Menjelang Formula 1 GP Hungaria 2014: Williams Siap Unjuk Taring di Hungaroring

Dalam tiga lomba terakhir, tim yang sempat menguasai Formula 1 pada era 1990-an, Williams, selalu berhasil meraih podium. Memang, tim yang dibesut oleh Sir Frank Williams ini masih belum mampu mencetak kemenangan, tapi yang pasti sudah berhasil mengalahkan tim-tim lain, di luar duo Mercedes, tentu saja. Jagoan muda Williams asal Finlandia, Valtteri Bottas, dalam tiga seri terakhir selalu finish di posisi tiga besar. Jika saja Felipe Massa tidak mengalami nasib sial, mengalami crash dan gagal finish seperti di GP Jerman akhir pekan lalu, mungkin hasil yang didapat Williams bakal lebih baik lagi.

Saat ini, Williams sudah mengumpulkan 121 poin, berada di posisi ketiga klasemen konstruktor, di bawah Mercedes (366 poin) dan Red Bull (188 poin), tapi sudah di atas Ferrari! Jika Bottas bisa terus naik podium dan Massa tidak mengalami hal buruk lagi, bukan tidak mungkin posisi kedua yang saat ini ditempati Red Bull bisa segera dikudeta. Race GP Hungaria akhir pekan ini bakal menjadi penentuan antara Williams dan Red Bull untuk memperebutkan gelar tim terbaik kedua setelah Mercedes.

Jika melihat karakter sirkuit yang sempit dan penuh tikungan, layaknya Monaco tanpa dinding pembatas, Hungaroring seharusnya cocok untuk mobil Red Bull rancangan Adrian Newey yang dikenal handal dalam hal aerodinamis. Statistik menunjukkan, dalam tiga tahun terakhir, meski gagal meraih kemenangan, Red Bull selalu berhasil menaiki podium di Budapest. Sebastian Vettel menjadi runner-up pada tahun 2011 dan 2013, serta finish ketiga pada tahun 2012.

Red Bull, melalui team principal-nya, Chris Horner, cukup optimistis dalam menyongsong GP Hungaria. Meski demikian, Red Bull tidak akan meremehkan Williams yang sudah mengancam kedudukan mereka di klasemen konstruktor. Horner mengakui bahwa mobil Williams yang bermesin Mercedes saat ini lebih cepat daripada mobil Red Bull yang bermesin Renault.

Tim Williams sendiri tidak kalah yakinnya dengan Red Bull. Chief Performance Williams, Rob Smedley, mengatakan bahwa timnya membawa beberapa upgrade untuk race akhir pekan ini. Dengan update tersebut, dia berharap mobil Williams, yang lebih cocok di sirkuit low-downforce, bisa meningkat performanya di sirkuit very high-downforce semacam Hungaroring.

Terlepas dari beberapa upgrade yang mereka bawa, Rob Smedley memang pantas untuk percaya diri. Di GP Jerman akhir pekan lalu, Williams meraih hasil bagus. Padahal, Sirkuit Hockenheim termasuk berkarakter high-downforce yang seharusnya kurang cocok untuk mobil bermesin Mercy yang digeber oleh Bottas dan Massa tersebut. Maka dari itu, layak ditunggu, apakah Williams, terutama Bottas, bisa kembali naik podium (atau bahkan menang) dan unjuk taring di Hungaroring.

Sementara itu, pemimpin klasemen sementara dan calon kuat juara konstruktor, Mercedes, berambisi untuk finish 1-2 akhir pekan ini setelah pekan lalu gagal meraih hasil sempurna (Rosberg menang, tapi Hamilton hanya finish ketiga). Apalagi, tahun lalu Silver Arrows menang di Hungaroring. Tentu saja mereka ingin meraih victory back-to-back di Budapest musim ini.

Lewis Hamilton, bersama Michael Schumacher, saat ini adalah pemegang rekor di GP Hungaria dengan empat kali menang. Tahun lalu, Hamilton berjaya dengan mengungguli Kimi Raikkonen (waktu itu masih di Lotus) dan Sebastian Vettel. Tahun ini, tentu saja dia berambisi mencetak rekor lima kali menang dan menahbiskan diri menjadi King of Hungaroring.

Sirkuit Hungaroring yang terletak di Kota Budapest ini memang bersahabat bagi Hamilton. Tercatat, sudah empat kali dia berjaya di sana, yaitu tahun 2007, 2009, dan 2012 bersama McLaren, serta tahun lalu bersama Mercedes. Jika tahun ini Hamilton kembali menang, Hamilton bakal menjadi pebalap pertama yang mencetak hat-trick tiga kemenangan beruntun di GP Hungaria.

Sebelum Hamilton (2012, 2013), sudah ada empat pebalap yang mampu menang dua kali beruntun di Hungaria, yaitu Nelson Piquet (1986, 1987), Ayrton Senna (1991, 1992), Jacques Villeneuve (1996, 1997), dan Mika Hakkinen ( 1999, 2000). Tetapi, semacam kena kutukan, mereka semua gagal mencetak hat-trick tiga kemenangan beruntun. Mampukah Hamilton mematahkan kutukan tersebut?

Jika mobilnya tidak mengalami masalah lagi, tentu saja Hamilton sangat berpeluang mencetak hat-trick victory di GP Hungaria. Hanya saja, karakter sirkuit yang sempit dan berliku seperti Hungaroring membutuhkan kinerja rem yang handal. Padahal, seperti yang kita saksikan akhir pekan lalu di Hockenheim, mobil Mercedes yang ditunggangi Hamilton mengalami gangguan rem saat sesi kualifikasi. Jika sampai hal itu terulang lagi akhir pekan ini, bisa jadi bakal memupus harapan Hamilton untuk menjadi King of Hungaroring.

Selain problem mobil, penghalang utama yang wajib diwaspadai oleh Hamilton, tentu saja, adalah rekan setim sekaligus favorit juara dunia musim ini, Nico Rosberg. Apalagi, suami Vivian Sibold ini belum pernah merasakan nikmatnya mereguk puncak podium di Budapest. Maka dari itu, bisa dipastikan Rosberg bakal memburu kemenangan sekaligus memperlebar jarak dengan Hamilton di puncak klasemen pebalap.

Seperti halnya sirkuit high-downforce yang lain, sesi kualifikasi menjadi sangat penting di Hungaroring. Siapa pun yang meraih posisi start di depan bakal lebih berpeluang menang karena memang sulit untuk melakukan salip-menyalip di sirkuit sempit nan berliku ini. Jadi, lomba sebenarnya sudah dimulai pada hari Sabtu saat sesi kualfikasi dimulai. Posisi (start) menentukan prestasi.

Bagaimana dengan Ferrari? Sirkuit Hungaroring yang very high-dowforce, dan merupakan sirkuit terlambat di F1, ini seharusnya membuat mobil Ferrari yang juga lambat tidak terlalu tertinggal dari mobil-mobil cepat bermesin Mercedes. Maka dari itu, terbuka kesempatan bagi tim Kuda Jingkrak untuk setidaknya menggapai podium keduanya musim ini.

Dua pebalap Ferrari, Alonso dan Raikkonen juga pernah sama-sama sekali menang di Hungaria. Alonso berjaya tahun 2003 bersama Renault, sedangkan Kimi meraih podium tertinggi tahun 2005 saat masih di McLaren. Tahun lalu, Kimi dengan mobil Lotus yang medioker, mampu finish kedua di belakang Hamilton. Tahun ini, dengan mobil Ferrari yang juga medioker, mampukah Kimi mengulang prestasi naik podium?

Balapan akhir pekan ini bakal berlangsung dalam 70 lap. Cuaca diperkirakan bakal cerah saat sesi free practice dan sedikit mendung saat sesi kualifikasi. Pada hari Minggu, saat lomba, kemungkinan akan turun hujan badai. Jika benar-benar terjadi wet race, maka lomba di Hungaroring yang biasanya boring (sampai dipelesetkan menjadi Hungaboring), bakal sedikit lebih seru. Semoga saja.

Formula 1 Pirelli Magyar Nagydij 2014 akan dimulai hari Jumat, 25 Juli 2014, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan sesi Free Practice 2 (19.00 WIB). Hari Sabtu, 26 Juli 2014, diawali dengan sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan diikuti sesi Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 27 Juli 2014, adalah raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Selamat menonton!

Williams Siap Unjuk Taring di Hungaroring

Menjelang Formula 1 GP Hungaria 2014: Williams Siap Unjuk Taring di Hungaroring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s