In Memoria: Omar Sivori, Maradona-nya Juventus di Era Enam Puluhan

omar sivori ecodellariviera.it_
Sebelum nama Diego Maradona mencuat dan menjadi pemain terbaik dunia di tahun 1980an, Argentina terlebih dahulu melahirkan sosok pemain sepak bola mungil dengan skill brilian. Dia adalah Enrique Omar Sivori, peraih Ballon d’Or tahun 1961 yang akhirnya menjadi salah satu legenda Juventus dan dijuluki sebagai “Maradona-nya Era Enam Puluhan” oleh kalangan media.

Dengan keahlian utama menggiring bola dan kelihaiannya dalam melakukan “nutmeg” (gerakan melewatkan bola di antara dua kaki lawan), pemain kelahiran 2 Oktober 1935 ini menyihir dan memesona para penggemar bola, terutama para Juventini. Kemampuan mencetak golnya juga fantastis. Kaki kiri, kaki kanan, dan kepala semuanya hidup, meskipun dia termasuk pemain bertubuh kecil dengan tinggi hanya 163 cm.

Pada tahun 1960an, pemain dengan kemampuan menggocek bola seperti Sivori adalah makanan empuk bagi para tukang jagal di atas lapangan. Untuk menunjukkan bahwa dia tidak gentar dengan terjangan pemain lawan, Sivori selalu memakai kaos kaki yang digulung sampai ke pergelangan kaki, tanpa menggunakan pelindung tulang kering setiap kali bertanding.

Mengawali karir profesionalnya bersama River Plate tahun 1954, Omar Sivori langsung menjadi rising star dan membawa River Plate menjadi juara Primera Division Argentina tiga kali berturut-turut musim 1954/55, 1955/56, dan 1956/57. Prestasi inilah yang akhirnya membuat dia dilirik oleh klub terbesar di Italia, La Vecchia Signora, Juventus.

Bergabung ke Juventus pada tahun 1957, Sivori dengan cepat menjadi bintang di Liga Italia. Kolaborasinya dengan Giampiero Boniperti dan John Charles melahirkan julukan “The Magical Trio” yang sangat tersohor kala itu. Bersama Nyonya Tua, Sivori total mencetak 167 gol dalam 253 penampilan dan tercatat sebagai top scorer Juventus ke-5 sepanjang masa. Aksi fenomenalnya adalah saat dia mencatat double hat-trick alias enam gol saat Juventus menggelontor Inter 9-1 dalam Derby d’Italia edisi 10 Juni 1961. Sebuah rekor yang hanya bisa disamai oleh legenda Pro Vercelli, Silvio Piola.

Kebersamaannya bersama Bianconeri berakhir pada tahun 1965 saat dia menyeberang ke Napoli. Di tim biru langit tersebut, prestasi Sivori meredup, hanya menghasilkan 12 gol dalam 63 penampilan, sebelum akhirnya gantung sepatu pada tahun 1969.

Hari ini, tepat sewindu yang lalu Omar Sivori meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Pejuang lapangan hijau yang tidak mengenal rasa takut ini menyerah oleh ganasnya kanker pankreas pada tanggal 17 Februari 2005. RIP Legend.

In Memoria: Omar Sivori, Maradona-nya Juventus di Era Enam Puluhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s