Mendobrak Dominasi Inter Milan

Sudah lima musim terakhir (sejak skandal calciopoli terbongkar tahun 2006) Liga Italia Serie A didominasi Inter Milan. Klub milik taipan Massimo Moratti tersebut sukses mengangkangi Liga Italia, yang dulu pernah menjadi liga sepak bola nomor satu di Eropa, setelah sebelumnya puasa gelar sejak tahun 1989. Dimulai dari era pelatih Roberto Mancini hingga terakhir era The Special One, Jose Mourinho, musim lalu.

Semenjak Juventus terdegradasi ke Serie B gara-gara skandal calciopoli, Inter menjadi klub tanpa tandingan. Satu-satunya yang bisa sedikit mengganggu adalah klub ibukota, AS Roma. Itupun hanya sebatas di ajang Coppa Italia. Di Serie A, Roma selalu keok. Paling banter, Giallorossi (julukan Roma) hanya menjadi runner-up. Sedangkan, AC Milan dan Juventus? Mereka termehek-mehek. Untuk menembus posisi empat besar saja, mereka kesulitan. Terbukti, musim lalu, Nyonya Tua Juventus terlempar sampai ke posisi ke-7 klasemen akhir Serie A.

Tapi, itu adalah cerita masa lalu. Musim ini, sepeninggal Jose Mourinho ke Real Madrid, peta kekuatan Serie A diprediksi bakal berubah. Ya, Inter Milan diperkirakan tidak akan semengerikan seperti jaman Mancini & Mourinho. Memang, pelatih saat ini, Rafa Benitez, bukanlah pelatih kacangan. Dia adalah tactician yang sukses membawa Liverpool juara UEFA Champions League tahun 2005. Tapi, di Italia, Benitez belum punya pengalaman. Apalagi, di level domestik, Benitez termasuk kurang bersinar. Di Premier League, dia selalu gagal membawa Liverpool menjadi yang terbaik. Musim lalu malah makin parah. The Reds hanya mampu diantarkan ke urutan ke-7, tersingkir dari big four.

Bukti terakhir yang membuat makin banyak orang, termasuk saya, meragukan Benitez adalah saat UEFA Super Cup kemarin. Diunggulkan untuk menyapu bersih 6 gelar tahun ini (seperti yang dilakukan oleh Barcelona tahun lalu), Inter malah keok di kaki anak-anak Atletico Madrid dengan skor 2-0. Rapor merah pertama untuk Benitez. Jelas terlihat, permainan Inter tidak sesolid seperti saat masih ditangani Jose Mourinho.

Apa yang membuat Inter berubah? Yang paling mencolok adalah gaya permainan. Di bawah Benitez, Inter terlihat lebih agresif dan sektor pertahanan lebih terbuka. Style-nya sangat mirip dengan pola main Liverpool, dengan Wesley Sneijder difungsikan seperti Steven Gerrard. Ini tentu saja menjadi problem tersendiri bagi pasukan Nerazurri yang terbiasa dengan pertahanan ketat ala Mourinho.

Jose Mourinho sendiri sebenarnya bukan tipe pelatih yang fanatik dengan sistem bertahan. Dia adalah pelatih yang pragmatis dan fleksibel, yang suka menyesuaikan gaya permainan timnya dengan kultur sepak bola masing-masing negara tempat dia melatih. Nah, karena Italia adalah negara dengan kultur sepak bola yang mendewakan sistem bertahan, Mourinho pun mengadopsinya untuk Inter Milan. Dan, terbukti berhasil. Inter dibentuk menjadi tim dengan pertahanan terkuat musim lalu. Bahkan, Barcelona, tim dengan pola serangan terhebat di dunia, harus menyerah kalah dan mengakui kekokohan benteng pertahanan Inter di Liga Champions.

Bila Inter mulai diragukan, siapa yang diprediksi bakal menjadi penantang utamanya musim ini? Yang paling terlihat serius berbenah diri adalah La Veccia Signora, Juventus. Klub yang dimotori oleh keluarga Agnelli tersebut merombak skuadnya habis-habisan. Mulai dari pelatih sampai pemain-pemain bintangnya diganti. Luigi Del Neri, allenatore yang sukses membawa Sampdoria menembus empat besar musim lalu, diboyong ke Turin. Sederet pemain-pemain baru dibeli untuk menggantikan bintang-bintang lama yang tidak bersinar.

Tidak ada lagi nama Fabio Cannavaro, Diego Ribas, dan David Trezeguet di skuad Nyonya Tua. Mereka digantikan oleh Leonardo Bonucci, Marco Motta, Milos Krasic, Alberto Aquilani, Fabio Quagliarella, Simone Pepe, dan Davide Lanzafame. Bintang lama yang masih bertahan adalah Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, Claudio Marchisio, Felipe Melo, Carvalho Amauri, dan Il Capitano, Alessandro Del Piero. Sayang, Giampaolo Pazzini sepertinya gagal direkrut. Striker timnas Italia tersebut masih cinta dan ingin tetap bermain bersama Sampdoria.

Dengan deretan pemain-pemain baru seperti di atas, Juventus diharapkan mampu mendobrak dominasi Inter Milan. Juventini (sebutan supporter Juventus) sudah rindu akan lahirnya Super Juve yang baru. Mampukah? Semua tergantung tangan dingin Luigi Del Neri. Bisakah dia mengikuti jejak Marcello Lippi saat membawa Super Juve meruntuhkan dominasi The Dream Team, AC Milan, di awal tahun 90-an?

Bagaimana dengan pesaing-pesaing Inter yang lain, seperti Roma dan Milan? Di awal-awal musim ini, Milan tidak terlalu diunggulkan karena secara tim tidak mengalami perubahan yang berarti, kecuali pelatihnya yang baru, Massimiliano Allegri. Tapi, di akhir bulan Agustus ini, Milan membuat gebrakan dengan mendatangkan Zlatan Ibrahimovic dari Barcelona. Ya, kedatangan Ibra jelas akan menambah daya dobrak Milan yang sebelumnya mengandalkan trio Ronaldinho-MarcoBoriello-Alexandre Pato. Apalagi, Ibra adalah pemain yang pernah sukses di Italia bersama Juventus dan Inter Milan. Ingat, Ibra selalu berhasil meraih scudetto bersama dua klub tersebut. Milan adalah klub Italianya yang ketiga. Mampukah dia membawa Milan meraih scudetto juga? Menarik untuk ditunggu.

Lalu, bagaimana kans AS Roma? Secara tim, sebenarnya Roma termasuk solid. Kekuatan mereka tidak banyak berubah, tetap dipimpin oleh sang pangeran, Francesco Totti. Pelatihnya juga tetap, Claudio Ranieri, yang musim lalu berhasil membawa Roma finish di urutan kedua klasemen akhir Serie A. Selain itu, mereka juga mendapat tambahan amunisi baru yang merupakan muka lama di Serie A, yaitu mantan bintang Inter Milan dari Brazil, Adriano. Dengan fakta inilah saya berani menjagokan bahwa Roma juga termasuk di antara tim-tim unggulan yang musim ini berpeluang menjegal kekuasaan Inter Milan.

Tanpa mengurangi rasa hormat, selain big four (Inter, Juventus, Roma, Milan), saya melihat klub-klub yang lain kecil peluangnya untuk merebut scudetto. Sampdoria, Fiorentina, Napoli, Lazio, Palermo, Genoa, dan Parma, sepertinya akan lebih banyak berjibaku untuk menembus zona Europa League, syukur-syukur bisa menembus empat besar seperti Sampdoria musim lalu.

Nah, itulah kurang lebih gambaran peta kekuatan Serie A musim ini. Kalo ditanya, saya menjagokan siapa? Objektif, saya sudah menjelaskan di atas, empat klub (Inter, Juventus, Roma, dan Milan) mempunyai peluang yang sama untuk menjadi juara. Tapi, subjektif, hati saya sejak dulu menjadi milik Nyonya Tua.🙂

Mampukah Alessandro Del Piero mendobrak dominasi Javier Zanetti?
Mendobrak Dominasi Inter Milan

One thought on “Mendobrak Dominasi Inter Milan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s