Menjelang Seri Balap Formula 1 GP Bahrain 2014

Tidak terasa, gelaran sirkus balap jet darat paling bergengsi di dunia, Formula 1, musim ini sudah memasuki seri ketiga. Sakhir sudah siap menyambut 11 tim dan 22 pebalap yang bakal berjibaku untuk menjadi yang tercepat di Bahrain International Circuit pada hari Minggu, tanggal 6 April 2014 nanti.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, GP Bahrain yang tahun ini menapak edisi kesepuluh, bakal diadakan pada malam hari. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 5000 bola lampu dibutuhkan untuk membuat balapan malam di sirkuit sepanjang 5,412 kilometer ini segemerlap night race GP Singapura di Marina Bay, dan sepanjang 500 kilometer kabel dibutuhkan untuk menghubungkan lampu-lampu tersebut. GP Bahrain tampaknya ingin menyaingi GP Abu Dhabi yang selama ini terkenal keeksotisannya karena mengadakan balapan sunset race di Timur Tengah.

Bagaimana persiapan tim-tim F1 menghadapi balapan malam pertama sepanjang 57 lap di sirkuit padang pasir ini? Jika di musim-musim sebelumnya GP Bahrain dikenal sebagai salah satu balapan terpanas, kali ini tampaknya suhu lintasan bakal jauh lebih dingin. Semakin malam, semakin mendekati akhir, lintasan lomba yang bakal menempuh jarak sepanjang 308,238 kilometer ini mungkin akan semakin dingin. Tentu saja ini akan berpengaruh pada strategi yang bakal diterapkan oleh masing-masing tim, terutama strategi ban. Di sirkuit dengan catatan top speed 309 kilometer/jam ini, alternatif ban yang bakal digunakan adalah medium dan soft.

Sebelum berbicara lebih jauh tentang balapan di Bahrain, mari kita tengok hasil seri sebelumnya di Malaysia. Di Sirkuit Sepang yang diguyur hujan akhir pekan yang lalu, Mercedes merajalela dengan menempatkan dua pebalapnya, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, finish di posisi terdepan. Itu rekor finish 1-2 yang berhasil diukir oleh Mercedes untuk pertama kalinya di Formula 1 sejak GP Italia tahun 1955. Kala itu, driver Mercedes yang juga pebalap legendaris F1 dari Argentina, Juan Manuel Fangio, finish pertama, diikuti oleh rekan setimnya dari Italia, Piero Taruffi.

Jika di Sirkuit Sepang yang banyak tikungan dan berkarakter high-downforce saja Mercedes begitu dominan, maka di Sirkuit Sakhir yang berkarakter medium-downforce, seharusnya Lewis Hamilton dan Nico Rosberg bakal melaju semakin kencang. Akan sangat sulit bagi mobil-mobil bermesin Ferrari atau Renault untuk mengalahkan kecepatan mobil-mobil bermesin Mercedes di trek lurus yang lumayan banyak menghiasi Sirkuit Bahrain.

Di antara duo Mercedes, sepertinya Hamilton bakal kembali unggul atas Rosberg seperti di Sepang kemarin. Dua kali merebut pole position di dua seri perdana Formula 1 musim ini adalah buktinya. Yang bisa menghentikan Hamilton tampaknya hanya nasib sial, seperti di Australia yang lalu.

Ya, ketika berlaga di Melbourne, Hamilton harus menyudahi balapan lebih awal karena masalah sepele, selang karet pada salah satu di antara enam busi di mesin mobilnya bermasalah. Gara-gara hal itu, hanya lima busi yang terpasang dan hanya lima piston di mobil Hamilton yang bekerja.

Di luar nasib sial itu, performa Hamilton sebenarnya sangat bagus. Saat di Sepang, dia tidak hanya cepat, tapi juga mampu menghemat pemakaian ban dan bahan bakar. Padahal, untuk pebalap bertipe agresif seperti Hamilton, hal itu biasanya sulit untuk dilakukan. Tahun ini, sepertinya kekasih Nicole Pussycat Dolls, yang hubungannya putus-nyambung seperti kisah cinta ababil itu, semakin matang dalam membalap dan siap meraih gelar juara dunia yang kedua sepanjang karirnya.

Seperti yang terjadi di GP Australia, penghematan ban, dan terutama bahan bakar, saat ini adalah hal yang sangat penting. Aturan maksimal fuel flow 100 kilogram/jam harus benar-benar ditaati oleh semua tim dan pebalap jika tidak ingin terkena diskualifikasi seperti yang dialami oleh Daniel Ricciardo dari Red Bull Racing.

Maka dari itu, di Sakhir ini Hamilton sangat berpeluang untuk kembali mencatat grand slam seperti di Sepang kemarin: pole position, fastest lap, dan selalu memimpin lomba sejak start sampai finish. Di Sakhir ini juga, Hamilton berkesempatan untuk “memecahkan telur”, menang untuk pertama kalinya di GP Bahrain, seperti di GP Malaysia akhir pekan lalu.

Rekan setim Hamilton, Nico Rosberg, juga belum pernah menang di Bahrain meski tahun lalu sempat meraih pole position (balapan akhirnya dimenangi oleh Sebastian Vettel). Oleh karena itu, duo Mercedes ini pasti sudah tidak sabar untuk “melepas keperawanan” mereka dan menang di balapan malam pertama ini.

Bagaimana dengan peluang tim-tim top lain seperti Red Bull, Ferrari dan McLaren di Bahrain? Seperti di dua seri awal Australia dan Malaysia, mobil-mobil bermesin Mercedes masih bakal dominan. Di Sepang yang lalu, dari sepuluh pebalap yang finish terdepan, tujuh di antaranya bermesin Mercedes, dua bermesin Renault, dan hanya satu yang bermesin Ferrari. Hanya ada satu pebalap bermesin Mercy yang gagal finish sepuluh besar, yaitu Sergio Perez. Di Sakhir, sepertinya tidak akan berbeda jauh hasilnya.

Harus diingat juga, pada saat sesi uji coba pramusim, Felipe Massa sempat menjadi yang tercepat di Bahrain. Dan kita semua tahu, Massa mengendarai mobil Williams yang bermesin Mercedes. Demikian halnya dengan McLaren-Mercedes, rookie Kevin Magnussen juga mencatatkan waktu terbaik saat sesi test di Sakhir. Oleh karena itu, jangan heran jika di jajaran Top 10 akhir pekan ini juga bakal dijejali oleh mobil-mobil Mercedes, McLaren, Williams, dan Force India yang semuanya bermesin Mercy.

Sebastian Vettel dari Red Bull pun sudah mengakui bahwa di Bahrain timnya bakal sulit mengejar keunggulan Mercedes. Mungkin hanya faktor keberuntungan yang bisa membawa Red Bull yang bermesin Renault mengalahkan Mercedes di Sakhir. Bisa finish di posisi ketiga di belakang duo Hamilton dan Rosberg seperti di Malaysia kemarin sudah merupakan hasil yang bagus bagi Vettel.

Begitu juga dengan Scuderia Ferrari yang mengandalkan duet Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen. Target paling realistis bagi mereka adalah menaiki podium, karena untuk menang di Bahrain bakal sangat susah. Hasil saat sesi kualifikasi akan sangat menentukan, karena semakin belakang posisi start mereka, bakal semakin sulit untuk mengejar delapan mobil bermesin Mercedes yang memang lebih cepat dan unggul secara power.

Seri balap 2014 Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix akan dimulai hari Jumat, 4 April 2014, dengan sesi Free Practice 1 (18.00 WIB) dan sesi Free Practice 2 (22.00 WIB). Hari Sabtu, 5 April 2014, diawali dengan sesi Free Practice 3 (19.00 WIB) dan diikuti sesi Qualifying (22.00 WIB). Hari Minggu, 6 April 2014, adalah raceday dengan start lomba mulai pukul 22.00 WIB. Selamat menonton!

Menjelang Seri Balap Formula 1 GP Bahrain 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s