Review Seri Perdana Formula 1 Musim 2010: Si Merah Bertahta

Seri perdana balap mobil F1 musim 2010 berlangsung di sirkuit Sakhir, Bahrain, hari Minggu (14/3) kemarin. Lomba berjalan lancar dan cenderung membosankan. Hampir tidak ada overtaking dan start juga relatif mulus. Meski demikian, semua penggemar F1 menunggu-nunggu balapan perdana tersebut.

Semua orang ingin melihat, apakah terjadi kejutan lagi seperti tahun lalu? Bagaimana penampilan Schumacher? Bagaimana performa tim-tim baru? Dan, apakah Ferrari dan McLaren sudah kembali ke ‘habitat’ aslinya di papan atas? Semua pertanyaan tersebut terjawab tuntas di Bahrain.

Kejutan? Hampir tidak ada. Mungkin, kalau mau dicari, yang mengejutkan adalah tampilnya Sebastian Vettel sebagai pole-sitter pertama tahun ini. Banyak orang lebih menjagokan Fernando Alonso atau Lewis Hamilton yang akan meraih pole-position. Nyatanya, posisi start terdepan malah direbut oleh si wunderkind alias anak ajaib dari Jerman tersebut.

Mengawali lomba dari urutan pertama hampir membuat Sebastian Vettel merebut kemenangan perdana musim ini. Tapi, sayang sekali, di pertengahan lomba, knalpot mobil Red Bull-nya jebol. Setelah itu, dengan mudahnya Alonso, Massa, dan Hamilton menyusul. Sirna sudah first victory this season bagi Vettel. Benar-benar bukan hari yang menguntungkan bagi sang calon superstar F1.

Setelah itu, praktis, lomba dikuasai oleh duo Ferrari, Alonso dan Massa, dengan Lewis Hamilton dari McLaren membayangi di belakang mereka. Sedangkan, Vettel sendiri harus puas berada di posisi ke-4.

Konfigurasi ini tidak berubah sampai lomba berakhir di lap ke-49. Dan, Fernando Alonso-lah yang akhirnya menembus garis finish terlebih dahulu, sekaligus merebut kemenangan pertamanya sejak tahun 2008.

Kemenangan Alonso (yang diikuti oleh Massa sebagai runner-up) menunjukkan bahwa Ferrari sudah kembali ke ‘habitat’ aslinya musim ini. Mimpi buruk musim lalu sepertinya tidak akan terulang lagi.

Sempat dikejutkan dengan problem mesin sebelum lomba dimulai (Ferrari sampai harus mengganti mesin mobil Alonso dan Massa), Ferrari menjawab keraguan banyak penggemarnya. Hasil di Bahrain menunjukkan bahwa Ferrari tahun ini memang berbeda dengan Ferarri tahun lalu.

Ya, Ferrari tahun ini adalah calon serius, sekali lagi, calon serius, untuk merebut juara dunia konstruktor dan juara dunia pembalap. Patut dicatat, juara di seri perdana hampir pasti (meski tidak semua) menjadi juara dunia. Dan, juara seri perdana tahun ini adalah Fernando Alonso dari Ferrari!

Apakah ini berarti Alonso bakal menjadi juara? Jalan masih panjang. Pesaing juga masih banyak. Tapi, saya berani bertaruh bahwa Alonso, sang juara dunia dua kali, akan kembali meramaikan bursa calon jawara tahun ini.

Bagaimana dengan McLaren? Penampilan Hamilton, yang hanya meraih posisi ke-3, bisa dibilang cukup mengecewakan. Diklaim memiliki mobil tercepat tahun ini (apalagi ada tambahan perangkat “genius”, berupa lubang angin di depan sayap belakang, yang banyak diprotes oleh tim-tim lain), McLaren tampil tidak secepat yang diharapkan. Fastest lap malah diraih oleh Fernando Alonso dari Ferrari.

Yang lebih mengecewakan adalah sang juara dunia bertahan, Jenson Button. Dia tercecer di posisi ke-7 di akhir lomba. Di babak kualifikasi, dia juga tidak terlalu cepat dan harus mengawali lomba dari posisi start ke-8. Tampaknya, Button masih memerlukan banyak waktu untuk beradaptasi di tim barunya. Dan yang pasti, dia akan membutuhkan usaha superkeras untuk mempertahankan gelarnya tahun ini.

Sementara itu, sang legenda hidup, Michael Schumacher, mengawali debutnya dengan lumayan. Juara dunia tujuh kali tersebut finish di urutan ke-6, dengan start dari posisi ke-7. Schumi finish tepat di belakang juniornya, Nico Rosberg, yang juga berasal dari Jerman. Dengan demikian, Mercedes GP (tahun lalu bernama Brawn GP, juara dunia konstruktor 2009) sukses menempatkan kedua pembalapnya di urutan ke-5 dan ke-6. Not bad.

Bagaimana dengan tim-tim di luar big four (Ferrari, McLaren, Red Bull, dan Mercedes)? Untuk papan tengah, jawaranya adalah Force India. Vitantonio Liuzzi sukses menembus 10 besar. Sedangkan, Sauber, yang digadang-gadang bakal mengejutkan, malah tampil kurang meyakinkan.

Tapi, ini masih lomba pertama. Persaingan di papan tengah saya perkirakan akan berlangsung ketat antara lima tim yang mempunyai kemampuan setara, yaitu: Force India, Williams, Sauber, Renault, dan Toro Rosso.

Untuk papan bawah alias tim-tim baru (Lotus, Virgin, dan Hispania), prestasi terbaik dicapai oleh Lotus. Tim yang disokong oleh AirAsia Malaysia ini mampu mempermalukan Virgin Racing bentukan Sir Richard Branson.

Dua pembalap Lotus, Jarno Trulli dan Heikki Kovalainen, berhasil menyelesaikan lomba dan mencapai garis finish. Sedangkan, duo Virgin, Timo Glock dan Lucas di Grassi, gagal finish. Begitu juga dengan duo Hispania Racing Team (HRT), Bruno Senna dan Kharun Chandokh, mereka berdua harus terhenti di awal lomba.

Well, itu dia gambaran dari seri perdana di Bahrain. Berikutnya, kita akan menuju Melbourne, Australia. Balapan seri kedua akan berlangsung tanggal 28 Maret 2010 di sirkuit Albert Park. Sekarang, saatnya kita mampir ke pitstop dulu. Ciao!

Si Merah Bertahta di Bahrain
Fernando Alonso, calon kuat juara dunia 2010.
Review Seri Perdana Formula 1 Musim 2010: Si Merah Bertahta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s