Review Formula 1 GP Austria 2014: Mercedes Kembali Berjaya, Red Bull Amburadul di Kandang Sendiri

Menyambut balapan di kandang sendiri dengan optimistis, setelah pulang membawa kemenangan perdana musim ini dari Montreal, Red Bull harus mengakhiri GP Austria 2014 dengan kekecewaan. Dari empat pebalap (Red Bull Racing dan Scuderia Toro Rosso) yang berlaga di Red Bull Ring, hanya ada satu yang selamat sampai finish, yaitu sang pemenang GP Kanada, Daniel Ricciardo. Sisanya, harus mengakhiri lomba lebih awal, termasuk juara dunia empat kali, Sebastian Vettel.

Gagalnya Red Bull menuai hasil gemilang di kandang sendiri langsung melahirkan kambing hitam. Team Principal Chris Horner menunjuk mesin Renault sebagai biang keladi hasil tidak memuaskan tim milik Dietrich Mateschitz tersebut. Ketahanan mesin buatan Prancis itu dianggap sangat buruk, terutama mesin yang dipakai Vettel. Kecepatannya pun kalah jauh dibandingkan mesin Mercedes yang wus-wus-wus ewes-ewes bablas angine di trek lurus Red Bull Ring.

Hasil mengecewakan yang didapat oleh Ricciardo dkk di Spielberg kemarin akhirnya memicu beredarnya kabar tak sedap tentang masa depan Red Bull dan Renault yang sudah terjalin sejak lama. Kemesraan yang telah melahirkan juara dunia empat musim beruntun itu sepertinya bakal segera berlalu. Ya, Red Bull dan Renault dirumorkan akan pisah ranjang.

Masalahnya, kontrak antara Red Bull dan Renault masih berlangsung sampai 2016. Jadi, sepertinya Red Bull masih harus memendam kekecawaan sampai dua musim lagi jika performa mesin Renault tidak segera membaik. Jika kelak Red Bull memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak, maka kemungkinan besar kiprah Renault di Formula 1 pun akan segera berakhir. Tidak ada lagi tim besar yang menjadi konsumennya.

Kegalauan yang sedang melanda Red Bull tersebut bertolak belakang dengan keceriaan yang sedang menghinggapi kubu Mercedes. Setelah garasi Mercy sempat memanas dalam beberapa pekan terakhir (akibat friksi antara Lewis Hamilton dan Nico Rosberg), di Red Bull Ring kemarin, tampak bahwa suasana tim Silver Arrows itu sudah kembali adem kondusif. Hamilton terlihat menyemprotkan sampanye ke arah Rosberg saat melakukan selebrasi di atas podium, tidak lagi canggung seperti di beberapa lomba sebelum ini.

Finish 1-2 yang diraih oleh Mercedes di Austria memang membuktikan bahwa mereka sudah kembali ke jalur kemenangan beruntun setelah sempat dihentikan oleh masalah rem yang menimpa Rosberg dan Hamilton di Montreal. Hanya saja, kemenangan hari Minggu kemarin sedikit kurang sempurna karena tidak dibarengi dengan pole position seperti biasanya.

Ya, setelah menguasai tujuh kali pole position di awal musim ini, dominasi Mercedes di sesi kualfikasi dihentikan oleh Williams di Red Bull Ring. Tidak tanggung-tanggung, tim milik Sir Frank Williams itu berhasil menduduki posisi start 1-2. Mantan pebalap “kesayangan” tifosi Ferrari, Felipe Massa, meraih posisi start terdepan (setelah terakhir kali dia meraihnya pada GP Brasil 2008), diikuti oleh pebalap muda menjanjikan dari Finlandia, Valtteri Bottas, di posisi start kedua.

Sayang, harapan para F1 mania (yang bukan fans Mercedes, tentu saja) untuk melihat duo Williams berjaya di Red Bull Ring tidak menjadi kenyataan. Bottas dan Massa hanya mampu finish 3-4 di belakang duo Mercedes. Meski demikian, itu sudah merupakan hasil yang bagus. Bahkan, hasil itu adalah yang terbaik yang pernah diraih oleh Williams musim ini.

Williams memang sempat membuat Mercedes was-was pada lomba kemarin. Massa dan Bottas tercatat lebih cepat dalam melaju di trek lurus Red Bull Ring. Apalagi, Hamilton yang harus start dari posisi ke-9 dan RIcciardo dari posisi ke-5. Hal itu semakin membuat Mercedes khawatir, kekalahan seperti yang mereka alami di Montreal sangat mungkin terulang di Austria. Tapi, untungnya, Hamilton melakukan start dengan brilian. Dari posisi ke-9, dia hanya butuh 1 lap untuk melompat ke posisi ke-5, di belakang Rosberg. Setelah itu, Rosberg dan Hamilton bahu membahu mengejar duo Williams yang start di depan mereka.

Faktor kegagalan Williams mempertahankan dua posisi terdepan saat lomba dikarenakan salah strategi pit stop. Massa memilih masuk pit terakhir setelah Rosberg dan Hamilton. Tujuannya, untuk memperlebar catatan waktu dengan kedua jagoan Mercy. Nyatanya, strategi Massa tersebut gagal. Saat keluar dari pit, dia disalip oleh Rosberg dan Hamilton.

Selain duo Williams, kenyamanan duo Mercy memimpin lomba kemarin juga diganggu oleh Sergio Perez. Driver Force India asal Meksiko tersebut memang sempat memimpin lomba setelah melakukan pit stop-nya yang kedua. Tapi, sayang sekali, mantan pebalap yang dibuang oleh McLaren itu gagal mempertahankan posisinya dari Rosberg di lap ke-27. Karena tekanan Rosberg, Perez melebar, dan akhirnya dia juga didahului oleh Bottas.

Balapan di Red Bull Ring kemarin memang menjadi ajang unjuk gigi bagi tim-tim yang menggunakan mesin Mercedes. Tercatat, tujuh pebalap bermesin Mercy menduduki posisi Top 10 di akhir lomba. Tiga pebalap non-Mercy adalah duo Ferrari, Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen, serta andalan tuan rumah yang finish di posisi ke-8, Daniel Ricciardo.

Dengan hasil balapan kedelapan ini, posisi Mercedes di puncak klasemen konstruktor semakin tak terkejar oleh Red Bull, apalagi Ferrari di posisi ketiga. Saat ini, Mercedes sudah mengumpulkan 301 poin, sedangkan Red Bull baru 143 poin dan Ferrari 98 poin.

Di klasemen pebalap, Rosberg semakin jauh meninggalkan Hamilton. Gap di antara mereka sekarang menjadi 29 poin. Rosberg 165 poin, Hamilton 136 poin. Sementara itu, Ricciardo jauh di belakang mereka dengan hanya 83 poin.

Setelah GP Austria, race selanjutnya adalah GP Inggris di Sirkuit Silverstone. Di lintasan yang menjadi balapan kandangnya ini, Hamilton tentu saja tidak mau dipermalukan lagi oleh Rosberg. Jarak yang semakin jauh di klasemen harus bisa dipangkas, dan Hamilton pastinya tidak mau membuat para pendukungnya kecewa di rumah sendiri. Sampai jumpa dua pekan lagi di Inggris!

Review Formula 1 GP Austria 2014: Mercedes Kembali Berjaya, Red Bull Amburadul di Kandang Sendiri

One thought on “Review Formula 1 GP Austria 2014: Mercedes Kembali Berjaya, Red Bull Amburadul di Kandang Sendiri

  1. redi says:

    tim tim pemakai mesin mercedes bner2 bejo, sejauh ini nyaris ga ad cacat d performa engine, saluuut. tpi sebetulny ttep berharap alonso segera juara dunia d ferrari, alonso layak dpat gelar itu, mengingat skillnya udh jelas2 oke, cuman sayang mobilnya blom okee. jd, kliatan banget alonso kerja keras abis2an d ferrari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s