Menjelang Formula 1 GP Italia 2014: Red Bull Menatap Asa di Monza

Selepas dari GP Belgia di sirkuit legendaris Spa-Francorchamps, sirkus Formula 1 bakal mengunjungi sirkuit yang dianggap sebagai kuil keramat balap mobil, yaitu Monza di Italia. Seperti halnya Spa, Monza, yang dijuluki sebagai the Temple of Speed, merupakan sirkuit yang berkarakter sangat cepat, cocok dengan mobil-mobil bermesin Mercedes.

Meski di atas kertas sirkuit tersebut bakal menjadi makanan empuk pasukan Mercy, tim-tim lain, terutama para penggawa Red Bull Racing, tidak gentar dan siap menatap asa menjadi juara di Monza. Ya, seperti di Spa dua pekan lalu, yang secara teori seharusnya dengan mudah dilibas oleh Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, ternyata dimenangkan oleh Daniel Ricciardo yang tidak menggeber mobil bermesin Mercedes.

Tercatat, sudah tiga kali Red Bull “mencuri” kemenangan dari Mercedes musim ini, dan tiga-tiganya lewat aksi brilian Ricciardo. Di very high-speed circuit seperti Monza, apapun bisa terjadi. Dan, bukan tidak mungkin, Red Bull kembali “mencuri” kemenangan keempatnya, sekaligus memupuk harapan untuk bikin kejutan menjadi juara dunia tahun ini.

Kondisi internal tim Mercedes yang tidak kondusif pascainsiden serempetan antara Rosberg dan Hamilton di Spa dua pekan lalu memang memberi asa kepada Red Bull. Meski Rosberg kabarnya sudah diberi hukuman oleh Mercedes, bukan tidak mungkin di Monza pekan ini friksi antara anak Keke Rosberg tersebut dan Hamilton kembali terulang. Dan memang itulah yang ditunggu oleh Red Bull dan tim-tim lainnya.

Jika balapan berjalan normal, rasanya memang agak mustahil untuk mengalahkan Hamilton dan Rosberg di Monza. Maka dari itu, para pebalap yang lain berharap terjadi “keajaiban” untuk “mencuri” kemenangan, seperti mesin Mercedes kembali ngadat atau kembali terjadi derby yang panas antara dua pebalap Mercy.

Monza adalah sirkuit yang berkarakter paling cepat di Formula 1. Meski demikian, Monza juga bisa dibilang unik karena selain memiliki trek lurus panjang juga dihiasi tikungan yang sangat lambat. Oleh karena itu, dituntut kinerja rem yang prima di Monza, karena setelah gas pol, biasanya pebalap harus menginjak rem penuh sebelum melibas tikungan.

Nah, karakter Monza yang hard-braking tersebut bisa menjadi momok bagi Mercedes. Seperti yang sudah terjadi di Kanada dan Hockenheim, masalah tersebut menjadi titik lemah bagi tim Mercy. Jika rem mobil Hamilton dan Rosberg kembali bermasalah di Monza, bukan tidak mungkin Ricciardo kembali “mencuri” kemenangan dari mereka.

Ricciardo, yang sudah menang dua kali beruntun di Hungaroring dan Spa, kini mengincar hat-trick victory di GP Italia. Meski demikian, dia mengakui, tantangan terbesar di Monza adalah zona pengereman yang sangat berat sebelum melibas chicane. Selain itu, dukungan para tifosi kepada Ferrari biasanya juga bisa membuat keder para pebalap dari tim lain.

Meski mengandalkan mobil Red Bull yang lebih cocok dengan sirkuit lambat semacam Hungaroring, Ricciardo memang layak optimistis di Monza. Performa mesin Renault sudah membaik setelah melewati paruh musim ini. Terbukti, Red Bull mampu bersaing dengan mobil-mobil bermesin Mercy di sirkuit yang berkarakter cepat. Seperti halnya di Spa yang sebenarnya tidak cocok dengan mobil rancangan Adrian Newey tersebut, Ricciardo mampu menang dan mempermalukan barisan Mercedes.

Sementara itu, sebagai tim tuan rumah, bos Kuda Jingkrak, Marco Mattiacci, meminta para tifosi tidak berharap lebih musim ini. Race di sirkuit cepat Monza dengan mobil Ferrari yang lamban memang bakal menjadi balapan yang berat bagi Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen. Meski demikian, Mattiacci tetap tenang dan meyakini apapun bisa terjadi di balap F1, termasuk jika seandainya Alonso atau Kimi mampu membuat keajaiban dengan menang di kandang sendiri akhir pekan ini.

Alonso sendiri akhir-akhir ini santer digossipkan bakal direkrut (kembali) oleh McLaren-Honda untuk musim depan. Tetapi, pekan ini, Alonso sudah menyatakan akan tetap melanjutkan kontraknya bersama Kuda Jingkrak. Selain itu, dia juga masih ingin menjadi juara dunia bersama Ferrari. Jadi, para tifosi saat ini boleh bernapas lega. Dukungan maksimal tanpa rasa galau dari para Ferraristi bakal diterima Alonso di Monza weekend ini.

Selain Mercedes, Red Bull, dan Ferrari, tim lain yang patut diperhatikan adalah para pengguna mesin Mercy seperti Williams, McLaren, dan Force India. Tim-tim ini sedang berlomba untuk menjadi tim ketiga yang mampu meraih victory musim ini setelah Mercedes dan Red Bull.

Williams, seperti di seri-seri sebelumnya, masih penasaran karena selalu gagal menang, padahal sudah beberapa kali naik podium melalui Valtteri Bottas. Di Monza, tim asuhan Rob Smedley ini berharap mampu meraih hasil lebih baik daripada di Spa. Mobil Williams-Mercedes yang sangat cepat di trek lurus tentu saja sangat cocok digeber oleh Bottas dan Felipe Massa di Monza yang berkarakter low-downforce.

Sementara itu, ada kabar dari tim papan bawah, Caterham, kembali memanggil Kamui Kobayashi untuk membalap di GP Italia. Setelah digantikan oleh pebalap Jerman, Andre Lotterer, di GP Belgia, sang Ninja Jepang bakal segera kembali ke grid F1. Setelah tanpa poin di sebelas balapan awal, Kobayashi memang termotivasi untuk setidaknya finish di posisi sepuluh besar di Monza. Sejak tim Caterham dijual oleh Tony Fernandes ke sebuah konsorsium Swiss-Arab, masa depan anak penjual sushi itu memang tidak aman di F1.

Balapan weekend ini bakal melahap 53 lap sepanjang 306.720 kilometer. Cuaca di Monza diramal bakal cerah dengan suhu sekitar 27 derajat Celcius, terutama saat raceday pada hari Minggu. Meski demikian, hujan gerimis berpotensi turun saat free practice pada hari Jumat dan Sabtu.

Formula 1 Gran Premio D’Italia 2014 akan dimulai hari Jumat, 5 September 2014, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan sesi Free Practice 2 (19.00 WIB). Hari Sabtu, 6 September 2014, diawali dengan sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan diikuti sesi Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 7 September 2014, adalah raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di FOX Sports. Selamat menonton!

Red Bull Menatap Asa di Monza

Menjelang Formula 1 GP Italia 2014: Red Bull Menatap Asa di Monza

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s