Juve, Campioni d’Inverno!

Review Serie A 2013/2014 Giornata 18: Juventus 3-0 Roma

Kick-off: Senin, 6 Januari 2014, pukul 02.45 WIB

article-0-1A7063F500000578-708_634x426

Grande Partita antara dua tim penguasa klasemen sementara Serie A musim 2013/2014, Juventus melawan Roma, yang diperkirakan berlangsung ketat, berakhir dengan skor antiklimaks, tiga untuk kejayaan sang Nyonya Tua dan kosong untuk kemandulan sang Serigala Ibu Kota.

Dengan hasil tersebut, Juventus secara resmi menggapai gelar tidak resmi, Campioni d’Inverno (Winter Champions) alias juara musim dingin. Selisih 8 poin tidak mungkin terkejar oleh Roma, sementara putaran pertama tinggal menyisakan satu laga lagi. Sang Nyonya Tua pun menjadi juara paro musim Serie A 2013/2014.

Dalam sebelas musim terakhir, tim yang menjadi juara musim dingin selalu berhasil merebut scudetto. Ini berarti Juventus di ambang menyamai rekor juara Serie A tiga kali beruntun seperti yang terakhir kali dicapai tim Juve asuhan Carlo Carcano pada periode 1930-1935.

Kemenangan atas Roma kemarin juga membuat Juventus menyamai rekor 10 kemenangan beruntun seperti yang pernah digapai pada tahun 1932. Hebatnya lagi, dalam 10 laga terakhir ini, gawang Juve yang dijaga Gianluigi Buffon hanya kebobolan sebiji gol saja (saat melawan Atalanta), sisanya clean sheet, termasuk saat membantai Roma kemarin.

Jika menilik jalannya pertandingan dengan seksama, sejatinya Roma menguasai permainan dalam laga melawan Juventus kemarin, terutama sebelum terkena dua kartu merah beruntun yang menamatkan perlawanan para serigala di pertengahan babak kedua. Statistik menunjukkan, Roma lebih banyak menguasai bola daripada Juventus.

Begitu babak pertama dimulai, Juventus yang biasanya mengambil inisiatif serangan, terlihat bertahan dengan sangat dalam. Hal ini rupanya cukup mengejutkan bagi Roma. Di akhir laga, pelatih Roma, Rudi Garcia, mengakui dirinya terkejut. Juventus yang biasanya lebih banyak menguasai bola jika bermain di kandang sendiri, kemarin seakan-akan membiarkan bola dikuasai Roma.

Harus diakui, strategi pelatih Juve, Antonio Conte, yang sengaja tidak melakukan pressing ketat terhadap anak-anak asuh Rudi Garcia itu cukup jitu meredam Roma yang biasanya mengandalkan serangan balik cepat. Francesco Totti dan kawan-kawan tampak kebingungan untuk menembus benteng Juventus yang sengaja bertahan dengan sangat dalam. Aliran bola pun hanya berkutat di lapangan tengah dan jarang sekali menembus kotak penalti Juventus.

Roma, yang biasanya mematikan lawan-lawannya dengan serangan balik, kemarin seperti kena batunya. Gol pertama yang bersarang ke gawang Morgan De Sanctis berawal dari counter-attack. Bola hasil kerjasama apik antara Stephan Lichtsteiner dan Carlos Tevez menembus pertahanan Roma yang bocor bak kondom berkualitas rendah, dan akhirnya dituntaskan dengan dingin oleh Arturo Vidal.

Babak pertama pun berakhir dengan keunggulan satu gol untuk Juventus. Sedangkan Roma tercatat unggul dalam hal ball-possession.

Babak kedua baru berjalan tiga menit, Leonardo Bonucci berhasil menyambar bola hasil freekick Andrea Pirlo. Para bek Roma seperti terhipnotis dan tidak melihat pergerakan Bonucci. Gawang De Sanctis pun jebol untuk kedua kalinya. Kelemahan Roma dalam bertahan menghadapi bola mati berhasil dimanfaatkan dengan sempurna oleh Juventus.

Tertinggal dua gol, Rudi Garcia memutuskan untuk mengubah formasi dan bermain lebih agresif. Mattia Destro dimasukkan untuk menggantikan Miralem Pjanic yang tampak kurang fit malam itu. Roma pun berganti pola dari 4-3-3 menjadi 4-2-3-1 dengan Destro sebagai ujung tombak dan Totti membayangi dibelakangnya.

Perubahan yang dilakukan Garcia tersebut tidak membuat Conte terpancing. Juventus tetap bertahan dengan sangat dalam dengan keunggulan dua gol. Hal ini membuat para pemain Roma semakin kebingungan menembus pertahanan Juventus. Tidak lama kemudian, Totti yang tampak frustrasi pun digantikan oleh Alessandro Florenzi.

Puncak dari rasa frustrasi para pemain Roma tampak saat Daniele De Rossi melakukan tekel dua kaki secara brutal terhadap Giorgio Chiellini. Untung saja Chiellini tidak mengalami cedera. Tanpa ampun, wasit pun mengganjar De Rossi dengan kartu merah.

Semenit kemudian, giliran bek Leandro Castan diganjar kartu merah karena menahan bola yang hampir menembus gawang Roma dengan tangannya. Penalti pun dijatuhkan oleh wasit. Dan Mirko Vucinic mengeksekusinya dengan baik. Skor kembali berubah, 3-0 untuk Juventus.

Semenjak bencana dua kartu merah itu, praktis perlawanan Roma berakhir. Juventus tampaknya juga tidak tega mempermalukan Roma dan enggan menambah gol lagi, meski laga masih tersisa 15 menit. Skor akhir: Juventus 3, Roma 0.

Rekor Roma yang belum terkalahkan musim ini pun patah di Juventus Stadium. Nyonya Tua berhasil menodai Serigala Ibu Kota.

Juve, Campioni d’Inverno!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s