Review Seri Balap Formula 1 GP Monaco 2010: Red Bull Mengerikan!

Musim balap F1 tahun ini belum berjalan separuhnya. Baru enam lomba berlangsung dari 18 seri yang dijadwalkan. Meski demikian, prediksi awal tentang siapa yang bakal menjadi jawara di penghujung tahun sudah mulai bisa diraba. Dua seri terakhir di Barcelona dan Monaco adalah indikator yang sangat bisa diandalkan.

Di sirkuit jalanan Monaco, hari minggu (16/05/10) kemarin, tim Red Bull Racing kembali menunjukkan tanduknya. Pada babak kualifikasi sehari sebelumnya, tim yang dimiliki oleh pengusaha minuman berenergi tersebut memperpanjang rekor dengan merebut pole position enam kali berturut-turut musim ini. Sebuah torehan fantastis untuk ukuran tim yang hanya diunggulkan di posisi ketiga (di belakang Ferrari dan McLaren) pada pra-musim yang lalu.

Seminggu sebelumnya, di sirkuit Catalunya, Barcelona, Red Bull juga mengamuk dengan finish di posisi pertama atas nama Mark Webber. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tim yang tampil bagus di Barcelona, biasanya akan bablas menjadi juara di akhir musim. Ini dikarenakan Catalunya adalah tipe sirkuit yang sangat komplet dengan karakter cepat dan lambat sekaligus. Mobil-mobil yang tampil bagus di situ, biasanya juga akan tampil maksimal di sirkuit-sirkuit yang lain. Dan, Red Bull telah membuktikannya kemarin.

Di Monaco, sirkuit jalanan dengan karakter sempit dan lambat, tim berlogo banteng merah ini terbukti tampil “sakti” meski awalnya sempat diragukan. Ini menunjukkan bahwa mobil Red Bull musim ini benar-benar mengerikan! Mereka supercepat di sirkuit dengan karakter cepat dan superlincah di sirkuit dengan karakter lambat seperti Monaco. Bisa dibilang, kompetitor yang lain selapis di bawah Red Bull.

Oleh karena itu, 12 lomba tersisa tampaknya akan menjadi “makanan-makanan empuk” berikutnya buat si banteng merah. Tim-tim lain harus bekerja ekstrakeras dan mati-matian mengembangkan mobil bila ingin menyaingi performa tim besutan desainer kondang, Adrian Newey, tersebut. Sebuah hal yang tampaknya akan berat dilakukan, baik itu oleh Ferrari atau McLaren sekalipun.

Meski demikian, tidak berarti Red Bull tanpa masalah. Ada dua hal yang bisa menahan laju mereka di sisa musim ini. Pertama, masalah ketahanan mesin. Di awal-awal musim, Sebastian Vettel pernah gagal meraih victory karena ngadat. Padahal, dia tengah memimpin lomba dan hanya beberapa lap menjelang finish. Reliability memang masalah klasik bagi Red Bull. Cepat, tapi kadang-kadang mogok. Hal kedua yang bisa menahan mereka menjadi juara adalah nasib buruk. Ya, faktor alam, seperti hujan yang bisa menimbulkan kecelakaan, bisa saja mengganjal laju mereka.

Nah, bagaimana dengan pembalapnya? Siapa yang bakal berjaya? Pada awal musim, semua orang, termasuk saya, menjagokan Sebastian Vettel akan bisa memberikan perlawanan terhadap duo Ferrari dan duo McLaren. Prediksi itu memang tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Di dua lomba terakhir, Vettel terlihat tidak tampil maksimal. Yang mempesona justru rekan setimnya, Mark Webber. Pembalap asal Australia tersebut sukses membukukan double alias meraih pole position dan victory sekaligus di dua lomba berturut-turut, Barcelona dan Monaco.

Ya, Mark Webber adalah calon serius untuk menjadi world champion tahun 2010. Saat ini, dia memimpin klasemen sementara pembalap dengan 78 poin, ditempel ketat oleh Sebastian Vettel yang meraih jumlah poin yang sama. Menarik untuk disimak, persaingan dua orang rekan se-tim yang pastinya akan berlanjut hingga akhir musim nanti.

Satu hal penting yang harus diwaspadai adalah jangan sampai kondisi tersebut merugikan Red Bull sendiri. Ingat, persaingan panas antara Fernando Alonso & Lewis Hamilton di McLaren, tahun 2007 yang lalu. Hasilnya, dua-duanya gigit jari dan gelar juara dunia direbut oleh Kimi Raikkonen di lomba terakhir.

Yup, itulah prediksi sementara. Untuk saat ini, mari kita nikmati 12 seri tersisa yang pastinya bakal seru. Kejutan-kejutan akan tetap kita nantikan supaya musim ini bisa berjalan menarik seperti tahun 2009 kemarin.

Mark Webber merayakan kemenangan di Monaco bersama para personel Red Bull Racing.
Review Seri Balap Formula 1 GP Monaco 2010: Red Bull Mengerikan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s