The Special One vs Barcelona

Sejak awal digulirkan sampai sekarang, kompetisi Liga Primera selalu didominasi dua klub tradisional yang mempunyai basis pendukung fanatik, yaitu Real Madrid dan Barcelona. Hanya sesekali ada klub lain yang mampu mendobrak dominasi dua raksasa Spanyol tersebut, seperti Valencia di awal tahun 2000-an, serta Deportivo La Coruna dan Atletico Madrid di tahun 90-an. Di luar itu, praktis La Liga menjadi ajang persaingan klasik El Real dan El Barca. Oleh karena itu, sampai muncul tajuk El Clasico saat keduanya bertarung di lapangan. Ya, itulah partai klasik Liga Spanyol yang sangat terkenal di kolong jagat.

Musim ini, saya yakin mahkota juara La Liga tidak akan lepas dari dua seteru abadi itu. Bukannya meremehkan, tapi kekuatan klub-klub lain di luar Real Madrid dan Barcelona memang sangat timpang. Yang paling mendekati mungkin hanya Atletico Madrid, juara UEFA Europa League 2010, yang baru saja mempecundangi juara UEFA Champions League 2010, Inter Milan, di ajang UEFA Super Cup 2010. Itupun dengan catatan, bintang Atletico asal Uruguay, yang juga Pemain Terbaik FIFA World Cup 2010, Diego Forlan, tidak jadi pindah ke Inter Milan.

Selain Atletico Madrid, sebenarnya masih ada Sevilla, Valencia, dan Villarreal. Tapi, saya kira kekuatan tiga klub tersebut masih sangat jauh bila dibandingkan dengan kualitas anak-anak asuhan Jose Mourinho dan Pep Guardiola. Bukti nyata, Sevilla dibungkam empat gol tanpa balas oleh Barcelona di second leg Piala Super Spanyol pekan lalu. Meski di leg pertama berhasil mengalahkan El Barca, yang waktu itu hanya diperkuat pemain-pemain lapis kedua, dengan skor 3-1, Sevilla harus merelakan gelar Piala Super Spanyol melayang karena kalah beda gol dengan Barcelona.

Bagaimana dengan Valencia? Setelah mengalami problem finansial sehingga harus menjual David Villa ke Barcelona dan David Silva ke Manchester City, kekuatan Valencia diperkirakan akan drop musim ini. Bisa lolos ke zona empat besar merupakan target yang paling realistis. Demikian juga halnya dengan The Yellow Submarine, Villarreal. Materi pasukan si kapal selam kuning tersebut masih berada jauh di bawah Real Madrid dan Barcelona. Maka dari itu, tidak heran kalau hanya dua klub yang dijagokan mampu bersaing di Liga Primera Musim ini.

Nah, sekarang yang patut dibahas, siapa kira-kira yang bakal berjaya antara Real Madrid atau Barcelona? Dua musim terakhir, atau sejak ditangani Pep Guardiola, Barcelona tampak di atas angin. Kekuatan finansial Madrid yang mampu mendatangkan bintang-bintang kelas dunia macam Cristiano Ronaldo, Kaka, Karim Benzema, dan Xabi Alonso, seakan-akan menjadi sia-sia ketika harus menghadapi Lionel Messi dkk. Pasukan El Real selalu kalah dan harus puas menjadi nomor dua di Spanyol, yang tentu saja sangat diharamkan oleh para pendukung fanatiknya. Bagi para Madridistas (sebutan fans Real Madrid), boleh kalah lawan klub lain, asal jangan sampai kalah lawan Barcelona.

Musim ini, cerita bisa jadi berbeda. Meski banyak kehilangan pemain bintang seperti Yaya Toure, Rafael Marquez, Thierry Henry, dan Zlatan Ibrahimovic yang terbang ke AC Milan, kekuatan Barcelona tidak menjadi timpang. Kokinya masih sama, yaitu Pep Guardiola. Masih ada Lionel Messi dan mereka mendapat tambahan amunisi baru, David Villa, yang berhasil digaet dari Valencia jauh-jauh hari sebelumnya dan Javier Mascherano yang baru saja hengkang dari Liverpool.

Sedangkan sang kompetitor utama Barcelona, Real Madrid, musim ini tidak lagi belanja jor-joran. Tidak ada ada pemain superstar yang direkrut. Mereka hanya membeli pemain-pemain muda potensial yang bersinar di Piala Dunia kemarin, seperti duo Jerman, Sami Khedira dan Mesut Oezil, serta pemain masa depan Spanyol, Sergio Canales. Bahkan, dua ikon El Real yang sudah membela klub tersebut sejak masih remaja harus dilepas ke klub lain, yaitu Raul dan Guti.

Ya, dari segi pemain, kekuatan Real Madrid mungkin tidak banyak berubah bila dibandingkan musim lalu. Tapi, itu tidak menjadi soal karena kekuatan mereka musim ini ada pada sosok pelatih barunya, The Special One, Jose Mourinho. Setelah berhasil mengantarkan Inter Milan meraih treble winners, inilah saatnya bagi Jose Mourinho untuk membuktikan bahwa dia memang benar-benar pelatih jenius yang mampu juara di tiga kompetisi liga sepak bola paling elite di dunia (Inggris, Italia, dan Spanyol).

Dengan materi pemain bintang yang komplet, seharusnya Mourinho bisa dengan leluasa meramu tim yang tangguh untuk mengarungi Liga Primera. Memang, untuk membentuk tim yang solid dengan memadukan pemain-pemain superstar, seperti saat di Chelsea dan Inter Milan, tidak mudah dan butuh waktu. Tapi, saya yakin Mourinho mampu melakukannya. Ingat, dia selalu berhasil menjuarai liga domestik di musim pertamanya melatih, baik saat bersama Porto, Chelsea, dan Inter Milan. Tinggal kita tunggu, mampukah dia mematahkan dominasi Barcelona musim ini?

Guardiola vs. Mourinho. Siapa bakal menang?
The Special One vs Barcelona

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s