Review Formula 1 GP Tiongkok 2014: Hamilton Hat-trick dan Podium Pertama Ferrari

Ambisi Lewis Hamilton untuk mencatat kemenangan tiga kali beruntun di Formula 1 akhirnya tercapai pada hari Minggu (20/4) yang lalu. Ya, setelah berjaya di Sepang dan Sakhir, akhir pekan kemarin Hamilton resmi mencetak hat-trick pertama sepanjang karirnya di Shanghai.

Selain mencetak hat-trick, Hamilton juga resmi ditahbiskan menjadi Kaisar Shanghai. Dengan rekor tiga kali kemenangan (musim 2008, 2011, dan 2014 – semuanya berselang TIGA tahun), Hamilton menjadi pebalap dengan rekor jumlah gelar juara terbanyak sepanjang sejarah GP Tiongkok, mengungguli Fernando Alonso, yang sampai saat ini hanya mampu mengoleksi dua gelar juara di Shanghai International Circuit.

Kemenangan di GP Tiongkok 2014 juga menjadi kemenangan ke-25 sepanjang karir Hamilton di F1. Hal itu membuat namanya sejajar dengan legenda-legenda F1 di masa lampau, seperti Niki Lauda dan Jim Clark. Sebuah pencapaian yang cukup hebat, mengingat usia Hamilton saat ini belum menyentuh angka 30 tahun dan baru menginjak musim kedelapannya di ajang balap paling bergengsi ini.

Jalannya balapan di GP Tiongkok kemarin sebenarnya tidak seseru GP Bahrain, dimana waktu itu Hamilton harus berduel seru dengan rekan setimnya, Nico Rosberg, hingga garis finish. Di Shanghai, Rosberg memang berhasil naik podium di posisi kedua di belakang Hamilton, tetapi kali ini dia tertinggal cukup jauh hingga 18 detik. Hal itu dikarenakan start Rosberg yang bisa dibilang buruk, sehingga dia harus berjuang keras untuk mengejar Hamilton yang nyaris nyaman tanpa gangguan di posisi terdepan.

Pada awal lomba, Rosberg yang start di posisi keempat memang sempat melorot ke posisi ketujuh, ditambah lagi dia juga bersenggolan dengan Valtteri Bottas (Williams-Mercedes), sesaat setelah lomba dimulai. Alhasil, Rosberg kehilangan banyak waktu dan kesempatan untuk bersaing memperebutkan kemenangan pun hampir sirna. Untuk mencapai posisi kedua, Rosberg, yang akhirnya mampu mencatat fastest lap, harus berduel dengan Fernando Alonso dari Ferrari yang start dari posisi kelima.

Meski hanya mampu menjadi yang terbaik kedua di Shanghai, Rosberg tidak terlalu kecewa karena namanya masih berada di puncak klasemen sementara (hasil dari sekali menang dan tiga kali runner-up), unggul 4 poin dari Hamilton yang saat ini sudah mengumpulkan 75 poin (hasil dari tiga kali menang). Kemenangan di GP Tiongkok tersebut menjadikan tim Mercedes menyapu bersih empat balapan di awal musim dan juga sekaligus menjadi finish 1-2 kali ketiga beruntun setelah sebelumnya di GP Malaysia dan GP Bahrain.

Sementara itu, kejutan kecil terjadi di tim Ferrari. Untuk pertama kalinya musim ini, tim Kuda Jingkrak tersebut berhasil naik podium atas nama Fernando Alonso. Sempat bertahan cukup lama di posisi kedua di belakang Hamilton, Alonso akhirnya tak kuasa membendung laju Rosberg yang terus menguntitnya.

Tanda-tanda kebangkitan Alonso sebenarnya sudah terlihat sejak sesi free practice pertama, dimana dia sempat mencatat waktu tercepat. Melihat performa mobil Ferrari yang lamban saat ini, sejujurnya itu adalah sebuah hasil yang cukup lumayan (Alonso finish ketiga dan Kimi Raikkonen kedelapan). Apakah ini karena efek dari boss baru, Marco Mattiacci, yang kemarin untuk pertama kalinya hadir di Shanghai sebagai team principal?

Lain halnya dengan Ferrari yang bisa tersenyum kecil, McLaren-Mercedes harus tersenyum kecut di race kali ini. Duo pebalapnya, Jenson Button dan Kevin Magnussen, hanya mampu finish di posisi ke-11 dan ke-13. Lagi-lagi, tim besutan Ron Dennis itu pulang dengan tangan hampa seperti di GP Bahrain yang lalu. Jeda tiga minggu sebelum balapan pertama di Eropa sepertinya harus dimanfaatkan betul untuk melakukan upgrade oleh tim yang di pramusim sempat diunggulkan bisa bersaing dengan Mercedes ini.

Bagaimana dengan tim juara bertahan Red Bull Racing? Sejatinya, finish di posisi ke-4 dan ke-5 tidaklah buruk-buruk amat bagi Daniel Ricciardo dan Sebastian Vettel. Tetapi, mungkin ada satu hal yang mengganjal dari balapan kemarin, terutama bagi Vettel, yang sempat diperintahkan oleh timnya untuk memberi jalan bagi Ricciardo. Awalnya, team order tersebut diabaikan oleh Vettel. Tapi, setelah dia merasa Ricciardo memang lebih cepat, akhirnya juara dunia empat kali tersebut terpaksa memberi jalan bagi sang jagoan Aussie.

Dengan berakhirnya GP Tiongkok, berakhir pula rangkaian balapan di Asia awal musim ini. Selanjutnya, sirkus F1 akan kembali ke rumahnya di Eropa. Balapan pertama adalah GP Spanyol di Sirkuit Catalunya tiga pekan lagi. Jeda waktu ini tentu saja akan dimaksimalkan oleh tim-tim papan atas seperti Ferrari, Red Bull, dan McLaren untuk mengejar ketertinggalannya dari Mercedes. Menarik untuk ditunggu, upgrade seperti apa yang bakal disajikan oleh tim-tim tersebut, dan apakah Mercedes bakal semakin jauh di depan? Sampai bertemu di Barcelona!

Review Formula 1 GP Tiongkok 2014: Hamilton Hat-trick dan Podium Pertama Ferrari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s