FIFA World Player of the Year: From Hero to Zero?

Lionel Messi berhasil mencatatkan dirinya sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA 2009. Dalam pemilihan FIFA World Player Gala 2009 yang berlangsung di Zurich, Swiss, kemarin malam, Messi mengantongi 1.073 poin. Perolehan ini jauh di atas Cristiano Ronaldo, yang menempati posisi kedua dengan 352 poin. Rekan seklub Messi, Xavi dan Andres Iniesta berada di tempat ketiga dan kelima dengan 196 dan 134 poin. Sementara itu, Kaka berada di peringkat keempat dengan 190 poin.

Dengan demikian, Messi, yang juga pemain terbaik 2009 FIFA Club World Cup, mencetak rekor sebagai pemain asal Argentina pertama yang bisa menyabet penghargaan individual tertinggi dalam dunia sepak bola tersebut. Sejak ajang ini mulai diperkenalkan pada tahun 1991, belum satu pun pemain sepak bola Argentina yang berhasil meraihnya. Alhasil, award ini semakin melengkapi pencapaian seorang Lionel Messi yang sangat digdaya di level klub bersama FC Barcelona, berhasil memborong 6 gelar juara pada tahun 2009 ini, terakhir sebagai juara 2009 FIFA Club World Cup di UAE beberapa hari yang lalu.

Lionel Messi, FIFA World Player 2009, and Sepp Blatter, President of FIFA.

Yang menarik, meski pun Pemain Terbaik Dunia versi FIFA adalah penghargaan tertinggi yang menjadi impian setiap pemain sepak bola di planet ini, di sisi lain, ada semacam “kutukan” yang menyertai pemenangnya. Ya, sejak tahun 1991, para pemain yang meraih penghargaan ini di tahun sebelum Piala Dunia digelar, selalu gagal meraih hasil maksimal di Piala Dunia.

Berikut ini adalah fakta-faktanya.

Tahun 1993.
Pemain Terbaik Dunia FIFA: Roberto Baggio dari Italia.
Hasil di Piala Dunia USA 1994: Gagal membawa Italia menjadi juara dunia.
Meski sangat dominan di Piala Dunia 1994, Baggio, salah satu pemain sepak bola idola saya, mengalami anti-klimaks saat tampil di final melawan Brazil. Gara-gara tendangan penaltinya melenceng di atas gawang, Italia harus gigit jari karena kalah adu penalti lawan Brazil. Baggio pun dihujat. From Hero to Zero.

Tahun 1997.
Pemain Terbaik Dunia FIFA: Ronaldo dari Brazil.
Hasil di Piala Dunia Prancis 1998: Gagal membawa Brazil menjadi juara dunia.
Meski terpilih sebagai Pemain Terbaik di Piala Dunia 1998, Ronaldo mengalami anti-klimaks saat tampil melawan tuan rumah Prancis di babak final. Persis seperti Roberto Baggio empat tahun sebelumnya, Ronaldo bermain sangat buruk di partai puncak tersebut (bahkan, ada rumor yang mengatakan Ronaldo mengalami epilepsi dan kejang-kejang, sesaat sebelum partai final digelar). Sebaliknya, jagoan Les Blues, Zinedine Zidane, merajalela dan membawa Prancis unggul 3-0 atas Brazil. Ronaldo pun dihujat. From Hero to Zero.

Tahun 2001.
Pemain Terbaik Dunia FIFA: Luis Figo dari Portugal.
Hasil di Piala Dunia Korea-Jepang 2002: Gagal membawa Portugal menjadi juara dunia.
Mungkin, inilah pencapaian terburuk seorang pemain terbaik dunia sepanjang sejarah Piala Dunia. Ya, tidak hanya gagal, Lius Figo bisa dibilang “gatot” alias gagal total. Dia bahkan tidak mampu membawa Portugal lolos dari babak penyisihan grup. Tim yang berjuluk Brazil-nya Eropa ini gagal bersaing dengan Amerika Serikat dan tuan rumah Korea Selatan. Sebagai tim unggulan di grupnya, Portugal benar-benar dipermalukan oleh dua negara “kecil” dalam dunia sepak bola tersebut. Luis Figo pun dihujat. Karirnya tenggelam. From Hero to Zero.

Tahun 2005.
Pemain Terbaik Dunia FIFA: Ronaldinho dari Brazil.
Hasil di Piala Dunia Jerman 2006: Gagal membawa Brazil menjadi juara dunia.
Meski tampil sangat cemerlang di level klub bersama FC Barcelona (berhasil menjuarai Liga Champions UEFA 2006), Ronaldinho bermain sangat, sangat buruk di Piala Dunia 2006. Bahkan, dia tidak mampu mengantar Brazil mencapai partai puncak. Ya, sebagai juara bertahan, Brazil hanya sanggup bertahan sampai babak perempat final sebelum akhirnya disingkirkan oleh Prancis. Juara dunia akhirnya diraih oleh Italia, yang mengalahkan Prancis melalui adu penalti di babak puncak. Ronaldinho pun dihujat. Karirnya terus meredup sampai sekarang. From Hero to Zero.

Tahun 2009.
Pemain Terbaik Dunia FIFA: Lionel Messi dari Argentina.
Hasil di Piala Dunia Afrika Selatan 2010: Belum diketahui. Coba tanya ke Mama Lemon dulu.😛
Saya pribadi sangat berharap sang Messias mampu mengakhiri kutukan ini. Ya, dengan bantuan si Tangan Tuhan (Diego Maradona), saya yakin, Lionel Messi mampu menjadi juru selamat yang membawa Argentina menjadi juara dunia untuk ketiga kalinya. Nggak percaya? Mari kita buktikan sama-sama di Afrika Selatan tahun depan. From Hero to Zero? I hope not.

Lionel Messi. From Hero to Zero?

Sisipan
Daftar Pemain Terbaik Dunia FIFA dari Tahun ke Tahun
Pemenang putra:
2009 Lionel Messi (Argentina-Barcelona), 2008 Cristiano Ronaldo (Portugal-Man Utd), 2007 Kaka (Brazil-AC Milan), 2006 Fabio Cannavaro (Italia-Juventus), 2005 Ronaldinho (Brazil-Barcelona), 2004 Ronaldinho (Brazil-Barcelona), 2003 Zinedine Zidane (Prancis-Real Madrid), 2002 Ronaldo (Brazil-Real Madrid), 2001 Luis Figo (Portugal-Real Madrid), 2000 Zinedine Zidane (Prancis-Juventus), 1999 Rivaldo (Brazil-Barcelona), 1998 Zinedine Zidane (Prancis-Juventus), 1997 Ronaldo (Brazil-Inter Milan), 1996 Ronaldo (Brazil-Barcelona), 1995 George Weah (Liberia-AC Milan), 1994 Romario (Brazil-Barcelona), 1993 Roberto Baggio (Italia-Juventus), 1992 Marco van Basten (Belanda-AC Milan), 1991 Lothar Matthaeus (Jerman-Inter Milan).
Pemenang putri:
2009 Marta (Brazil-LA Sol), 2008 Marta (Brazil-Umea IF), 2007 Marta (Brazil-Umea IF), 2006 Marta (Brazil-Umea IF), 2005 Birgit Prinz (Jerman-FFC Frankfurt), 2004 Birgit Prinz (Jerman-FFC Frankfurt), 2003 Birgit Prinz (Jerman-FFC Frankfurt), 2002 Mia Hamm (AS-Washington Freedom), 2001 Mia Hamm (AS-Washington Freedom)

FIFA World Player of the Year: From Hero to Zero?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s