Menjelang Formula 1 GP Austria 2014: Mercedes Memburu Kemenangan di Kandang Red Bull

Setelah aksi sapu bersihnya terhenti dua pekan lalu di Kanada, akhir Minggu ini Mercedes akan kembali memburu kemenangan yang sempat tertunda. Kali ini, sirkuit yang akan ditaklukkan oleh Silver Arrows bukanlah sirkuit yang familier bagi tim-tim ataupun para pebalap baru. Ya, itu dikarenakan akhir pekan ini sirkus Formula 1 akan mengunjungi sirkuit baru, Red Bull Ring, kandang Red Bull Racing, di Spielberg, Austria.

Sebenarnya, kurang tepat kalau menyebut Red Bull Ring adalah sirkuit baru. Dalam kalender F1, pada tahun 2003 sirkuit tersebut sudah pernah menggelar balapan. Saat itu, sirkuit tersebut masih bernama A1-Ring, sebelum akhirnya diakuisisi oleh Dietrich Mateschitz, boss perusahaan minuman berenergi asal Austria, dan namanya pun diubah menjadi Red Bull Ring seperti sekarang ini. Jadi, meskipun sudah 11 tahun absen dari gelaran F1, secara karakteristik, sirkuit Red Bull Ring ini masih sama dengan A1-Ring dulu.

Masalahnya, tidak banyak pebalap F1 musim ini yang punya pengalaman berlaga di kandang Red Bull tersebut. Jangankan para pebalap rookie, pebalap juara dunia semacam Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel pun belum pernah menggeber mobil F1 di sirkuit tersebut. Salah satu dari sedikit pebalap senior yang pernah merasakan sirkuit ini selain Fernando Alonso, Kimi Raikkonen, dan Jenson Button adalah Felipe Massa yang sekarang memperkuat tim Williams.

Meski sudah punya pengalaman berlomba di A1-Ring, Massa menyatakan hal itu tidak akan banyak manfaatnya. Para pebalap rookie dan senior seperti dia punya peluang yang sama besar untuk memenangkan lomba. Hal ini dikarenakan kondisi mobil jaman dulu dan sekarang jauh berbeda. Lagi pula, tidak sulit bagi para pebalap pemula untuk mempelajari sirkuit Red Bull Ring. Mereka tinggal masuk ke simulator seperti yang dilakukan oleh Hamilton.

Ya, seperti halnya para pebalap rookie, di Spielberg, Hamilton memang layaknya perjaka yang belum pernah merasakan malam pertama karena belum pernah sekali pun berlomba di Red Bull Ring. Ketika GP Austria terakhir kali diadakan di A1-Ring tahun 2003, Hamilton masih seorang abege bau kencur. Maka dari itu, Hamilton langsung menjajal simulator untuk mempelajari karakteristik Red Bull Ring, yang termasuk sebagai sirkuit terpendek (4,326 kilometer) di antara sirkuit-sirkuit F1 lainnya musim ini. Dia pun yakin bisa langsung beradaptasi dan siap menaklukkan sirkuit tersebut.

Setelah gagal finish di Kanada dua pekan lalu, Hamilton berambisi mengejar kemenangan beruntun seperti yang pernah dia torehkan sebelumnya. Poin Hamilton saat ini memang tertinggal agak jauh (22 poin) dari pemimpin klasemen sementara yang juga rekan setimnya sendiri, Nico Rosberg. Untuk mengejar Rosberg, memang tidak ada kata lain bagi Hamilton selain kembali berjuang untuk menyapu bersih kemenangan di lomba tersisa.

Setelah seri perdana GP Australia yang lalu, Hamilton juga sempat tertinggal 25 poin dari Rosberg akibat gagal finish. Defisit poin itu akhirnya bisa dia kejar berkat empat kemenangan beruntun yang dia torehkan sesudahnya. Saat ini, Hamilton bertekad untuk mengulangi hal yang sama dan merebut kembali tahtanya yang diduduki oleh Rosberg.

Persaingan antara Hamilton dan Rosberg (pasca insiden yellow flag di kualifikasi GP Monaco), yang sempat mendingin setelah GP Kanada dua pekan lalu, memang bisa kembali memanas akhir pekan ini di Austria. Pihak Silver Arrows pun yakin Hamilton dan Rosberg akan kembali bersaing di depan karena karakter Red Bull Ring yang memang cocok dengan mesin Mercedes yang unggul secara power.

Red Bull Ring memang memiliki empat trek lurus panjang yang biasanya hanya bisa ditaklukkan oleh mobil yang memiliki top speed tinggi. Maka dari itu, para pebalap dari tim lain yang menggunakan mesin Mercy (Mercedes, McLaren, Williams, dan Force India) sangat berpeluang untuk naik podium. Rosberg dan Hamilton pun tampaknya bakal menguasai posisi start terdepan seperti yang sudah mereka lakukan di lomba-lomba sebelumnya.

Seperti halnya di Monaco dan Kanada, jika ingin menghentikan ambisi Hamilton mencetak kemenangan beruntun, Rosberg harus menggeber mobilnya sebelum race dimulai atau di saat sesi kualifikasi. Jika sampai Hamilton menguasai pole position, bakal sulit bagi Rosberg untuk membendungnya saat lomba. Maka dari itu, persaingan sengit sesungguhnya sudah dimulai hari Sabtu besok saat sesi kualfikasi berlangsung.

Berbeda dengan sirkuit jalan raya di Monaco dan sirkuit Montreal di Kanada yang sempit, sehingga sulit untuk melakukan overtaking, di Red Bull Ring tampaknya bakal banyak terjadi aksi salip-menyalip. Tercatat ada dua zona DRS dan empat tikungan yang bisa dimanfaatkan para pebalap untuk mendahului lawannya. Jadi, jangan heran jika akhir pekan ini kita kembali disuguhi duel sengit antara duo Mercy, Hamilton dan Rosberg.

Sementara itu, Red Bull Racing menyambut balapan di kandang sendiri dengan perasaan bahagia dan berharap bisa menggapai podium tertinggi seperti di Kanada. Dukungan sebagai tuan rumah dari para fans pasti menjadi poin plus tersendiri bagi Vettel dan timnya. Meski demikian, untuk kembali berjaya seperti yang dicapai oleh Daniel Ricciardo dua pekan lalu, Red Bull membutuhkan sedikit keberuntungan. Karakter sirkuit adalah alasannya. Top speed Red Bull masih kalah sekitar 12-15 kilometer/jam dari mobil-mobil bermesin Mercedes di trek lurus.

Seperti halnya Red Bull, Ferrari juga berharap Mercedes kembali mengalami nasib sial alias kerusakan mesin di Austria, karena memang itulah satu-satunya kesempatan bagi Alonso dan Raikkonen untuk bisa meraih kemenangan. Dalam kondisi normal, peluang terjadi kejutan untuk mengalahkan Mercedes sangat kecil. Apalagi, cuaca diperkirakan akan cerah saat lomba berlangsung pada hari Minggu. Hujan gerimis mungkin hanya akan turun saat sesi free practice hari Jumat ini.

Selain kerusakan mesin, Red Bull dan Ferrrari juga bisa berharap para pebalap yang menggunakan mobil bermesin Mercedes melakukan kesalahan, terutama para pebalap yang baru kali ini terjun di Red Bull Ring. Kesalahan strategi lomba dan pergantian ban saat pitstop juga bisa membuat keunggulan top speed menjadi buyar. Ingat, ini adalah sirkuit baru. Tidak ada tim, termasuk Mercedes, yang mengetahui settingan mobil yang pas untuk menaklukkan sirkuit ini sebelumnya.

Maka dari itu, meski Mercedes kembali diunggulkan, semuanya masih bisa terjadi akhir pekan ini. Kejutan seperti di GP Kanada bisa saja terulang, mobil-mobil bermesin Mercy rontok, dan Red Bull kembali berjaya, tapi kali ini di kandang sendiri.

Seri balap Formula 1 Grosser Preis Von Oesterreich 2014 akan dimulai hari Jumat, 20 Juni 2014, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan sesi Free Practice 2 (19.00 WIB). Hari Sabtu, 21 Juni 2014, diawali dengan sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan diikuti sesi Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 22 Juni 2014, adalah raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Selamat menonton!

Menjelang Formula 1 GP Austria 2014: Mercedes Memburu Kemenangan di Kandang Red Bull

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s