Prediksi Balap Formula 1 Musim 2014

Lomba balap Formula 1 musim ini sudah dimulai di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, tanggal 16 Maret 2014 yang lalu. Sebanyak 11 tim dan 22 pembalap berlomba untuk memperebutkan gelar tercepat di muka bumi ini. Berbeda dengan empat musim sebelumnya, di mana F1 didominasi oleh Sebastian Vettel dengan mobil Red Bull-nya, tahun ini bakal ada perubahan dan menjadi titik awal dimulainya era baru dalam ajang balap jet darat tersebut.

Sederet aturan dan spesifikasi mesin baru diterapkan untuk membuat kejuaraan ini lebih ramah lingkungan dan lebih seru, antara lain: pembatasan pemakaian bahan bakar maksimal 100 kilogram per lomba, pembatasan aliran bahan bakar (fuel flow) maksimal 100 kilogram per jam, penggunaan energy recovery system (ERS) yang lebih canggih daripada kinetic energy recovery system (KERS), dan perubahan kapasitas mesin dari 2,4 liter V8 menjadi 1,6 liter V6turbocharged (yang mengakibatkan suara mesin mobil F1 menjadi lebih halus daripada biasanya).

Selain menjadikan balapan lebih seru, perubahan regulasi di atas membuat F1 musim ini menjadi menarik untuk ditebak hasilnya. Bagaimana kira-kira kiprah dari setiap tim yang berlaga sampai akhir musim nanti? Siapakah yang bakal berjaya? Berikut ini adalah prediksinya.

Papan Atas

Mercedes: Nico Rosberg (6) dan Lewis Hamilton (44)
Musim ini Mercedes adalah unggulan utama. Hasil tes pramusim dan sapu bersih kemenangan di tiga lomba awal adalah buktinya. Nico Rosberg dan Lewis Hamilton seakan tidak tersentuh di depan. Mesin Mercedes yang unggul secara power membuat keduanya tidak terkejar. Bakal menjadi kejutan jika juara dunia F1 tahun ini bukan berasal dari Mercedes dan bukan salah satu dari Hamilton atau Rosberg.

Red Bull Racing-Renault: Sebastian Vettel (1) dan Daniel Ricciardo (3)
Setelah merajalela selama empat musim terakhir, sepertinya tahun ini kejayaan Red Bull Racing harus berakhir. Ambisi Sebastian Vettel untuk menyamai rekor Michael Schumacher, juara dunia F1 lima kali beruntun, tampaknya harus terkubur. Belepotan saat tes pramusim dan selalu tertinggal dari Mercedes di tiga seri perdana adalah capaian Red Bull sejauh ini. Bisa finis di belakang duo Mercedes di akhir musim nanti sudah merupakan hasil yang bagus bagi Vettel maupun rekan setimnya, Daniel Ricciardo.

McLaren-Mercedes: Kevin Magnussen (20) dan Jenson Button (22)
Setelah musim lalu terpuruk dan menjalani salah satu periode terburuk dalam sejarah keikutsertaannya di F1, tahun ini McLaren mencoba untuk bangkit. Memang, untuk menggapai juara dunia mungkin masih sulit karena ada Mercedes di depan. Tetapi, setidaknya hasil tahun ini sepertinya tidak akan sememalukan tahun lalu. Untuk menang satu-dua kali dan untuk sekadar naik podium, sepertinya bakal mampu dilakukan oleh Jenson Button dan rookie berbakat, Kevin Magnussen.

Scuderia Ferrari: Kimi Raikkonen (7) dan Fernando Alonso (14)
Kembalinya the Iceman, Kimi Raikkonen, membuncahkan harapan bagi sebagian besar Ferraristi untuk melihat timnya kembali menjadi juara dunia. Tapi, hasil di tiga race awal di Australia, Malaysia, dan Bahrain, termasuk kurang menggembirakan. Mobil Ferrari terlihat kalah cepat dan selambat siput jika dibandingkan dengan mobil Mercedes. Mungkin, target realistis bagi Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen tahun ini adalah menjadi nomor dua di belakang duo Mercedes.

Papan Tengah

Williams-Mercedes: Felipe Massa (19) dan Valtteri Bottas (77)
Sempat diunggulkan di awal musim untuk membuat kejutan karena tim Williams, melalui Felipe Massa, mencatat waktu tercepat saat sesi uji coba di Bahrain. Tetapi, hasil di tiga lomba perdana kurang memenuhi harapan. Mampu menembus 10 besar, tapi impian untuk naik podium masih belum terealisasi. Jika di akhir musim nanti bisa menjadi yang terbaik di antara tim papan tengah, itu sudah merupakan prestasi yang bagus bagi tim yang musim lalu terpuruk di papan bawah ini.

Force India-Mercedes: Sergio Perez (11) dan Nico Hulkenberg (27)
Jika ada tim papan tengah yang prestasinya moncer di awal musim ini, itu adalah Force India. Mesin Mercedes yang terpasang di mobil pebalap buangan McLaren, Sergio Perez, dan Nico Hulkenberg adalah salah satu faktor utama tim ini bisa melejit. Jangan kaget jika di akhir musim nanti mereka berdua bisa menyodok ke papan atas dan menggusur salah satu dari McLaren, Red Bull, atau Ferrari.

Scuderia Toro Rosso-Renault: Jean-Eric Vergne (25) dan Daniil Kvyat (26)
Sudah dua tahun terakhir ini STR mentas dari papan bawah. Musim ini, dengan mengandalkanrookie dari Rusia, Daniil Kvyat, tim satelit Red Bull ini sepertinya masih bakal bertahan di papan tengah. Hasil di tiga seri perdana menunjukkan bahwa Jean-Eric Vergne dan Daniil Kvyat sebenarnya mampu kalau untuk sekedar finis di posisi 10 besar saat lomba.

Sauber-Ferrari: Esteban Gutierrez (21) dan Adrian Sutil (99)
Sauber yang biasanya nyaman di papan tengah, musim ini bisa terpuruk di papan bawah jika tidak segera melakukan perubahan yang signifikan. Tanpa poin satu pun di tiga balapan awal adalah lampu kuning tanda bahaya bagi tim besutan wanita cantik, Monisha Kaltenborn, ini. Mesin Ferrari yang kurang garang bila dibandingkan mesin Mercy mungkin merupakan salah satu penyebabnya.

Lotus-Renault: Romain Grosjean (8) dan Pastor Maldonado (13)
Jika musim lalu sukses menembus papan atas bersama Kimi Raikkonen, yang kini balik ke Ferrari, awal musim ini bisa dibilang Lotus gatot alias gagal total. Setidaknya, itulah yang tergambar di tiga seri perdana di Melbourne, Sepang, dan Sakhir. Menduetkan pembalap yang terkenal ugal-ugalan, semacam Romain Grosjean dan Pastor Maldonado, mungkin bukan langkah yang bijaksana dari Lotus.

Papan Bawah

Caterham-Renault: Marcus Ericsson (9) dan Kamui Kobayashi (10)
Impian Caterham untuk mentas dari papan bawah mungkin harus ditunda dulu. Hanya mengandalkan mesin Renault yang musim ini dipertanyakan reliabilitasnya, dan pembalap debutan minim pengalaman seperti Marcus Ericcson, tim milik Tony Fernandez ini jelas akan kesulitan untuk bersaing dengan tim-tim papan tengah, terutama yang bermesin Mercy semacam Williams dan Force India. Pesaing sepadan bagi Caterham sejak dulu adalah Marussia.

Marussia-Ferrari: Max Chilton (4) dan Jules Bianchi (17)
Tim bekas Virgin Racing ini adalah langganan juru kunci alias urutan terbawah. Target utama Marussia, seperti musim-musim sebelumnya, adalah mengalahkan Caterham. Persaingan antara Marussia dan Caterham ini semacam duel klasik papan bawah antara tim pecundang di F1. Jika bisa mendapatkan satu poin saja di akhir musim nanti, Marussia mungkin bakal berpesta layaknya juara dunia.

Artikel ini dimuat di Opini BeritaSatu (Senin, 14 April 2014 | 22:20): http://www.beritasatu.com/blog/olahraga/3322-prediksi-balap-formula-1-musim-2014.html

Prediksi Balap Formula 1 Musim 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s