Review Seri Balap Formula 1 GP Bahrain 2014: Mercedes Lagi, Lagi, dan Lagi!

Fast and Furious: Maldonado vs. Gutierrez
Fast and Furious: Maldonado vs. Gutierrez

Seperti di dua seri sebelumnya, Mercedes kembali berjaya di GP Bahrain 2014. Lewis Hamilton dan Nico Rosberg kembali finish 1-2 di Sakhir, mengulang hasil di Sepang sepekan yang lalu. Dengan demikian, tim Silver Arrows Mercedes resmi menyapu bersih tiga kemenangan di awal musim ini.

Kemenangan di Bahrain itu sekaligus menjadi kemenangan kedua Lewis Hamilton tahun ini dan kemenangan pertamanya di Sakhir. Setelah sekian lama gagal menapak podium tertinggi di sirkuit padang pasir tersebut, kekasih Nicole itu akhirnya dapat “memecahkan telur”-nya dalam balapan yang berlangsung cukup sengit kemarin malam. Hamilton menjadi pebalap keenam yang mampu mencatatkan namanya sebagai pemenang GP Bahrain yang kemarin memasuki edisi kesepuluh itu.

Tidak seperti di GP Malaysia dimana Hamilton sangat dominan dengan mencatat grand slam (pole position, fastest lap, dan selalu memimpin lomba dari start hingga finish), di Sakhir dia mendapatkan tantangan berat dari rekan setimnya sendiri, Nico Rosberg, yang menduduki pole position. Persaingan antara duo Mercedes itulah yang membuat balapan malam GP Bahrain menjadi seru dan tidak membosankan seperti di Sepang dan Melbourne. Sejak start, lomba memang sudah berlangsung ketat di depan. Hamilton yang berada di grid kedua berhasil menyalip Rosberg di lap pertama.

Di pertengahan lomba, balapan menjadi lebih seru ketika safety car masuk di lap ke-41 setelah tabrakan spektakuler antara Pastor Maldonado dan Esteban Gutierrez. Mobil Gutierrez yang dihajar dari samping oleh Maldonado sampai melayang terbalik di udara dan akhirnya terjerembab di pinggir lintasan. Untunglah, hasil pemeriksaan setelah lomba menyatakan Gutierrez tidak mengalami cedera apapun.

Akibat aksi ugal-ugalannya tersebut, Maldonado dikenai penalti stop-go 10 detik saat lomba. Tidak cukup hanya itu, setelah lomba, hukuman pebalap Lotus asal Venezuela ini ditambah menjadi turun 5 posisi starting-grid saat GP Tiongkok yang akan datang, dan dia juga dikenai 3 poin penalti. Hal ini semakin menambah suram keadaan tim Lotus yang musim ini prestasinya melorot tajam bila dibandingkan musim lalu.

Setelah safety car keluar dari lintasan pada lap ke-46, gap yang sebelumnya sangat jauh antara duo Mercedes dengan para pebalap di belakangnya menjadi hilang. Lomba pun seakan-akan dimulai lagi dari awal dengan susunan posisi start yang berbeda. Hamilton dan Rosberg didepan diikuti duo Force India, duo Red Bull, duo Williams, dan duo Ferrari. Tetapi, karena Mercedes memang unggul secara power, tidak butuh waktu terlalu lama bagi Hamilton dan Rosberg untuk melepaskan diri dari kejaran para pesaingnya. Mereka berdua kembali berduel sendirian di depan dengan lomba hanya menyisakan 10 lap lagi.

Duel antara Hamilton dan Rosberg berlangsung ketat sampai dengan lap terakhir. Strategi pemilihan ban yang berbeda membuat pertarungan keduanya semakin sengit. Rosberg yang memakai ban soft berkali-kali mengancam serta menyalip rekan setimnya itu. Tetapi, Hamilton yang menggunakan ban medium akhirnya berhasil mengambil lagi posisi terdepan dan memungkasi GP Bahrain dengan keunggulan 1 detik di depan Rosberg.

Selain keperkasaan duo Mercedes, ada hal lain yang menarik untuk dibahas, yaitu keberhasilan Sergio Perez dari Force India naik podium di Bahrain. Kemarin malam, Perez menunjukkan bahwa keputusan McLaren mencampakkannya adalah salah. Musim lalu, Perez tidak berprestasi bukan karena dirinya yang buruk, tetapi karena mobil McLaren yang memang amburadul. Ironisnya, di saat Perez tersenyum bahagia, kemarin McLaren mengalami malam yang suram. Dua jagoannya, Jenson Button dan Kevin Magnussen, gagal finish dan mogok duluan sebelum lomba berakhir.

Selain Perez, yang patut diapresiasi juga adalah keberhasilan Daniel Ricciardo finish di posisi keempat. Untuk kali kedua setelah di Melbourne (sebelum dia didiskualifikasi karena masalah aliran bahan bakar), pebalap asal Australia ini mengungguli rekan setimnya, juara dunia empat kali, Sebastian Vettel. Padahal, sebelum lomba dimulai, Ricciardo terkena penalti turun 10 posisi starting-grid akibat unsafe release (ban mobil tidak terpasang sempurna) setelah pit stop mengganti ban di GP Malaysia pekan lalu. Akibatnya, Ricciardo harus start dari posisi ke-13 meskipun saat sesi Qualifying dia mampu menduduki urutan ketiga tercepat setelah Rosberg dan Hamilton.

Sebastian Vettel sendiri menjalani sesi Qualifying yang kurang mulus di GP Bahrain. Dia hanya mencatat waktu tercepat kesebelas. Untuk kedua kalinya setelah GP Australia, Vettel gagal lolos ke sesi Q3 musim ini, suatu pemandangan langka dalam empat musim terakhir dimana dia sangat dominan dan tangguh. Untungnya, saat lomba dia berhasil melaju dan akhirnya finish di posisi keenam, di belakang Nico Hulkenberg dari Force India.

Force India memang menjalani malam yang indah di Sakhir kemarin. Perez naik podium dan Hulk berhasil mempermalukan juara dunia Vettel. Mesin Mercy yang terpasang pada mobil keduanya tentu saja menjadi faktor utamanya. Sebanyak 6 dari 8 mobil yang bermesin Mercedes berhasil finish di 10 besar. Hanya duo McLaren saja yang gagal.

Selain McLaren, hasil yang kurang memuaskan mungkin dirasakan oleh tim Williams yang juga bermesin Mercedes. Berambisi untuk naik podium di Sakhir, Felipe Massa, yang mencatat waktu tercepat saat sesi test pramusim di Bahrain, dan rekan setimnya, Valtteri Bottas, hanya mengakhiri lomba di posisi ke-7 dan ke-8. Padahal, Massa sempat menguntit Hamilton dan Rosberg di posisi ketiga saat awal lomba.

Hal yang kurang menggembirakan juga dialami oleh duo Ferrari. Hanya mencatat waktu tercepat keenam dan kesepuluh saat sesi Qualifying, Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen malah melorot saat lomba. Alonso hanya finish di posisi ke-10, sedangkan Kimi setingkat lebih baik, di posisi ke-9. Performa mobil Ferrari yang terlihat selambat siput bila dibandingkan dengan mobil Mercedes adalah penyebabnya. Tetapi, setidaknya Ferrari masih bisa mengais poin, lebih baik daripada McLaren yang pulang dengan tangan hampa dari Bahrain.

Sebelum terbang ke Eropa bulan depan, seri balap Formula 1 selanjutnya masih di sekitaran benua Asia, yaitu GP Tiongkok, tanggal 18, 19, dan 20 April 2014. Apakah Mercedes masih tetap dominan? Mari kita tunggu bersama di Shanghai!

Review Seri Balap Formula 1 GP Bahrain 2014: Mercedes Lagi, Lagi, dan Lagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s