Review Formula 1 GP Hungaria 2014: Hungaroring Tak Lagi Boring

Balapan Formula 1 GP Hungaria di Sirkuit Hungaroring yang biasanya membosankan (sampai dipelesetkan menjadi Hungaboring), akhir pekan yang lalu tidak lagi boring. Daniel Ricciardo dari Red Bull Racing secara mengejutkan berhasil menaiki puncak podium menyisihkan Fernando Alonso dari Ferrari dan Lewis Hamilton dari Mercedes yang finish di posisi kedua dan ketiga.

Tidak diunggulkan, Ricciardo berhasil “mencuri” kemenangan keduanya musim ini dari duo Mercedes. Ya, Ricciardo memang satu-satunya pebalap yang berhasil mematahkan dominasi Hamilton dan Nico Rosberg tahun ini. Berbekal mobil Red Bull rancangan Adrian Newey yang memang handal secara aerodinamis, bocah Aussie tersebut mampu menyalip Hamilton dan Alonso di Hungaroring yang sempit dan berliku di empat lap terakhir menjelang finish.

Bagi Alonso, meski hanya mampu finish di posisi kedua dan peluang menang sirna di lap-lap terakhir, balapan pekan lalu sebenarnya patut disyukuri. Untuk kedua kalinya musim ini, akhirnya Alonso dan Ferrari berhasil naik podium. Hebatnya lagi, Alonso mampu mengungguli Hamilton dan Rosberg yang menggeber mobil Mercedes yang supercepat itu. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan karena musim ini Alonso harus bertarung dengan hanya mengandalkan shitty car (seperti kata Niki Lauda).

Sementara itu, Mercedes kembali mengalami masalah reliability. Bila tidak segera diperbaiki, ketahanan mesin bisa menghambat laju tim Silver Arrows yang sangat dominan di separuh awal musim 2014 ini. Petinggi Mercy, Toto Wolff, menyatakan bakal mencari solusi untuk mengatasi problem yang mendera mereka akhir-akhir ini. Reliability akan menjadi fokus utama timnya.

Beruntung bagi Mercedes, setelah GP Hungaria, sirkus F1 memasuki masa summer-break selama hampir satu bulan. Jadi, ada cukup waktu bagi mereka untuk menganalisis semua masalah dan mencari jalan keluar dengan tepat. Wolff mengharapkan masalah mesin yang dialami Rosberg dan Hamilton tidak akan terulang di paruh musim yang tersisa.

Masalah reliability yang menerpa Mercedes di dua seri terakhir memang sangat merugikan, terutama bagi Hamilton. Di Jerman, mobil Hamilton mengalami kerusakan rem depan bagian kanan. Akibatnya, dia menghantam tembok pembatas dan harus menyudahi sesi kualifikasi di Q1. Setelah itu, dia terkena penalti turun lima posisi start dan harus memulai lomba dari urutan ke-20 karena mengganti gearbox.

Di Hungaria pekan lalu, Hamilton kembali tertimpa masalah. Mobilnya terbakar karena terjadi kebocoran bensin. Seperti di GP Jerman, pebalap Inggris itu pun harus menyudahi sesi kualifikasi di Q1 dan terpaksa memulai lomba dari pitlane. Ambisi menjadi King of Hungaroring dengan mencetak kemenangan kelima di GP Hungaria, tampaknya, menjadi semakin berat untuk direalisasikan.

Saat race baru dimulai, Hamilton juga sempat melintir di Tikungan 2. Untung, dia masih bisa menguasai mobilnya dan kembali ke trek. Hujan deras yang mengguyur Hungaroring sebelum lomba dimulai memang membuat lintasan licin dan menyebabkan rem di mobil Hamilton kurang panas. Sementara itu, rekan setimnya, Rosberg, nyaman memimpin lomba di posisi terdepan.

Jalannya lomba berubah setelah mobil Caterham yang dipiloti oleh Marcus Ericcson menghantam pagar ban pembatas di lap kedelapan. Safety car harus keluar dan banyak pebalap memutuskan untuk masuk ke pit lebih awal, kecuali empat mobil terdepan milik Nico Rosberg, Valtteri Bottas, Sebastian Vettel, dan Fernando Alonso.

Setelah empat pebalap tersebut masuk ke pit, pimpinan lomba pun berganti. Daniel Ricciardo berada di posisi terdepan, diikuti oleh Jenson Button. Setelah Button masuk pit, Felipe Massa menguntit Ricciardo di posisi kedua, sedangkan Rosberg dan Vettel kesulitan menyalip Jean-Eric Vergne yang menghadang mereka di posisi kelima.

Safety car yang keluar di lap kedelapan pascainsiden Ericcson harus lebih lama berada di lintasan setelah Romain Grosjean juga mengalami crash di Tikungan 3 pada lap ke-11. Tidak lama kemudian, safety car harus kembali keluar setelah mobil Sergio Perez menghantam pit wall di lap ke-22. Hal ini membuat posisi pebalap kembali berubah. Ricciardo masuk ke pit, Alonso memimpin lomba.

Ricciardo sempat kembali memimpin lomba saat Alonso masuk ke pit di lap ke-38 dan Hamilton satu lap kemudian. Memasuki lap ke-54, Ricciardo masuk ke pit lagi, dan ini menjadikan Alonso kembali memimpin lomba diikuti oleh Hamilton.

Saat itu, Rosberg yang berada di belakang Hamilton terlihat lebih cepat. Mercedes pun memerintahkan (baca: team order) Hamilton supaya memberi jalan kepada rekan satu timnya itu. Tapi, Hamilton menolak. Hal ini menimbulkan kontroversi seusai lomba. Mungkin sakit hati Hamilton masih belum sembuh pascainsiden yellow flag Rosberg di sesi kualifikasi GP Monaco yang lalu. Tidak lama kemudian, di lap ke-56, Rosberg masuk pit dan harus keluar di posisi ketujuh, tertinggal sekitar 20 detik dari pemimpin lomba.

Setelah itu, pertarungan sengit antara Alonso, Hamilton, dan Ricciardo di posisi terdepan terus terjadi. Saat lomba memasuki empat lap menjelang finish, Ricciardo dengan bekal ban yang masih baru berhasil menyalip Hamilton. Satu lap kemudian, giliran Alonso yang dilibas oleh jagoan Aussie ini. Ricciardo pun memimpin lomba sampai akhirnya finish sebagai pemenang di lap ke-70.

Hamilton, yang berusaha mendahului Alonso di posisi kedua, harus meladeni Rosberg yang terus mengejarnya di lap-lap terakhir. Kedua pebalap Mercedes ini akhirnya harus puas finish di posisi ketiga dan keempat di belakang Alonso.

Seakan terkena kutukan, Hamilton yang sebelum ini dua kali beruntun (2012 dan 2013) menang di Hungaroring, harus gagal mencetak hat-trick victory, seperti halnya Nelson Piquet (1986, 1987), Ayrton Senna (1991, 1992), Jacques Villeneuve (1996, 1997), dan Mika Hakkinen ( 1999, 2000).

Sementara itu, Williams, yang digadang-gadang bakal unjuk taring di Hungaroring, harus menyudahi balapan di posisi ke-5 lewat Felipe Massa dan ke-8 melalui Valtteri Bottas. Hal ini membuat posisi mereka di klasemen konstruktor kembali disalip oleh Ferrari, yang sekarang menduduki urutan ketiga di bawah Mercedes dan Red Bull.

Fernando Alonso sejauh ini menjadi satu-satunya pebalap F1 musim ini yang selalu meraup poin. Hal itu terjadi setelah Nico Hulkenberg kandas di lap ke-15, dan untuk pertama kalinya gagal menyumbangkan poin bagi Force India. Sementara itu, rekan setim Alonso, Kimi Raikkonen, yang tampil buruk saat kualifikasi (kandas di Q1), berhasil finish di posisi ke-6. Sebuah hasil yang cukup lumayan bagi tim Kuda Jingkrak.

Setelah GP Hungaria ini, gelaran F1 memasuki masa istirahat musim panas dan bakal kembali tiga pekan lagi di GP Belgia. Apakah Mercedes kembali dihantui oleh masalah mesin? Dan, mampukah Ricciardo kembali menyodok dan merebut kemenangan? Sampai bertemu di Spa-Francorchamps!

Daniel Ricciardo Berjaya di Hungaria

Review Formula 1 GP Hungaria 2014: Hungaroring Tak Lagi Boring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s