The Treble Winners

Banyak orang mengatakan bahwa babak final UEFA Champions League tahun ini bukanlah final ideal. Ya, anggapan tersebut memang tidak salah. Bayern Muenchen dan Inter Milan, yang akan berhadapan dalam laga pamungkas, memang tidak terlalu diunggulkan dalam Champions League musim ini. Secara permainan, Barcelona dan Manchester United dianggap lebih layak untuk tampil di partai puncak dan mengulang pertandingan final tahun 2009 yang lalu.

Memang, setiap orang berhak berpendapat. Tapi, inilah sepak bola. Tim dengan permainan indah belum tentu tampil di final, dan belum tentu juara. Di turnamen sepak bola seperti Champions League, hanya ada dua pilihan, menang atau kalah. Dan, filosofi ini dipegang betul oleh dua orang master strategi yang akan berhadapan di babak final, Jose Mourinho dan Louis Van Gaal.

Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih yang sangat mementingkan kemenangan daripada permainan indah di lapangan. Bagi “The Special One”, percuma main bagus tapi kalah. Oleh karena itu, permainan bertahan total yang sangat membosankan seperti ketika melawan Barcelona di semifinal, tidak ragu-ragu untuk dia terapkan, asal Inter Milan bisa melanggeng ke babak final.

Pun demikian dengan Louis Van Gaal. Entrenador yang pernah menjadi atasan Mourinho kala melatih Barcelona tahun 1997-1998 tersebut, juga dikenal sebagai pelatih yang keras. Bedanya, seperti halnya pelatih Belanda lainnya, Van Gaal cenderung mementingkan permainan menyerang yang atraktif untuk meraih kemenangan, tidak seperti mantan asistennya, Jose Mourinho.

Maka dari itu, babak final besok akan sangat menarik untuk disaksikan. Kedua tim sama-sama berpeluang untuk mencetak sejarah sebagai peraih treble winners alias tiga gelar dalam semusim. Bayern sudah menjuarai Bundesliga dan DFB Pokal (Piala Jerman), sedangkan Inter sudah merebut scudetto Serie A-nya yang ke-5 berturut-turut serta juara Coppa Italia. Gelar ketiga yang akan direbut oleh keduanya akan ditentukan pada laga final Champions League di stadion Santiago Bernabeu, Madrid.

Dari segi permainan, diperkirakan Bayern akan tetap dengan pakem semula, yaitu menyerang dan menerapkan penguasaan bola. Berbeda dengan Inter Milan yang dikenal lebih pragmatis, mengandalkan pertahanan ketat dan serangan balik yang cepat. Ketidakhadiran Franck Ribery, yang terkena larangan bermain akibat kartu merah di laga semifinal, menjadi berkah tersendiri bagi Inter. Praktis, tanpa Ribery, Bayern hanya akan mengandalkan seorang Arjen Robben untuk melancarkan serangan dari sayap.

Di sisi Nerazurri, ketiadaan Thiago Motta, yang juga terkena kartu merah di babak semifinal, tidak akan berpengaruh terlalu jauh. Masih ada Esteban Cambiasso sebagai penetral serangan lawan di lini tengah. Dan, Inter masih punya Wesley Sneijder sebagai playmaker. Di lini depan, Diego Milito dan Samuel Eto’o juga siap menyerang balik benteng pertahanan Bayern yang akan digalang oleh Martin Demichelis.

Menarik untuk disimak juga, pertarungan antara Robben dan Sneijder. Dua orang pemain Belanda ini seolah membuktikan bahwa Real Madrid telah salah membuang mereka di awal musim yang lalu. Dua-duanya menjadi pemain kunci yang sangat menentukan perjalanan Inter dan Bayern di Champions League musim ini. Tanpa mereka berdua, mungkin yang berlaga di final adalah tim-tim yang lain, bukan Inter dan Bayern.

Babak final kali ini juga merupakan partai yang sangat berarti bagi rekor pribadi Louis Van Gaal dan Jose Mourinho sebagai pelatih. Kita tahu, sebelum ini, Jose Mourinho sudah pernah menjadi juara Champions League bersama Porto tahun 2004. Demikian juga dengan Van Gaal, dia sudah pernah merebut trofi Champions League ketika membesut Ajax tahun 1995. So, siapapun yang juara di tahun 2010 ini, akan mencatatkan namanya sebagai pelatih yang pernah membawa dua klub berbeda sebagai jawara Champions League. Apakah itu Mourinho atau Van Gaal? Perjuangan para pemain di lapanganlah yang akan menentukannya.

Jadi, siapa yang bakal juara? Meski catatan sejarah lebih memihak ke Bayern (sudah 4 kali juara) daripada Inter (baru 2 kali juara), saya tetap menjagokan Jose Mourinho (Inter) yang akan merebut treble winners musim ini. Trofi Champions League akan menjadi kado perpisahan yang manis bagi “The Special One”, yang tampaknya bakal melatih Real Madrid musim depan. Sangat menegangkan untuk dinanti. Final Madrid 2010.

Apakah The Special One berhasil mempersembahkan The Treble Winners untuk Inter Milan?
The Treble Winners

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s