Sang Juara Kembali Ke Wembley

Sembilan belas tahun yang lalu, tendangan bebas Ronald Koeman menembus gawang Sampdoria yang dikawal oleh Gianluca Pagliuca pada babak perpanjangan waktu. Itu adalah gol tunggal yang membawa Barcelona masuk ke jajaran elite klub-klub juara Eropa. Ya, di stadion keramat Wembley, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, Barcelona berhasil menjuarai European Cup pada tahun 1992.

Itu adalah edisi European Champion Clubs’ Cup yang terakhir. Di musim selanjutnya, UEFA mulai memperkenalkan format baru, UEFA Champions League, dengan babak fase grup dan jumlah peserta lebih banyak, yang berlangsung sampai sekarang ini.

Pada tahun 1992, Barcelona adalah salah satu tim terbaik di dunia yang diperkuat oleh Josep Guardiola, seorang pemain muda yang menjadi andalan La Blaugrana di lini tengah. Bersama dengan penjaga gawang, Andoni Zubizarreta, bek kawakan, Miguel Angel Nadal, gelandang kreatif, Jose Maria Bakero, serta trio pemain asing, Ronald Koeman, Michael Laudrup, dan striker legendaris asal Bulgaria, Hristo Stoichkov, Pep Guardiola menjadi pemain kunci “The Dream Team of Catalan” besutan sang master total football dari Belanda, Johan Cruyff.

Beberapa saat lagi, Sang Juara, Pep Guardiola, akan kembali ke Wembley untuk partai finalnya yang kedua, bukan sebagai pemain, tetapi sebagai pelatih Barcelona. Lawannya adalah klub jawara Eropa tiga kali, Manchester United.

Sejak menjadi pelatih Barcelona tahun 2008, Guardiola berhasil mempertontonkan permainan menyerang yang atraktif dan menghibur, yang bahkan lebih hebat dari “Dream Team”-nya Johan Cruyff tahun 1992.

Memang banyak orang bilang bahwa akan mudah melatih tim seperti Barcelona karena ada pemain-pemain terbaik di dunia seperti Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi. Tapi kita semua mungkin masih ingat, dengan tiga pemain itu, Barcelona pernah mengakhiri musim tanpa gelar tahun 2007 dan 2008 saat ditangani Frank Rijkaard. Jadi, di sini terbukti faktor pelatih juga menentukan, bukan cuma soal materi pemain.

Dengan pengalamannya sebagai pemain sekaligus kapten Barcelona di masa lalu, Guardiola berhasil mengakhiri masa paceklik prestasi dan mempersembahkan enam gelar sekaligus bagi Barcelona di musim pertamanya sebagai pelatih. Rekor yang belum bisa disamai pelatih mana pun di muka bumi ini.

Satu dari enam gelar yang berhasil direbut Guardiola dua tahun lalu didapatkan setelah mengalahkan Manchester United di stadion Olimpico Roma. Memang tidak mudah mengulang prestasi tersebut.

Malam ini, Manchester United menantang Barcelona dengan rekor mentereng, yaitu sebagai tim dengan pertahanan terbaik. Tercatat, gawang Setan Merah hanya kebobolan empat kali. Ini adalah ujian sesungguhnya bagi Guardiola yang menjadikan Barcelona sebagai tim paling agresif pencetak 28 gol di Champions League musim ini.

Pasukan Red Devils sendiri tidak gentar menghadapi gaya ofensif yang sering diperagakan anak-anak La Blaugrana. Mereka sudah terbiasa menghadapi Arsenal yang punya pola main mirip Barcelona. Ini tercermin dari komentar Wayne Rooney.

“Melawan Barcelona akan sama seperti menghadapi Arsenal. Kedua klub tersebut gemar mempertahankan bola selama yang mereka inginkan. Jika Barcelona menguasai bola 70 persen dan mengurung kami setengah lapangan, itu tidak masalah. Beberapa tahun sebelumnya, Arsenal juga lebih unggul penguasaan bola ketimbang kami. Namun di akhir laga, kami lebih banyak menang dari mereka,” kata Rooney.

Selain itu, Sir Alex Ferguson bakal sedikit meniru strategi jitu yang pernah diterapkan oleh Jose Mourinho saat Real Madrid berhasil mengalahkan Barca di final Copa del Rey. Jika waktu itu Mourinho memasang Pepe sebagai perusak alur bola di segitiga emas, Messi-Iniesta-Xavi, malam nanti, kemungkinan besar Michael Carrick yang bakal mengemban tugas berat tersebut.

Jika alur bola Barcelona ke Lionel Messi berhasil dirusak, Ryan Giggs dkk punya peluang besar untuk mencuri kemenangan seperti yang sudah dibuktikan oleh Madrid. Apalagi mereka punya dua sayap lincah dengan umpan-umpan matang, Antonio Valencia dan Park Ji-sung, yang berpotensi merepotkan dua bek sayap Barcelona yang dihuni oleh Daniel Alves dan Eric Abidal.

Sebagai kartu as terakhir, selain Wayne Rooney dan Chicharito di barisan depan, Setan Merah masih memiliki sosok tangguh, yaitu Edwin Van Der Sar. Jika tampil top form, tidak mudah bagi pemain mana pun, termasuk Lionel Messi, untuk menjebol gawang kiper legendaris yang bakal pensiun setelah laga final tersebut.

Ingat, Lionel Messi selalu gagal menjebol gawang lawan jika bermain di Inggris. Saat ini, rekor Sang Messias masih scoreless jika bertanding di negerinya Kate Middleton. Laga ketika Barcelona dikalahkan Arsenal di Emirates Stadium beberapa waktu yang lalu adalah bukti bahwa Messi pun bisa melempem.

Guardiola sendiri menegaskan bahwa dia hanya mengenal satu filosofi bermain sepak bola, yaitu menyerang. Dan malam nanti pun dia bakal menerapkan strategi yang sama. Guardiola tidak gentar dengan strategi permainan yang bakal diterapkan oleh Sir Alex Ferguson.

“Kami memiliki sejarah yang bagus di Wembley. Kami ingin mengulanginya,” kata Guardiola, mantan kapten Barcelona yang mengincar gelar kesepuluh dalam tiga tahun karir kepelatihannya.

Semoga berhasil, Pep.

Pep Guardiola, saat menjadi pemain andalan Barcelona.
Sang Juara Kembali Ke Wembley

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s