Catatan SEA Games 2011: No Sacrifice, No Victory

Saya pernah bertanya kepada rekan-rekan saya: maukah Anda selalu mengalah? Rata-rata menjawab: Tidak. Kalau pun harus mengalah, itu karena terpaksa.

Saya rasa hal itu sangat wajar, sebab setiap orang pasti ingin menang, bukan? Sudah menjadi kodrat manusia menginginkan kemenangan dalam hidupnya karena setiap manusia adalah seorang pemenang.

Yang menjadi pertanyaan, dengan jalan seperti apa kita meraih kemenangan tersebut? Banyak orang menghalalkan segala cara demi mencuri kemenangan. Banyak orang yang tidak jujur dalam mengejar kemenangannya. Banyak orang ingin menang secara instant, tanpa melalui proses terlebih dahulu. Menurut saya, mereka semua bukanlah pemenang sesungguhnya. Mereka adalah pecundang yang mencuri medali kemenangan.

Ada seorang pemuda yang hobby berenang, tetapi dia menderita alergi klor (bahan untuk menjernihkan air kolam renang). Penyakit yang dideritanya tersebut tidak membuat dia menyerah dalam mengejar impian menjadi seorang perenang top dunia. Dia mengorbankan dirinya dengan menahan rasa sakit setiap kali berlatih renang. Malah, hal itu membuatnya berenang secepat mungkin agar tak terlalu lama bersentuhan dengan air. Pemuda itu bernama Ian Thorpe, pemenang lima medali emas Olimpiade.

Ada lagi seorang anak kecil yang didiagnosis kekurangan hormon pertumbuhan. Penyakit itu sempat membuatnya patah semangat. Karena ingat akan cita-citanya menjadi pemain sepak bola terbaik di dunia, akhirnya dia bangkit dan menjalani hari-harinya dengan terapi hormon untuk menyembuhkan penyakitnya. Sambil menjalani perawatan, dia tidak lupa untuk terus berlatih sepak bola. Hingga sekarang, tinggi badannya “hanya” 169 cm (cukup pendek untuk ukuran pemain sepak bola di Eropa). Anak itu adalah Lionel Messi, pemain sepak bola terbaik di dunia saat ini.

Ian Thorpe dan Lionel Messi adalah pemenang-pemenang sejati. Satu-satunya yang membedakan mereka dengan para pecundang yang bertopeng pemenang adalah: PENGORBANAN.

Di saat orang lain menghabiskan masa mudanya dengan bersenang-senang, mereka mengorbankan dirinya untuk menjalani terapi perawatan penyakitnya dan terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Memang menyakitkan, tetapi itulah pengorbanan yang harus dibayar demi sebuah kemenangan sejati.

“My pain, my gain,” kata Ian Thorpe.

Tanpa pengorbanan, tidak ada kemenangan. No sacrifice, no victory.

Selamat bertanding di SEA Games 2011.

Catatan SEA Games 2011: No Sacrifice, No Victory

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s