Review Formula 1 GP Kanada 2014: Dominasi Mercy Terhenti

Yang ditunggu-tunggu oleh Formula 1 mania, kecuali pendukung Mercedes, akhirnya datang juga. Ya, dominasi Mercy akhirnya terhenti musim ini di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Kanada. Setelah tujuh lomba berlalu, akhirnya F1 menghasilkan pemenang baru selain Nico Rosberg dan Lewis Hamilton.

Adalah pebalap asal Australia, Daniel Ricciardo, dari tim Red Bull yang akhirnya bisa mematahkan rekor sapu bersih duo Mercy di enam lomba sebelumnya. Ricciardo menapak podium tertinggi, diikuti Rosberg, dan rekan setimnya, Sebastian Vettel, di GP Kanada akhir pekan lalu.

Kemenangan tersebut sangat berarti bagi Ricciardo karena itu adalah kemenangan perdananya selama berkarir di F1. Saat ini, Ricciardo sudah berhasil mencatatkan namanya di dalam daftar grand prix winners yang sudah sejak tahun 2012 yang lalu tidak menghasilkan pemenang baru.

Ricciardo meraih kemenangan tersebut secara dramatis di lap-lap terakhir lomba GP Kanada. Dia baru berhasil menyalip Rosberg di dua lap terakhir sebelum finish. Sebelum itu, dia berada di posisi ketiga dan baru berhasil menyalip Sergio Perez, yang saat itu berada di posisi kedua, di lap ke-65.

Kemenangan Ricciardo akhir pekan lalu juga bisa dibilang berbau keberuntungan karena problem mesin yang dialami duo Mercedes dalam waktu yang bersamaan. Jika Rosberg dan Hamilton tidak mengalami masalah, bisa dipastikan Ricciardo maksimal hanya mampu finish ketiga, atau bahkan tidak naik podium sama sekali.

Tetapi, terlepas dari faktor luck atau bukan, dengan kemenangan perdananya di F1, bocah 24 tahun asal Perth itu sudah memberikan pesan yang jelas bahwa Red Bull Racing tidak perlu galau seandainya suatu saat ditinggalkan oleh Sebastian Vettel, karena mereka saat ini sudah memiliki jagoan baru: Daniel Ricciardo. Ya, di balapan kemarin, untuk kesekian kalinya musim ini, kompatriot Mark Webber itu mampu finish di depan rekan setimnya yang juara dunia empat kali tersebut.

Sementara itu, GP Kanada kemarin akhirnya menjadi balapan yang suram bagi Hamilton yang harus mengalami DNF (do not finish) untuk kedua kalinya musim ini (sebelumnya di seri perdana GP Australia). Apalagi, Rosberg yang mengalami masalah serupa, ternyata masih mampu finish di posisi kedua. Dengan DNF tersebut, Hamilton (118 poin) tertinggal makin jauh dari Rosberg (140 poin) di puncak klasemen sementara.

Mengawali balapan dari posisi start terdepan, duo Mercedes sebenarnya bisa dengan mudah finish 1-2 dan memenangkan GP Kanada 2014. Sayang, di pertengahan lomba, derby Mercy alias duel Rosberg dan Hamilton yang diperkirakan bakal sengit ternyata urung terjadi. Dua mobil Mercy W05 yang dipacu oleh Rosberg dan Hamilton mengalami problem serupa pada remnya. Masalah tersebut bersumber pada sistem pengunduh energi terbuang kinetik (ERS-K).

Saat sedang asyik memimpin di lap ke-37, mobil Rosberg dan Hamilton tiba-tiba kehilangan power. Kecepatan per lapnya menurun. Hamilton masih sempat berusaha kembali ke pit, tapi remnya terlanjur jebol dan mengeluarkan asap. Beruntung bagi Rosberg yang tidak sesial pacar Nicole PussyCat Doll itu. Anak juara dunia F1, Keke Rosberg, tersebut masih mampu melanjutkan balapan meskipun akhirnya harus merelakan posisi pertama direbut Ricciardo di lap ke-69 dari 70 lap yang dilombakan.

Pasca lomba, pihak Mercedes memastikan bahwa nasib sial yang mereka alami disebabkan rusaknya MGU-K (Motor Generator Unit-Kinetic) alias unit kontrol elektronik yang mengubah tenaga dari baterai menjadi gaya kinetik. Kerusakan itu membuat temperatur pada rem belakang meningkat pesat dan akhirnya terbakar seperti yang dialami oleh Hamilton di lap ke-47.

Masalah tersebut dialami Rosberg dan Hamilton sesaat setelah mereka melakukan pit-stop. Oleh karena itu, Mercedes menduga penyebab rusaknya MGU-K di mobil mereka karena kondisi trek di Sirkuit Montreal yang terlalu panas. Saat melakukan pit-stop, mobil tidak bergerak selama beberapa detik sehingga temperatur mesin semakin tinggi. Hal itu akhirnya memperparah kerusakan pada unit kontrol elektronik tersebut.

Akibat dari rusaknya unit kontrol elektronik pada ERS (energy recovery system) adalah stabilitas pengereman yang terganggu. Hal itu membuat suplai tenaga menjadi berkurang. Pada mobil F1 2014 yang menggunakan mesin turbocharged, rem juga berfungsi sebagai sumber tenaga. Maka dari itu, jika rem terganggu, selain mobil menjadi sulit dikendalikan, tenaganya juga berkurang karena rem terhubung dengan ERS.

Tenaga yang dihasilkan oleh ERS sebesar 160 bhp (brake horse power). Sedangkan yang dihasilkan oleh mesin turbocharged sebesar 600 bhp. Oleh karena itu, jika rem rusak, tenaga berkurang 160 bhp, dan akibatnya hanya bisa mengandalkan 600 bhp yang dihasilkan oleh mesin. Itulah yang dialami oleh Rosberg kemarin. Mobilnya kehilangan banyak tenaga yang membuat kecepatannya jauh berkurang.

Berbeda dengan Rosberg yang masih mampu bertahan dalam masalah, Hamilton bisa dibilang sudah jatuh tertimpa tangga. Dengan kerusakan mesin yang dialami kemarin, selain tidak berhasil finish, Hamilton terancam kehabisan jatah unit kontrol elektronik. Dalam satu musim, setiap pebalap memiliki kuota maksimal menggunakan lima unit. Sampai seri ketujuh di GP Kanada kemarin, Hamilton sudah memakai tiga unit. Padahal, sisa lomba tahun ini masih banyak.

Jika melewati kuota lima unit kontrol elektronik, para pebalap akan dikenai penalti turun 10 posisi start. Hukuman tersebut sekarang menghantui Hamilton yang hanya punya sisa dua unit sampai akhir musim nanti. Begitu juga dengan Vettel dari Red Bull-Renault yang saat ini malah sudah memakai empat unit.

Sementara itu, Ferrari yang datang ke Kanada dengan percaya diri harus pulang dengan hasil yang tidak memuaskan. Fernando Alonso hanya mampu finish ke-6 dan Kimi Raikkonen ke-10. Jika Hamilton tidak bermasalah, mungkin duo Ferrari tersebut harus mengakhiri lomba di luar posisi top ten. Apalagi jika Sergio Perez dan Felipe Massa tidak bertabrakan lap terakhir menjelang finish.

Memang sial bagi Perez dan Massa yang sebenarnya berpeluang naik podium, bahkan menang lomba, akhirnya harus pulang dengan tangan hampa setelah mengalami crash hebat. Tapi, untungnya, dua pebalap mantan McLaren dan Ferrari yang saat ini memperkuat Force India dan Willams itu tidak mengalami cedera apa-apa. Akibat insiden tersebut, Perez dinyatakan bersalah oleh pengawas lomba. Dia dihukum turun lima posisi start di lomba berikutnya.

Untuk seri selanjutnya, sirkus F1 akan kembali ke Eropa, menyambangi Sirkuit Red Bull Ring di Spielberg, Austria. Patut ditunggu apakah tim Banteng Merah, terutama Daniel Ricciardo, bisa kembali berjaya pada balapan yang diadakan di kandangnya sendiri itu. Sampai jumpa di GP Austria dua pekan lagi!

Review Formula 1 GP Kanada 2014: Dominasi Mercy Terhenti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s