Banyak Jalan Menuju Kiev

Kejuaraan sepak bola antarnegara Eropa, UEFA Euro 2012, malam ini akan dibuka di National Stadium, Warsawa, Polandia. Sebanyak 16 tim akan berebut trofi Henry Delauney, lambang supremasi sepak bola tertinggi di benua biru. Tahun ini akan menjadi edisi Euro terakhir yang diikuti 16 tim. Empat tahun lagi di Prancis, format baru dimulai, sebanyak 24 tim akan menjadi kontestan ajang yang disebut sebagai Piala Dunia mini tersebut. Nah, siapakah yang bakal berjaya di edisi terakhir tahun ini?

Secara garis besar, daftar tim-tim unggulan di Euro 2012 ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu unggulan utama (Spanyol, Jerman, Belanda), raksasa galau (Inggris, Italia, Prancis, Portugal), dan kuda hitam (Rusia dan sisa kontestan lainnya).

Banyak pengamat menjagokan juara bertahan sekaligus juara dunia, Spanyol, akan bertemu tim muda yang sedang naik daun, Jerman, di final nanti. Tapi, kita semua tahu, ada 16 tim yang punya peluang untuk tampil di partai puncak Euro 2012. Ingat, ajang Piala Eropa ini selalu menyajikan kejutan mulai dari edisi pertama digelar. Banyak tim yang semula tidak diunggulkan akhirnya menjadi juara, seperti Uni Soviet tahun 1960, Cekoslovakia tahun 1976, Denmark tahun 1992, dan yang masih segar dalam ingatan kita, Yunani tahun 2004. Impossible is nothing.

Tim Matador Spanyol memang menjadi unggulan utama tahun ini, tapi ada sebuah fakta yang sulit dibantah, yaitu belum pernah ada juara bertahan yang mampu mempertahankan gelarnya sepanjang sejarah Euro. Tim-tim top semacam Italia, Jerman, Belanda, Prancis, dan bahkan Spanyol sendiri sudah pernah merasakan bagaimana sulitnya mempertahankan gelar juara Eropa. Meskipun punya permainan yang bagus dan kelihatannya sulit ditaklukkan, belum tentu tim juara bertahan bisa mulus sampai partai final. Apa yang terjadi pada Barcelona di Champions League tahun ini bisa saja dialami Spanyol. Kandas sebelum partai puncak.

Bagaimana dengan Der Panzer Jerman? Sekilas, tim ini sangat menjanjikan. Muda, ambisius, dan sudah haus gelar karena sudah lama tidak berprestasi. Terakhir kali Jerman juara di turnamen mayor adalah saat Euro 1996 di Inggris. Jerman saat ini beda dengan Jerman jaman dulu. Jerman jadul dikenal dengan permainannya yang kaku, cenderung membosankan, dan lambat panas layaknya mesin diesel, tapi bermental baja dan sulit ditaklukkan. Tiga kali juara dunia dan tiga kali juara Eropa adalah bukti bahwa Jerman jadul pantas disebut sebagai raja turnamen. Sedangkan Jerman saat ini sangat atraktif, permainannya cepat dan agresif, tapi sering antiklimaks di partai-partai penting. Kegagalan di World Cup 2006, Euro 2008, dan World Cup 2010 adalah fakta bahwa tidak cukup dengan permainan indah untuk merebut juara, tapi juga diperlukan mental baja seperti para pendahulunya. Kegagalan Bayern saat final lawan Chelsea di Champions League kemarin bisa menjadi cermin.

Tim ketiga yang layak diunggulkan adalah De Oranje Belanda. Setelah mengalami kegagalan di final World Cup 2010, tim asuhan Bert Van Marwijk ini dianggap bakal lebih matang kali ini. Semua bintangnya mencapai usia puncak, seperti Arjen Robben, Robin Van Persie, Wesley Sneijder, dan Rafael Van Der Vaart. Mungkin, tahun inilah kesempatan terakhir bagi generasi emas Belanda tersebut untuk menggapai prestasi. Dua tahun lagi di Brazil atau empat tahun lagi di Prancis, usia mereka mulai menua dan bakal lebih sulit untuk meraih gelar juara. Now or never.

Bagaimana dengan para raksasa galau seperti Inggris, Italia, Prancis, dan Portugal? Well, apapun bisa terjadi. Inilah tim-tim yang bisa mengejutkan, tapi juga bisa memalukan dalam Euro kali ini. Jangan heran kalau nanti Inggris, Italia, Prancis, atau Portugal juara. Tapi juga jangan kaget kalau ternyata mereka gagal lolos dari fase grup.

Inggris, meskipun kualitas para pemainnya banyak ditertawakan, sebenarnya masih menyimpan potensi. Hanya sayangnya, The Three Lions tidak lagi dilatih oleh Italiano. Seandainya masih dipimpin oleh Fabio Capello, John Terry mungkin bisa memuaskan nafsunya untuk sekali lagi mengangkat trofi kampiun Eropa seperti yang dia lakukan bersama Chelsea musim ini.

Italia? Jangan pernah mencoret nama tim ini dari daftar calon juara di saat sepak bola mereka sedang ditimpa skandal. Awal tahun 1980an saat marak skandal suap dan judi Totonero, Italia malah tampil sebagai juara dunia 1982. Tahun 2006 terjadi skandal calciopoli yang kontroversial, hasilnya Squadra Azzurri kembali menjadi juara dunia. Tahun ini, terjadi lagi skandal calcioscommesse alias pengaturan pertandingan dan judi bola, apakah ini pertanda Italia akan kembali berjaya dan pulang membawa gelar? I want to believe.

Prancis dan Portugal, inilah dua tim raksasa galau yang dihuni oleh banyak pemain dengan skill tinggi, tapi sayangnya terlalu tergantung pada dua superstar yang mereka miliki, yaitu Frank Ribery dan Cristiano Ronaldo. Setelah tampil mengecewakan di World Cup 2010, dua tim ini berusaha membangun lagi kekuatannya di tangan tactician muda, Laurent Blanc dan Paulo Bento. Apakah keduanya mampu mengikuti jejak Roberto Di Matteo sebagai juara Eropa? Kalau hal itu terjadi, akan semakin melengkapi kejayaan para pelatih muda musim ini.

Bagian terakhir adalah para kuda hitam, seperti Rusia, Polandia, Kroasia, Swedia, dan sisa peserta lainnya. Jika kita mengikuti sejarah Euro, jangan pernah meremehkan tim-tim kecil karena sebenarnya tidak ada tim nonunggulan di Piala Eropa. Semua bisa menjadi juara dan menuntaskan mission impossible seperti Yunani delapan tahun yang lalu. Banyak jalan menuju Kiev, tapi hanya satu tim yang bakal mengangkat piala, dan bisa jadi tim itu adalah tim kuda hitam.

Selamat menunaikan ibadah Euro 2012.

Banyak Jalan Menuju Kiev

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s