The Next Special One

Kalau ada pelatih sepakbola top di Eropa yang karirnya paling unik, mungkin dia adalah Luis Andre de Pina Cabral e Villas-Boas, atau yang lebih dikenal dengan nama Andre Villas-Boas, manager FC Porto saat ini.

Dilahirkan pada tanggal 17 Oktober 1977, Andre Villas-Boas adalah salah satu pelatih sepakbola termuda di dunia. Usianya baru 33 tahun, tapi dia sudah berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Primeira Portugal di musim pertamanya melatih Porto. Rekornya pun mentereng, tidak tersentuh kekalahan selama semusim penuh. Pencapaiannya tersebut menyamai, bahkan melebihi, apa yang pernah ditorehkan oleh mentornya, The Special One, Jose Mourinho, yang juga pernah sukses melatih Porto di tahun 2002 sampai 2004.

Jika Jose Mourinho masih sempat meniti karir sebagai pemain sepakbola, meskipun hanya sebentar (usia 24 tahun pensiun) dan bermain di klub-klub kecil di Portugal, Andre Villas-Boas sama sekali tidak pernah punya pengalaman bermain bola. Dia adalah satu-satunya pelatih top di dunia yang bukan berasal dari pemain sepakbola. Meski demikian, bukan berarti Andre Villas-Boas miskin pengalaman di dunia kepelatihan.

Sejak usia 16 tahun, dia sudah mengikuti pelatih legendaris Inggris, Bobby Robson, yang saat itu melatih Porto. Dia bertugas di bagian observasi. Di bawah panduan Bobby Robson juga, pada usia 17 tahun, Andre Villas-Boas berhasil mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA kategori C. Dan pada usia 21 tahun, dia menerima pekerjaan sebagai pelatih tim nasional British Virgin Islands. Mungkin dia adalah pelatih tim nasional termuda saat itu.

Pada tahun 2003, nama Andre Villas-Boas mulai dikenal saat menjadi asisten Jose Mourinho di Porto. Dan saat boss-nya tersebut pindah ke Chelsea, lalu Inter Milan, Andre Villas-Boas dengan setia mengikutinya. Pada September 2009, dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai asisten pelatih bidang pemandu bakat di Inter Milan, lalu dia melatih klub kecil di Liga Primeira Portugal, Academica de Coimbra.

Saat pertama kali tiba di sana, Coimbra masih tergeletak di dasar klasemen. Tapi berkat tangan dinginnya, di akhir musim Coimbra berhasil bertengger di peringkat ke-11 Liga Primeira Portugal. Tidak cukup sampai di situ, Andre Villas-Boas juga berhasil membawa Coimbra menembus babak semifinal Piala Liga Portugal 2009/2010, sebelum akhirnya dikalahkan oleh Porto.

Prestasi moncernya tersebut yang akhirnya membuat Porto tertarik dan merekrutnya menjadi pelatih, menggantikan Jesualdo Ferreira, tanggal 2 Juni 2010. Saat dipresentasikan sebagai pelatih baru pada tanggal 4 Juni 2010, Andre Villas-Boas mencatatkan namanya sebagai pelatih termuda sepanjang sejarah Liga Primeira Portugal. Usianya kala itu belum genap 33 tahun. Dan hebatnya lagi, dia langsung mempersembahkan Portuguese Supercup, mengalahkan rival utama Porto, Benfica, dengan skor 2-0.

Kesuksesan Andre Villas-Boas tersebut tidak bisa dilepaskan dari sosok Jose Mourinho. Selama mendampingi The Special One, dia mampu menyerap ilmu kepelatihannya dengan baik, mulai dari strategi di lapangan,gaya melatih, sampai karakternya nyaris menyerupai Jose Mourinho.

“Jose adalah pelatih luar biasa. Saya banyak belajar darinya. Apa yang saya dapatkan darinya, saya terapkan di Porto. Jika saya bisa menyamai apa yang pernah Jose lakukan di sini, itu sebuah catatan istimewa. Jose sendiri telah menelepon saya dan memberi dukungan,” demikianlah yang Andre Villas-Boas katakan.

Meskipun sangat meneladani, tidak semua yang dia lakukan meniru Jose Mourinho. Dari segi gaya bermain, Andre Villas-Boas sangat berbeda dengan mentornya. Jika Jose Mourinho menyukai pola defensif yang menekankan pada hasil akhir, Andre Villas-Boas lebih condong untuk bermain agresif dengan pola 4-3-3 ala Barcelona-nya Pep Guardiola. Saya pribadi lebih menyukai gaya Andre Villas-Boas daripada Jose Mourinho.

Malam ini, Andre Villas-Boas akan mencoba kembali menorehkan catatan emas, menjadi pelatih termuda yang berhasil menjuarai kompetisi tingkat Eropa. Dia akan memimpin Porto menghadapi klub senegaranya, Braga, di partai final UEFA Europa League, sebuah ajang yang juga pernah dimenangi oleh Jose Mourinho di musim pertamanya melatih Porto pada tahun 2003 (saat itu masih bernama UEFA Cup). Jika Jose Mourinho mampu melakukannya, maka saya pun yakin Andre Villas-Boas juga mampu mencapainya, karena dia adalah The Next Special One.

The Next Special One
The Next Special One

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s