tim kampung halamannya tersebut. Bahkan, menurut Zeman, Insigne sudah sangat layak bermain di tim inti Napoli. Insigne bisa menjadi pengganti Ezequiel Lavezzi atau Marek Hamsik yang kemungkinan bakal hengkang musim depan.</p>
<p>Saat ini, pecinta sepakbola Italia hanya bisa menanti, apakah Insigne akan benar-benar menjadi fantasista sejati atau hanya “calon fantasista” selamanya, seperti Giuseppe Signori, Benito Carbone, Enrico Chiesa, Tomas Locatelli, Stefano Fiore, dan Antonio Di Natale. Hanya waktu dan Insigne sendiri yang bisa menjawab.</p>
<div id="attachment_1183" class="wp-caption aligncenter" style="width: 580px"><a href="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/lorenzo-insigne-147810hp2.jpg"><img class="size-full wp-image-1183" title="lorenzo insigne 147810hp2" src="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/lorenzo-insigne-147810hp2.jpg?w=604" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Lorenzo Insigne, calon fantasista baru?</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwindianto.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwindianto.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwindianto.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwindianto.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwindianto.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwindianto.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwindianto.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwindianto.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwindianto.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwindianto.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwindianto.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwindianto.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwindianto.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwindianto.wordpress.com/1182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1182&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/20/lorenzo-insigne-calon-fantasista-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7f4223adde0a0797f027ce0fd342dfa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nyonya Tua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/lorenzo-insigne-147810hp2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lorenzo insigne 147810hp2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tarian Tango Itu Belum Kembali</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/14/tarian-tango-itu-belum-kembali/</link>
		<comments>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/14/tarian-tango-itu-belum-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 13:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edwin Dianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Football]]></category>
		<category><![CDATA[Argentina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwindianto.wordpress.com/?p=1168</guid>
		<description><![CDATA[Semula, artikel ini berjudul “Ketika Tarian Tango Itu Kembali”, yang saya tulis setelah Argentina menghempaskan Chile 4-1 di laga perdana World Cup 2014 Qualifiers. Tapi, belum sempat saya mem-posting-nya, Argentina malah menelan kekalahan tak terduga dari Venezuela. Artikel tersebut akhirnya saya hapus dan saya tulis ulang dengan judul dan isi yang baru. Ya, ternyata tarian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1168&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semula, artikel ini berjudul “Ketika Tarian Tango Itu Kembali”, yang saya tulis setelah Argentina menghempaskan Chile 4-1 di laga perdana World Cup 2014 Qualifiers. Tapi, belum sempat saya mem-posting-nya, Argentina malah menelan kekalahan tak terduga dari Venezuela. Artikel tersebut akhirnya saya hapus dan saya tulis ulang dengan judul dan isi yang baru.</p>
<p>Ya, ternyata tarian tango itu belum kembali. Hasil yang dipetik oleh La Albiceleste di World Cup 2014 Qualifiers, dibawah pelatih anyar, Alejandro Sabella, ibarat tarian poco-poco, maju-mundur. Setelah tampil ganas melawan Chile, Pasukan Tango bermain sangat jelek saat bersua La Vinotinto, Venezuela.</p>
<p>Apa yang menyebabkan penampilan Argentina begitu “njomplang” dalam selang waktu hanya empat hari? Ada satu hal, yaitu formasi pemain alias starting line-up yang dipasang oleh Sabella saat melawan Chile dan Venezuela memang berbeda.</p>
<p>Saat melawan Chile, Sabella menggunakan formasi 4-4-2. Sedangkan, saat melawat ke Venezuela, Sabella kembali memakai skema favoritnya, 3-5-2. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan kedua formasi tersebut. Kekalahan atas Venezuela tidak semata-mata disebabkan oleh formasi 3-5-2, tapi lebih dikarenakan kesalahan Sabella memilih dan menempatkan pemain pada posisi yang tidak semestinya.</p>
<p>Hampir semua pecinta bola sudah tahu, selama ini titik lemah Argentina ada pada sisi pertahanan. Di antara tim-tim yang pernah menjadi juara dunia, mungkin barisan bek Argentina saat ini adalah yang terlemah. Apa yang bisa kita harapkan dari pemain-pemain belakang seperti Martin Demichelis, Nicolas Burdisso, atau Nicolas Otamendi? Satu-satunya nama berkualitas yang dimiliki Argentina di bagian ini adalah Walter Samuel, yang mana saat ini tidak dipanggil ke timnas oleh Sabella karena baru pulih dari cedera dan mungkin dianggap sudah uzur.</p>
<p>Saat melawan Chile, tiga bek yang dipasang Sabella pontang-panting menahan serbuan Venezuela. Untungnya, Mariano Andujar, kiper terbaik kedua yang dimiliki Argentina saat ini, tampil bagus dan melakukan penyelamatan gemilang. Di antara semua pemain Argentina saat melawan Venezuela, yang tampil paling baik adalah Andujar.</p>
<p>Di pertandingan selanjutnya, semoga Sabella belajar dari kesalahan ini. Skema tiga bek mungkin harus ditinggalkan, dan beralih ke formasi empat bek seperti melawan Chile. Demichelis dan Burdisso sudah seharusnya diistirahatkan. Otamendi mungkin masih bisa dipertahankan, karena pada dasarnya dia bagus, hanya butuh jam terbang lebih banyak lagi. Dan partner yang sesuai untuk Otamendi adalah Javier Mascherano, yang telah membuktikan mampu tampil sebagai bek tengah yang tangguh di Barcelona. Oleh karena itu, sudah selayaknya Sabella mempertimbangkan opsi untuk memasang Mascherano sebagai bek di timnas Argentina.</p>
<p>Sebagai fullback untuk menemani Otamendi dan Mascherano, Sabella bisa menggunakan Emiliano Insua, yang tampil mengesankan bersama Sporting Lisbon di awal musim ini, sebagai bek kiri, dan tetap mempertahankan Pablo Zabaleta di kanan. Marcos Rojo sudah sepantasnya diistirahatkan karena penampilannya sangat tidak memuaskan, baik saat melawan Chile maupun Venezuela.</p>
<p>Untuk posisi kiper, sepertinya Sergio Romero dan Mariano Andujar adalah pilihan terbaik dari yang terburuk. Mau tidak mau, Sabella akan tetap menggunakan kedua kiper tersebut, yang performanya selama ini, sebenarnya, cukup bagus.</p>
<p>Setelah lini belakang, problem Argentina selanjutnya adalah lini tengah. Sebenarnya, di bagian vital ini, Argentina tidak kekuarangan pemain berkualitas. Tapi, yang sering terjadi, sejak jaman Maradona sampai Sabella, pelatih Argentina kerap memilih dan menempatkan pemain yang salah.</p>
<p>Kita ambil contoh Javier Pastore, yang oleh sebagian orang dijuluki sebagai Argentinian Zidane, ternyata tidak kunjung mendapat tempat sebagai starter. Sabella, tampaknya, masih belum memercayai kualitasnya dan memilih menyimpannya sebagai penghangat bangku cadangan. Saat ini, Sabella mengandalkan Jose Sosa sebagai pengatur serangan, yang ternyata inkonsisten. Tampil bagus melawan Chile, tapi melempem saat bertemu Venezuela.</p>
<p>Untuk kedepannya, sudah seharusnya Sabella memberi kepercayaan kepada Pastore untuk menjadi pengatur serangan. Setelah Roman Riquelme menua dan rentan cedera, belum ada playmaker hebat yang dimiliki Argentina selain Pastore. Sebagai pelapis, Sabella bisa memanggil Ricky Alvarez, Erik Lamela, Nicolas Gaitan, Lucho Gonzalez, atau Maxi Moralez dari Atalanta.</p>
<p>Di tengah, Pastore harus ditemani oleh dua orang gelandang yang memiliki kemampuan bertahan dan membagi bola, dan itu sebenarnya ada dalam diri Fernando Gago dan Hector Canteros. Setelah Fernando Redondo pensiun dan Esteban Cambiasso mulai menurun, Argentina tidak lagi memiliki defensive midfielder yang mampu merebut dan mendistribusikan bola dengan baik. Javier Mascherano hanya bagus sebagai penghalau serangan. Oleh karena itu, dia sebenarnya lebih cocok dipasang sebagai bek tengah. Ever Banega sejatinya bagus, tapi sering inkonsisten. Maka dari itu, duet Gago dan Canteros layak diberi kesempatan tampil untuk menemani Pastore di pertandingan selanjutnya.</p>
<p>Di lini depan, satu-satunya masalah adalah memilih pemain yang akan dipasang. Saya yakin, semua pelatih timnas di dunia iri dengan barisan striker yang dimiliki Sabella. Ya, para penyerang Argentina adalah jaminan mutu yang sangat haus gol asal dilayani dengan baik oleh lini tengah. Tidak ada yang meragukan Lionel Messi, Kun Aguero, dan Gonzalo Higuain. Sebagai pelapis, masih ada sederet penyerang ganas seperti Diego Milito, Carlos Tevez, Ezequiel Lavezzi, Lisandro Lopez, atau Rodrigo Palacio.</p>
<p>Terakhir, ada satu hal yang harus diingat oleh fans Argentina, yaitu: sebagus-bagusnya pelatih dan pemain yang dimiliki, tetap butuh waktu untuk menjadi satu tim yang kuat. Kehebatan timnas Spanyol, Jerman, dan Belanda saat ini bukan hasil dari pekerjaan satu malam. Untuk menyainginya, Argentina butuh proses. Masih ada cukup waktu sebelum World Cup 2014. Jalan menuju Maracana masih panjang. Semoga tarian tango itu cepat kembali.</p>
<div id="attachment_1170" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/th09_higuain_802935f.jpg"><img class="size-full wp-image-1170" title="TH09_HIGUAIN_802935f" src="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/th09_higuain_802935f.jpg?w=604&#038;h=341" alt="" width="604" height="341" /></a><p class="wp-caption-text">Menanti Tarian Tango Itu Kembali</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwindianto.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwindianto.wordpress.com/1168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwindianto.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwindianto.wordpress.com/1168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwindianto.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwindianto.wordpress.com/1168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwindianto.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwindianto.wordpress.com/1168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwindianto.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwindianto.wordpress.com/1168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwindianto.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwindianto.wordpress.com/1168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwindianto.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwindianto.wordpress.com/1168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1168&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/14/tarian-tango-itu-belum-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7f4223adde0a0797f027ce0fd342dfa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nyonya Tua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/th09_higuain_802935f.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">TH09_HIGUAIN_802935f</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Man with the Turtleneck</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/07/the-man-with-the-turtleneck/</link>
		<comments>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/07/the-man-with-the-turtleneck/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 14:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edwin Dianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivibrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwindianto.wordpress.com/?p=1095</guid>
		<description><![CDATA[Saya bukan pengguna iMac. Saya bukan pengguna iPod. Saya bukan pengguna iPhone. Saya bukan pengguna iPad yang fenomenal itu. Dan saya juga bukan pengguna produk-produk Apple lainnya. Pada dasarnya, saya memang bukan penggemar gadget-gadget canggih. Tetapi, saya adalah salah satu penggemar Steve jobs. Ya, founder Apple yang terkenal dengan kaos black turtleneck, celana jeans Levi’s [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1095&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya bukan pengguna iMac. Saya bukan pengguna iPod. Saya bukan pengguna iPhone. Saya bukan pengguna iPad yang fenomenal itu. Dan saya juga bukan pengguna produk-produk Apple lainnya. Pada dasarnya, saya memang bukan penggemar gadget-gadget canggih. Tetapi, saya adalah salah satu penggemar Steve jobs.</p>
<p>Ya, founder Apple yang terkenal dengan kaos black turtleneck, celana jeans Levi’s 501, dan sepatu abu-abu New Balance 992 itu adalah salah satu entrepreneur favorit saya, selain Richard Branson (founder Virgin). Saya ngefans sama Steve Jobs dan Richard Branson karena mereka memang nyentrik dan keren.</p>
<p>Kemarin, salah satu dari dua orang entrepreneur favorit saya itu telah pergi untuk selama-selamanya. Setelah berjuang melawan kanker prankreas sejak tahun 2004, akhirnya Steve jobs menyerah. Keturunan Arab-American yang juga seorang buddhist dan vegetarian itu beristirahat dalam damai di rumahnya, Palo Alto, California, dengan didampingi sang istri, Lauren Powell, dan anak-anaknya.</p>
<p>The Man with the Turtleneck itu kini telah tiada dan meninggalkan warisan berupa karya-karya inovatif yang telah mengubah dunia. Tapi, kita tidak perlu terlalu meratapi kematiannya. Sebab, enam tahun yang lalu, saat berpidato di acara wisuda Stanford University, dia pernah mengingatkan, kematian adalah penemuan terbaik dalam hidup.</p>
<p>“Death is very like the single best invention of life. It is life’s change agent. It clears out the old to make way for the new,” demikian kata Steve Jobs waktu itu.</p>
<p>RIP Steve Jobs.</p>
<p>***</p>
<p>Berikut ini saya sertakan catatan Azrul Ananda yang berjudul “Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh”, untuk mengenang almarhum Steve Jobs, yang dimuat di Jawa Pos, edisi Jumat, 7 Oktober 2011.</p>
<p>Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh</p>
<p>Catatan AZRUL ANANDA</p>
<p>Angkat tangan kalau Anda tidak ikut merasakan sentuhan Steve Jobs. Ketika mengangkat tangan, berpikirlah berulang-ulang: Benarkah Anda tidak pernah merasakan sentuhan Steve Jobs? </p>
<p>Anda mungkin tidak punya MacBook. Tidak punya iPod. Tidak punya iPad. Anda mungkin bahkan termasuk yang tidak suka produk-produk Apple. </p>
<p>Hebatnya, Anda tetap merasakan sentuhan Steve Jobs. Bahkan, pekerja bangunan yang tidak kenal komputer pun pernah merasakan sentuhan Steve Jobs. </p>
<p>Yang pasti, pembaca koran ini pasti ikut merasakan sentuhan Steve Jobs. Sebab, koran ini didesain pakai produk Apple. Kalaupun Anda membaca tulisan ini di salah satu dari ratusan koran Jawa Pos Group yang desainnya tidak memakai produk Apple, Anda tetap merasakan sentuhan Steve Jobs.</p>
<p>Mengapa? Karena tulisan ini diketik pakai MacBook Pro. Dan, yang menulis termasuk penggemar berat Steve Jobs sejak masih SMA dulu.</p>
<p>Belum lagi kalau Anda penggemar film buatan studio Pixar, seperti Toy Story dan Finding Nemo. Itu dulu yang membesarkan juga Steve Jobs. Bahkan, anak-anak kecil sekarang yang menikmati produk-produk Disney juga ikut merasakan sentuhan Steve Jobs. Kenapa? Karena, dialah chairman studio raksasa Amerika tersebut. </p>
<p>Lebih lanjut, Marvel Studio yang belakangan sering memunculkan film-film superhero di bioskop juga kena sentuhan Steve Jobs. Ini karena Marvel sudah dibeli Disney, dan sekali lagi, Steve Jobs pengendali Disney. </p>
<p>Gile. Semua hal keren di dunia ini berkaitan dengan Steve Jobs! </p>
<p>*** </p>
<p>Sebenarnya, ada banyak orang yang lebih maniak Apple daripada saya. Ada banyak orang yang lebih paham soal produk-produk Apple daripada saya. </p>
<p>Padahal, saya termasuk pemakai Apple sejak SMA. Waktu masih menjadi siswa pertukaran di Ellinwood, Kansas, pada 1993-1994, saya sudah bekerja pakai Apple. Tim koran sekolah saya (Ellinwood Eagles) memang dilengkapi dengan seperangkat Apple. </p>
<p>Itu berlanjut sampai kuliah, ketika saya mengerjakan tugas-tugas memakai PowerPC (masih ingat?). Padahal, waktu itu tidak banyak yang memakai produk-produk Apple. </p>
<p>Saya kuliah di kawasan Northern California, di kawasan yang sama dengan Apple berada. Jadi, wajar kalau waktu itu saya juga mudah terekspose oleh produk-produk terbaru Apple. </p>
<p>Saya hanya “khilaf” beberapa kali. Sempat membeli komputer berbasis Windows waktu kuliah. Lalu sempat memakai laptop berbasis Windows ketika awal-awal full time di Jawa Pos pada awal 2000-an.</p>
<p>Saya “kembali ke jalan yang benar” pada 2004, setelah liputan grand prix Formula 1 di Shanghai, Tiongkok. Waktu itu, laptop merek Jepang saya disebut “seperti senjata” karena begitu banyak virusnya. Sampai dilarang dipakai sama sekali di media center Sirkuit Shanghai.</p>
<p>Sejak saat itu, saya tidak mau lagi malu, tidak mau lagi repot. Beli Apple terus.</p>
<p>Tapi, yang membuat saya ngefans sama Steve Jobs sebenarnya bukanlah produk-produknya. Saya ngefans karena orangnya memang cool. Saking ngefansnya, saya punya sepatu New Balance 992 “made in USA,” sepatu abu-abu yang selalu dipakai Steve Jobs bersama kaus turtleneck hitam dan celana jins Levi’s 501.</p>
<p>Salah satu film favorit saya adalah Pirates of Silicon Valley (1999), yang menceritakan masa muda dan kiprah Steve Jobs dan Bill Gates. Menceritakan bagaimana Apple dan Microsoft muncul dan berkembang. </p>
<p>Jobs, diperankan Noah Wyle (bintang serial TV E.R.), ditampilkan sebagai sosok yang perfeksionis, intens, dan emosional. Tapi keren. Keren seperti apa? Cari dan tonton sendiri filmnya!</p>
<p>Dan, yang paling keren, adalah cara Steve Jobs berbicara di depan umum, cara dia memperkenalkan produk-produk Apple. </p>
<p>Sebagai orang yang pernah mengenyam pendidikan pada jurusan marketing, apa yang dilakukan Steve Jobs saat presentasi merupakan segala hal yang semestinya kita pelajari saat ikut kelas-kelas speech (pidato). Cara mencari perhatian, cara mengundang tawa, cara memunculkan produk, dan cara mengakhirinya. Benar-benar tukang presentasi terbaik di dunia! </p>
<p>Herannya, pidato terbaik Jobs mungkin bukanlah perkenalan produk-produk Apple. Melainkan ketika pidato di acara wisuda Stanford University (juga di kawasan Northern California) pada 12 Juni 2005.</p>
<p>Mungkin, itulah pidato terbaik dalam sejarah. Paling tidak, terbaik yang pernah saya ketahui. Saat itu, Jobs berbicara soal perjalanan hidup, cinta dan kehilangan, serta kematian.</p>
<p>*** </p>
<p>Tidak, saya tidak akan menerjemahkan seluruh isi pidato Steve Jobs di Stanford. Lagi pula, kalau diterjemahkan seluruhnya, tidak semua isinya bisa tersampaikan dengan baik dalam bahasa Indonesia.</p>
<p>Judulnya Stay Hungry, Stay Foolish (Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh). Google saja, pasti ketemu pidato lengkapnya. Saya hanya ingin mengutip beberapa poin yang menurut saya paling keren dari pidato itu.</p>
<p>Pertama, bahwa hal-hal terkecil dalam hidup ini bisa menentukan jalan besar kita di masa mendatang. Drop out dari Reed College, Jobs justru mengambil kelas-kelas kaligrafi. Dari situlah Jobs mendapat inspirasi untuk menciptakan font-font indah dan sederhana pada produk-produk Apple. </p>
<p>“Seandainya saya tidak pernah ikut kelas (kaligrafi) itu, Mac mungkin tidak akan pernah punya banyak typefaces atau font yang proporsional. Dan, karena Windows hanyalah mengkopi Mac, kemungkinan tidak ada komputer yang memiliknya. Andai saya tidak pernah drop out, saya mungkin tak pernah mengambil kelas kaligrafi, dan komputer mungkin tak akan memiliki huruf-huruf indah itu,” begitu kata Jobs.</p>
<p>Yang paling bikin merinding adalah ketika Jobs bicara soal kematian. </p>
<p>“Ketika saya masih 17 tahun, saya membaca kutipan seperti ini: Kalau kita hidup seolah-olah setiap hari adalah hari terakhir, maka suatu hari kita akan benar.” </p>
<p>“Setiap pagi saya selalu melihat cermin dan bertanya pada diri sendiri: Kalau hari ini adalah hari terakhir dalam hidup saya, apakah saya ingin melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini? Ketika jawabannya adalah “Tidak” terlalu sering, maka saya tahu saya harus berubah.” </p>
<p>“Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat paling penting yang pernah saya temui, yang membantu saya membuat pilihan-pilihan besar dalam hidup. Karena hampir semua hal, segala ekspektasi dari luar, segala kebanggaan, segala rasa takut terhadap malu dan kegagalan, semua itu tidak ada apa-apanya di depan kematian. Mengingat bahwa kita akan segera mati adalah cara terbaik untuk lepas dari jebakan pola pikir, bahwa kita bakal kehilangan sesuatu. Kita ini sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti isi hati.”</p>
<p>Kemudian: </p>
<p>“Tidak ada yang ingin mati. Bahkan, orang yang ingin pergi ke surga tidak ingin mati dulu sebelum sampai di sana. Tapi, kematian adalah tujuan kita semua. Tidak ada yang pernah berhasil lolos dari kematian. Dan, memang harus begitu. Kematian mungkin adalah penemuan terbaik kehidupan. Kematianlah yang bisa mengubah kehidupan. Mengosongkan yang lama dan memberi jalan untuk yang baru.”</p>
<p>“Saat ini, yang baru adalah Anda semua (para wisudawan Stanford, red). Tapi, tidak lama lagi, Anda pun akan jadi tua dan dibersihkan. Maaf harus menyampaikannya sedramatis ini, tapi begitulah kenyataannya.” </p>
<p>Di penutup pidatonya, Jobs mengutip The Whole Earth Catalog, ciptaan Steward Brand. Jobs menyebut itu sebagai “Google” era tersebut, memberi panduan hidup di saat dia masih berusia muda. Pada edisi penutup di pertengahan 1970-an, ada gambar jalan kosong menuju entah ke mana. Lalu ada tulisan: “Stay Hungry. Stay Foolish.”</p>
<p>Bila The Whole Earth Catalog memberikan pesan itu kepada Steve Jobs dan generasinya, Jobs melanjutkan pesan itu kepada para wisudawan (generasi muda). Bahwa masa depan entah seperti apa. Tapi, mereka bisa berupaya dan terus mencoba untuk mencapai sesuatu. </p>
<p>Steve Jobs kini telah tiada. Entah dari mana barang-barang keren serta ide-ide baru yang memperindah peradaban bakal muncul di masa mendatang. Mungkin Apple masih bisa menciptakan hal-hal yang mengejutkan. Mungkin juga tidak. </p>
<p>Tanpa Steve Jobs, kini dunia modern seolah menatap jalan kosong entah ke mana. (*)</p>
<div id="attachment_1096" class="wp-caption aligncenter" style="width: 614px"><a href="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/steve-jobs-1955-2011.jpg"><img src="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/steve-jobs-1955-2011.jpg?w=604&#038;h=392" alt="" title="steve-jobs-1955-2011" width="604" height="392" class="size-full wp-image-1096" /></a><p class="wp-caption-text">iLegend</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwindianto.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwindianto.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwindianto.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwindianto.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwindianto.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwindianto.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwindianto.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwindianto.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwindianto.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwindianto.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwindianto.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwindianto.wordpress.com/1095/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwindianto.wordpress.com/1095/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwindianto.wordpress.com/1095/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1095&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/07/the-man-with-the-turtleneck/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7f4223adde0a0797f027ce0fd342dfa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nyonya Tua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/steve-jobs-1955-2011.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">steve-jobs-1955-2011</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Passion of the Old Lady</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/04/the-passion-of-the-old-lady/</link>
		<comments>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/04/the-passion-of-the-old-lady/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 13:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edwin Dianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Football]]></category>
		<category><![CDATA[Juventus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwindianto.wordpress.com/?p=1089</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum kompetisi Serie A musim ini dimulai, saya tidak terlalu optimis dengan kekuatan Juventus. Saya hanya berharap klub tersukses di Italia tersebut mampu menembus posisi tiga besar alias lolos ke Champions League musim depan. Ketidakoptimisan saya terhadap the Old Lady disebabkan oleh kurang impresifnya penampilan sang Nyonya Tua selama laga-laga uji coba pramusim, termasuk kegagalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1089&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum kompetisi Serie A musim ini dimulai, saya tidak terlalu optimis dengan kekuatan Juventus. Saya hanya berharap klub tersukses di Italia tersebut mampu menembus posisi tiga besar alias lolos ke Champions League musim depan.</p>
<p>Ketidakoptimisan saya terhadap the Old Lady disebabkan oleh kurang impresifnya penampilan sang Nyonya Tua selama laga-laga uji coba pramusim, termasuk kegagalan menghadang dua seteru abadinya, Milan dan Inter, di turnamen Trofeo TIM dan Trofeo Berlusconi.</p>
<p>Wajar sekali jika saya, dan mungkin banyak Juventino lainnya, meragukan Juventus. Nyonya Tua, untuk kesekian kalinya, sedang membangun kembali tim yang porak-poranda pasca skandal calciopoli. Banyak pemain baru direkrut oleh pelatih muda, Antonio Conte, yang belum terbukti kehebatannya di Serie A.</p>
<p>Namun, di tengah ketidakyakinan itu, ada dua hal yang membuat saya agak optimis. Pertama, Juventus Stadium sudah resmi dibuka dan membuat Juve menjadi satu-satunya klub di Italia yang memiliki stadion sendiri. Tentu hal ini akan menjadi faktor nonteknis yang menguntungkan bagi Nyonya Tua.</p>
<p>Yang kedua, direkrutnya Andrea Pirlo dari Milan. Meskipun banyak yang meragukan, terkait dengan kondisi fisik yang rentan cedera dan umur yang semakin tua, saya yakin Pirlo adalah seorang juara yang mampu menjadi andalan untuk memimpin para pemain baru di squadra Bianconeri.</p>
<p>Setelah kompetisi dimulai, ternyata keyakinan saya tidak salah. Pirlo belum kehilangan daya magisnya dan mampu menjadi sentral permainan dari skema yang diterapkan oleh Conte. Penampilan berondong-berondong Nyonya Tua pun jauh lebih baik dibandingkan musim-musim sebelumnya. Dan, pada hari Senin dini hari yang lalu, the Old Lady kembali memberi bukti.</p>
<p>Ya, setelah menggelontor Parma 4-1 pada laga pembuka, lalu tampil lumayan pada tiga pertandingan berikutnya, Bianconeri mampu melewati ujian pertamanya dengan sukses. Sang juara bertahan, Milan, berhasil dibabat di rumah baru, Juventus Stadium, di depan puluhan ribu Juventini yang haus akan kemenangan. Hasilnya, sekarang Juve memuncaki klasemen sementara Serie A dan tidak terkalahkan dalam 5 laga.</p>
<p>Semua hasil positif itu bisa dicapai berkat satu hal penting yang selama ini seolah hilang dari sang Nyonya, yaitu lo spirito, grinta, semangat, atau gairah. Antonio Conte, mantan capitano yang sekarang menjadi allenatore, ternyata mampu membangkitkan kekuatan utama Juve yang beberapa musim terakhir ini terkubur. The passion of the Old Lady.</p>
<p>Memang, kompetisi masih panjang dan masih terlalu awal untuk membicarakan scudetto. Tetapi, satu yang pasti, keyakinan saya saat ini meningkat. Asal tidak terlena dan mampu menjaga gairah, saya yakin la Vecchia Signora mampu tampil maksimal di bawah polesan Antonio “The Count” Conte. Scudetto bukan lagi angan-angan. Sudah terlalu lama Juventini menunggu. Inilah saatnya melihat Nyonya Tua kembali berjaya.</p>
<div id="attachment_1090" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a href="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/9x5r2zjxs3.jpg"><img class="size-full wp-image-1090" title="9x5r2zJxs3" src="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/yahoosports-9x5r2zjxs3.jpg?w=604" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Claudio Marchisio meluapkan kegembiraan setelah mencetak gol ke gawang Milan di Juventus Stadium. (Photo: ALBERTO PIZZOLI/AFP/Getty Images)</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwindianto.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwindianto.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwindianto.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwindianto.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwindianto.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwindianto.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwindianto.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwindianto.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwindianto.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwindianto.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwindianto.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwindianto.wordpress.com/1089/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwindianto.wordpress.com/1089/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwindianto.wordpress.com/1089/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1089&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwindianto.wordpress.com/2011/10/04/the-passion-of-the-old-lady/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7f4223adde0a0797f027ce0fd342dfa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nyonya Tua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/10/yahoosports-9x5r2zjxs3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9x5r2zJxs3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Misteri Melempemnya Para Juara Dunia di Copa America 2011</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com/2011/07/10/misteri-melempemnya-para-juara-dunia-di-copa-america-2011/</link>
		<comments>http://edwindianto.wordpress.com/2011/07/10/misteri-melempemnya-para-juara-dunia-di-copa-america-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jul 2011 09:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edwin Dianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Football]]></category>
		<category><![CDATA[Copa America]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwindianto.wordpress.com/?p=1068</guid>
		<description><![CDATA[Turnamen sepak bola tertua antarnegara, Copa America, tahun ini diadakan di Argentina. Sejak dihelat pertama kali tahun 1916, Copa America selalu menarik perhatian para bolamania. Gaungnya pun lebih ramai daripada ajang sepak bola di benua-benua lain, seperti Asian Cup atau Gold Cup yang baru saja selesai dua pekan yang lalu. Praktis, turnamen sepak bola antarnegara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1068&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Turnamen sepak bola tertua antarnegara, Copa America, tahun ini diadakan di Argentina. Sejak dihelat pertama kali tahun 1916, Copa America selalu menarik perhatian para bolamania. Gaungnya pun lebih ramai daripada ajang sepak bola di benua-benua lain, seperti Asian Cup atau Gold Cup yang baru saja selesai dua pekan yang lalu. Praktis, turnamen sepak bola antarnegara Amerika Selatan ini hanya kalah heboh oleh Euro-nya UEFA dan FIFA World Cup yang diadakan setiap empat tahun sekali.</p>
<p>Setelah kali terakhir diadakan di Venezuela tahun 2007, edisi Copa America kali ini diperkirakan jauh lebih ramai dan heboh. Itu tidak lain karena tampilnya bintang utama sepak bola dunia sekaligus peraih award FIFA World Player of the Year, Lionel Messi. Apalagi, kali ini Argentina menjadi tuan rumah. Tentu fans Albiceleste akan sangat antusias menyambut para pemain idolanya.</p>
<p>Tapi apa yang terjadi? Harapan itu sekarang tinggal harapan. Semangat fans Tango mendukung tim pujaannya mulai luntur. Mereka frustrasi setelah melihat dua kali penampilan skuad Albiceleste yang jeblok di babak fase grup. Pada opening match melawan Bolivia di Estadio Ciudad de La Plata, Lionel Messi dkk ternyata tampil loyo dan hampir saja kalah seandainya Kun Aguero tidak mencetak gol balasan yang spektakuler di babak kedua.</p>
<p>Tidak cukup sampai di laga pertama saja, ternyata penampilan melempem pasukan Tango berlanjut di game kedua penyisihan Grup A melawan Colombia. Memulai pertandingan dengan semangat harus menang untuk menebus kegagalan di laga pertama, tim Argentina yang diperkuat para pemain top dunia tidak mampu menjebol gawang lawannya. Alhasil, dua laga awal di Copa America 2011 harus dilalui dengan hasil yang bisa dibilang buruk, mengingat statusnya sebagai tuan rumah dan unggulan utama, yaitu gagal menang alias seri.</p>
<p>Yang lebih mengejutkan, ternyata melempemnya Argentina juga diikuti oleh musuh bebuyutannya, Brazil, dan semifinalis World Cup 2010, Uruguay. Dua juara dunia asal Amerika Latin tersebut dua kali main, dua kali imbang. Saat ini ketiganya pun terancam tidak bisa lolos ke babak perempatfinal Copa America 2011.</p>
<p>Nah, kira-kira apa yang menjadi penyebab loyonya penampilan tiga raksasa sepak bola Amerika Selatan itu? Selain makin meratanya kekuatan tim-tim sepak bola di Amerika Latin dan faktor keletihan para pemain dari liga-liga Eropa, ada beberapa faktor khusus yang menjadi penyebab. Saya akan mencoba mengupasnya satu-persatu.</p>
<p>Saya akan mulai dari sebuah tim yang berasal dari negara kecil tapi mampu menjadi juara dunia dua kali di masa lalu, Uruguay.  Banyak orang heran, kenapa penampilan pasukan Uruguay kali ini berbeda bila dibandingkan saat mereka tampil di World Cup 2010. Tahun lalu, performa Uruguay terbantu oleh dahsyatnya Diego Forlan. Tak heran, Forlan akhirnya dinobatkan sebagai Best Player di World Cup 2010. Tapi tahun ini, penampilan Forlan merosot jauh. Setelah hanya menjadi cadangan selama setahun di klubnya, Atletico Madrid, tampaknya Forlan kesulitan untuk kembali top form-nya. Dua kali tampil di Copa America 2011, tidak ada lagi aksi-aksi magis ala Forlan seperti yang dia tunjukkan di Afrika Selatan.</p>
<p>Penyebab lain adalah tidak dipasangnya Edinson Cavani, yang musim lalu tampil ganas sebagai mesin gol Napoli, di posisi penyerang tengah. Di starting line-up Uruguay, Oscar  Washington Tabarez lebih memilih Luis Suarez sebagai target-man. Sedangkan Cavani hanya dipasang sebagai penyerang sayap bersama Forlan. Keganasan Cavani pun menurun drastis. Suarez sebagai ujung tombak juga tidak mendapatkan bola-bola matang karena penampilan Forlan juga melempem sehingga tidak mampu melayaninya dengan baik. Kurang lebih, itulah penyebab anjloknya penampilan juara Copa America 14 kali tersebut.</p>
<p>Sekarang giliran Brazil. Setelah tampil mengecewakan di World Cup 2010, pelatih Dunga langsung dipecat. Mano Menezes pun diangkat sebagai penggantinya dan dibebani target untuk mengembalikan kejayaaan sang juara dunia lima kali.</p>
<p>Saat pertama kali diperkenalkan sebagai pelatih baru tim Samba, Menezes langsung berjanji untuk membawa Brazil kembali ke tabiat aslinya, yaitu memainkan sepak bola indah alias jogo bonito seperti jaman Pele dulu. Tapi, setelah menonton dua laga awal yang dilalui Brazil di Copa America, ternyata jogo bonito masih jauh dari harapan. Bukannya sepak bola indah, Neymar dkk malah memainkan sepak bola amburadul ala tim junior yang baru belajar bermain bola.</p>
<p>Dua kali hasil seri dipetik, yaitu 0-0 lawan Venezuela, dan semalam 2-2 lawan Paraguay (setelah sebelumnya tertinggal 1-2 sampai Fred mencetak gol balasan di detik-detik terakhir injury time babak kedua). Jelas, ini bukan tim Brazil seperti yang biasa kita lihat beberapa tahun yang lalu.</p>
<p>Minimnya pengalaman para pemain muda yang dipilih oleh Menezes dianggap oleh sebagian besar pengamat sebagai salah satu penyebab kacaunya performa Brazil kali ini. Saya setuju. Neymar, Ganso, dan Pato mungkin sukses di level klub musim lalu bersama Santos dan Milan. Tapi, pengalaman mereka di tim nasional senior sangat minim. Dari sebelas pemain inti yang dipilih Menezes, hanya kiper Julio Cesar, kapten Lucio, gelandang Ramires, dan Robinho yang tahun lalu tampil reguler di World Cup. Sisanya hanya cadangan, seperti Dani Alves, dan pemain junior, semacam Paulo Henrique Ganso.</p>
<p>Apa mau dikata. Memang hanya pemain-pemain muda minim jam terbang di level internasional itulah yang saat ini dimiliki oleh Menezes. Setahun terakhir, pemain-pemain senior Brazil banyak yang memble di liga-liga Eropa. Yang paling moncer hanya bek kanan Dani Alves yang sukses bersama Barcelona. Sisanya, nama-nama besar seperti Kaka, Diego, dan Ronaldinho mengalami masa-masa suram. Padahal, saat ini tim Brazil membutuhkan pemain-pemain kreatif seperti mereka bertiga untuk melayani Robinho-Pato-Neymar di lini depan. Ganso terbukti belum cukup matang untuk menjadi konduktor permainan tim Samba. Itulah beberapa faktor yang menjadi penyebab merosotnya tim dari negara tuan rumah FIFA World Cup 2014 tersebut.</p>
<p>Yang terakhir, tuan rumah sekaligus unggulan utama Copa America 2011, Argentina. Bukan salah Lionel Messi. Ya, penampilan buruk tim Tango di dua laga awal kemarin tidak bisa ditimpakan kepada seorang Messi. Tidak tepat membandingkan penampilan Messi di Barcelona dengan di tim nasional Argentina. Di Barcelona, Messi dilayani dengan baik oleh Xavi dan Andres Iniesta. Di Argentina? Messi kerap kali harus turun jauh ke lapangan tengah untuk mencari bola sendiri. Tidak ada yang melayaninya. Jadi, jangan salahkan Messi, tapi salahkan strategi pelatihnya.</p>
<p>Ya, kalau ada orang yang paling bertanggung jawab atas mengenaskannya penampilan Argentina kali ini adalah Sergio Batista. Pelatih pengganti Diego Maradona tersebut tidak bisa berbuat apa-apa ketika pemain-pemain asuhannya gagal menampilkan permainan tiki-taka ala Barcelona. Komposisi pemain yang diturunkan pun cenderung berlawanan dengan strateginya.</p>
<p>Sejak awal, Batista selalu ingin bermain agresif seperti Barcelona. Tapi, dia malah memainkan tiga gelandang bertahan sekaligus (Banega-Mascherano-Cambiasso). Tentu saja taktiknya tidak akan berjalan dengan sempurna. Ever Banega dan Esteban Cambiasso tidak bisa berperan sebagai “Xavi dan Iniesta”-nya Argentina. Mereka berdua terlalu defensif dan tidak kreatif.</p>
<p>Jika Sergio Batista ingin bermain ala Barcelona, tidak ada opsi lain bagi dia kecuali memasang Javier Pastore di lini tengah. Pastore adalah satu-satunya pemain yang saat ini bisa berperan sebagai playmaker di tim Argentina. Pastore adalah pelayan yang pas bagi Messi. Pastore adalah penyuplai bola yang selama ini dibutuhkan oleh Messi, setelah semakin tuanya Roman Riquelme dan Juan Veron.</p>
<p>Memang, Pastore bukan tukang sulap yang pasti mampu mengubah keadaan timnya jika dimainkan. Tapi, setidaknya dengan adanya dia di lapangan, beban Messi menjadi lebih ringan dan bisa mulai fokus mencetak gol, bukan malah sibuk mencari bola sendirian.</p>
<p>Sekarang, nasib tuan rumah ada di tangan Batista. Penampilan Argentina sebenarnya masih bisa membaik jika dia bisa menerapkan strategi dan memilih pemain yang tepat. Secara materi pemain, tim Argentina tidak diragukan lagi adalah yang terbaik di Copa America kali ini. Tinggal dibutuhkan pelatih yang handal untuk meramunya. Itulah beberapa hal yang menyebabkan tim Albiceleste tampil tidak sesuai harapan dan terancam gagal memenuhi ambisinya menjadi juara Copa America 15 kali.</p>
<p>Meski demikian, peluang belum habis. Masih ada pertandingan terakhir di grup masing-masing. Argentina, Brazil, dan Uruguay masih bisa lolos ke perempatfinal jika mampu menaklukkan Costa Rica, Ecuador, dan Mexico. Akan sangat mengenaskan jika di Copa America kali ini para juara dunia tersebut harus tersingkir lebih awal. Semoga tidak terjadi.</p>
<div id="attachment_1069" class="wp-caption aligncenter" style="width: 345px"><a href="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/07/blog_2472_1887919254.jpg"><img class="size-full wp-image-1069" title="Blog_2472_1887919254" src="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/07/blog_2472_1887919254.jpg?w=604" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Melempemnya Messi.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwindianto.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwindianto.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwindianto.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwindianto.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwindianto.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwindianto.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwindianto.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwindianto.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwindianto.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwindianto.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwindianto.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwindianto.wordpress.com/1068/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwindianto.wordpress.com/1068/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwindianto.wordpress.com/1068/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1068&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwindianto.wordpress.com/2011/07/10/misteri-melempemnya-para-juara-dunia-di-copa-america-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7f4223adde0a0797f027ce0fd342dfa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nyonya Tua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/07/blog_2472_1887919254.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Blog_2472_1887919254</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Juara Kembali Ke Wembley</title>
		<link>http://edwindianto.wordpress.com/2011/05/28/sang-juara-kembali-ke-wembley/</link>
		<comments>http://edwindianto.wordpress.com/2011/05/28/sang-juara-kembali-ke-wembley/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 14:13:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edwin Dianto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Football]]></category>
		<category><![CDATA[Champions League]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://edwindianto.wordpress.com/?p=1059</guid>
		<description><![CDATA[Sembilan belas tahun yang lalu, tendangan bebas Ronald Koeman menembus gawang Sampdoria yang dikawal oleh Gianluca Pagliuca pada babak perpanjangan waktu. Itu adalah gol tunggal yang membawa Barcelona masuk ke jajaran elite klub-klub juara Eropa. Ya, di stadion keramat Wembley, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Barcelona berhasil menjuarai European Cup pada tahun 1992. Itu adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1059&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sembilan belas tahun yang lalu, tendangan bebas Ronald Koeman menembus gawang Sampdoria yang dikawal oleh Gianluca Pagliuca pada babak perpanjangan waktu. Itu adalah gol tunggal yang membawa Barcelona masuk ke jajaran elite klub-klub juara Eropa. Ya, di stadion keramat Wembley, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Barcelona berhasil menjuarai European Cup pada tahun 1992.</p>
<p>Itu adalah edisi European Champion Clubs’ Cup yang terakhir. Di musim selanjutnya, UEFA mulai memperkenalkan format baru, UEFA Champions League, dengan babak fase grup dan jumlah peserta lebih banyak, yang berlangsung sampai sekarang ini.</p>
<p>Pada tahun 1992, Barcelona adalah salah satu tim terbaik di dunia yang diperkuat oleh Josep Guardiola, seorang pemain muda yang menjadi andalan La Blaugrana di lini tengah. Bersama dengan penjaga gawang, Andoni Zubizarreta, bek kawakan, Miguel Angel Nadal, gelandang kreatif, Jose Maria Bakero, serta trio pemain asing, Ronald Koeman, Michael Laudrup, dan striker legendaris asal Bulgaria, Hristo Stoichkov, Pep Guardiola menjadi pemain kunci “The Dream Team of Catalan” besutan sang master total football dari Belanda, Johan Cruyff.</p>
<p>Beberapa saat lagi, Sang Juara, Pep Guardiola, akan kembali ke Wembley untuk partai finalnya yang kedua, bukan sebagai pemain, tetapi sebagai pelatih Barcelona. Lawannya adalah klub jawara Eropa tiga kali, Manchester United.</p>
<p>Sejak menjadi pelatih Barcelona tahun 2008, Guardiola berhasil mempertontonkan permainan menyerang yang atraktif dan menghibur, yang bahkan lebih hebat dari “Dream Team”-nya Johan Cruyff tahun 1992.</p>
<p>Memang banyak orang bilang bahwa akan mudah melatih tim seperti Barcelona karena ada pemain-pemain terbaik di dunia seperti Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi. Tapi kita semua mungkin masih ingat, dengan tiga pemain itu, Barcelona pernah mengakhiri musim tanpa gelar tahun 2007 dan 2008 saat ditangani Frank Rijkaard. Jadi, di sini terbukti faktor pelatih juga menentukan, bukan cuma soal materi pemain.</p>
<p>Dengan pengalamannya sebagai pemain sekaligus kapten Barcelona di masa lalu, Guardiola berhasil mengakhiri masa paceklik prestasi dan mempersembahkan enam gelar sekaligus bagi Barcelona di musim pertamanya sebagai pelatih. Rekor yang belum bisa disamai pelatih mana pun di muka bumi ini.</p>
<p>Satu dari enam gelar yang berhasil direbut Guardiola dua tahun lalu didapatkan setelah mengalahkan Manchester United di stadion Olimpico Roma. Memang tidak mudah mengulang prestasi tersebut.</p>
<p>Malam ini, Manchester United menantang Barcelona dengan rekor mentereng, yaitu sebagai tim dengan pertahanan terbaik. Tercatat, gawang Setan Merah hanya kebobolan empat kali. Ini adalah ujian sesungguhnya bagi Guardiola yang menjadikan Barcelona sebagai tim paling agresif pencetak 28 gol di Champions League musim ini.</p>
<p>Pasukan Red Devils sendiri tidak gentar menghadapi gaya ofensif yang sering diperagakan anak-anak La Blaugrana. Mereka sudah terbiasa menghadapi Arsenal yang punya pola main mirip Barcelona. Ini tercermin dari komentar Wayne Rooney.</p>
<p>“Melawan Barcelona akan sama seperti menghadapi Arsenal. Kedua klub tersebut gemar mempertahankan bola selama yang mereka inginkan. Jika Barcelona menguasai bola 70 persen dan mengurung kami setengah lapangan, itu tidak masalah. Beberapa tahun sebelumnya, Arsenal juga lebih unggul penguasaan bola ketimbang kami. Namun di akhir laga, kami lebih banyak menang dari mereka,” kata Rooney.</p>
<p>Selain itu, Sir Alex Ferguson bakal sedikit meniru strategi jitu yang pernah diterapkan oleh Jose Mourinho saat Real Madrid berhasil mengalahkan Barca di final Copa del Rey. Jika waktu itu Mourinho memasang Pepe sebagai perusak alur bola di segitiga emas, Messi-Iniesta-Xavi, malam nanti, kemungkinan besar Michael Carrick yang bakal mengemban tugas berat tersebut.</p>
<p>Jika alur bola Barcelona ke Lionel Messi berhasil dirusak, Ryan Giggs dkk punya peluang besar untuk mencuri kemenangan seperti yang sudah dibuktikan oleh Madrid. Apalagi mereka punya dua sayap lincah dengan umpan-umpan matang, Antonio Valencia dan Park Ji-sung, yang berpotensi merepotkan dua bek sayap Barcelona yang dihuni oleh Daniel Alves dan Eric Abidal.</p>
<p>Sebagai kartu as terakhir, selain Wayne Rooney dan Chicharito di barisan depan, Setan Merah masih memiliki sosok tangguh, yaitu Edwin Van Der Sar. Jika tampil top form, tidak mudah bagi pemain mana pun, termasuk Lionel Messi, untuk menjebol gawang kiper legendaris yang bakal pensiun setelah laga final tersebut.</p>
<p>Ingat, Lionel Messi selalu gagal menjebol gawang lawan jika bermain di Inggris. Saat ini, rekor Sang Messias masih scoreless jika bertanding di negerinya Kate Middleton. Laga ketika Barcelona dikalahkan Arsenal di Emirates Stadium beberapa waktu yang lalu adalah bukti bahwa Messi pun bisa melempem.</p>
<p>Guardiola sendiri menegaskan bahwa dia hanya mengenal satu filosofi bermain sepak bola, yaitu menyerang. Dan malam nanti pun dia bakal menerapkan strategi yang sama. Guardiola tidak gentar dengan strategi permainan yang bakal diterapkan oleh Sir Alex Ferguson.</p>
<p>“Kami memiliki sejarah yang bagus di Wembley. Kami ingin mengulanginya,” kata Guardiola, mantan kapten Barcelona yang mengincar gelar kesepuluh dalam tiga tahun karir kepelatihannya.</p>
<p>Semoga berhasil, Pep.</p>
<div id="attachment_1060" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/05/guardiola-052611_20110527014748465_660_320.jpg"><img class="size-full wp-image-1060" title="Guardiola" src="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/05/guardiola-052611_20110527014748465_660_320.jpg?w=604" alt=""   /></a><p class="wp-caption-text">Pep Guardiola, saat menjadi pemain andalan Barcelona.</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/edwindianto.wordpress.com/1059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/edwindianto.wordpress.com/1059/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/edwindianto.wordpress.com/1059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/edwindianto.wordpress.com/1059/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/edwindianto.wordpress.com/1059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/edwindianto.wordpress.com/1059/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/edwindianto.wordpress.com/1059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/edwindianto.wordpress.com/1059/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/edwindianto.wordpress.com/1059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/edwindianto.wordpress.com/1059/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/edwindianto.wordpress.com/1059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/edwindianto.wordpress.com/1059/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/edwindianto.wordpress.com/1059/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/edwindianto.wordpress.com/1059/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=edwindianto.wordpress.com&amp;blog=8223136&amp;post=1059&amp;subd=edwindianto&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://edwindianto.wordpress.com/2011/05/28/sang-juara-kembali-ke-wembley/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c7f4223adde0a0797f027ce0fd342dfa?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Nyonya Tua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://edwindianto.files.wordpress.com/2011/05/guardiola-052611_20110527014748465_660_320.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Guardiola</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
