Review Formula 1 GP Italia 2014: Terror Hamilton Membuat Rosberg Error

Setelah puasa kemenangan dalam tiga lomba, terakhir kali menang di kandang sendiri di GP Inggris, Lewis Hamilton kembali menggapai podium tertinggi di Monza pada hari Minggu kemarin. GP Italia 2014 juga menandai comeback Hamilton sebagai yang tercepat di sesi Qualifying. Sejak insiden yellow flag di Monaco, Hamilton tujuh kali beruntun gagal meraih pole position (enam kali kalah dari rekan setimnya Nico Rosberg dan sekali dipecundangi Felipe Massa).

Meski start dari posisi terdepan, Hamilton mengawali race di Monza kemarin dengan buruk. Dia mengalami masalah pada software-nya. RS mode pada mobilnya tetap menyala dan mengakibatkan dia kehilangan tenaga dan akselerasi saat start. Problem itu langsung membuatnya drop ke posisi keempat di belakang Rosberg, Kevin Magnussen, dan Massa pada lap pertama. Untungnya, hal itu tidak berlangsung lama.

Pada lap kesembilan, Rosberg melakukan unforced error di Rettifilo chichane. Mobilnya yang seharusnya belok malah bablas melintasi trek lurus. Syukurlah, dia tak menabrak penghalang yang berjajar di sana. Meski demikian, hal itu membuatnya kehilangan banyak waktu, dari semula unggul 3,9 detik di depan menjadi hanya 2,3 detik. Ancaman juga bertambah, karena pada lap kesepuluh, Hamilton sudah berada tepat di belakangnya setelah menyalip Massa dan Magnussen.

Setelah lap kesepuluh itu, Hamilton secara konstan terus menekan dan melancarkan “terror” kepada Rosberg di depannya. Mungkin, karena tak tahan dengan “terror” tersebut, dan ditambah oleh rasa bersalah setelah menyenggol Hamilton di Spa, pada lap ke-29, Rosberg kembali melakukan unforced error yang sama persis di Rettifilo chichane. Kali ini, dia bukan hanya kehilangan waktu, tetapi juga kehilangan posisi terdepan yang diambil alih oleh Hamilton.

Praktis, sejak error Rosberg di lap ke-29 tersebut, Hamilton tak terkejar lagi, sampai akhirnya dia finish di posisi pertama dalam lomba GP Italia yang berlangsung 53 lap. Sementara itu, Rosberg hanya mampu menguntit di belakangnya dan finish di posisi kedua.

Dengan kemenangannya itu, Hamilton mampu mereduksi ketertinggalan poinnya dari Rosberg di klasemen pebalap. Saat ini, Hamilton mengumpulkan 216 poin dan menduduki peringkat kedua di bawah Rosberg (238) dan di atas Daniel Ricciardo (166).

Seusai lomba, Hamilton mengakui bahwa hari Minggu kemarin bukan lomba yang mudah baginya. Apalagi, dia sempat mengalami problem saat start yang membuatnya kehilangan posisi terdepan. Untunglah, kali ini nasib baik seperti berpihak kepadanya. Rosberg melakukan error dua kali dan seakan “memberi jalan” kepadanya untuk kembali memimpin lomba.

Niki Lauda, Non-executive Chairman Mercedes, menyatakan kepada BBC bahwa kesalahan yang dilakukan oleh Rosberg itu karena tekanan konsisten yang diberikan oleh Hamilton di belakangnya. Hamilton, tambah Lauda, mampu bangkit dari keterpurukan dengan kekuatan mental yang luar biasa.

Rosberg sendiri mengakui dia melakukan kesalahan dan terlambat mengerem di Rettifilo chichane karena di belakangnya ada Hamilton yang datang dengan cepat. Seperti halnya keledai bodoh yang melakukan kesalahan dua kali di tempat yang sama, unforced error keduanya di chichane yang sama telah merusak weekend Rosberg yang seharusnya berakhir bahagia.

Di luar error Rosberg, bagi tim Mercedes, lomba kemarin berjalan memuaskan. Untuk pertama kalinya mereka finish 1-2 setelah di empat balapan terakhir selalu gagal mewujudkannya (terakhir di GP Austria pada 22 Juni 2014 yang lalu). Mercy juga happy karena balapan di Monza kemarin berakhir damai tanpa friksi antara Hamilton dan Rosberg.

Di atas podium, seusai selebrasi lomba, Jean Alesi selaku pewawancara sempat bertanya kepada Hamilton, “Apakah kalian (Hamilton dan Rosberg) telah berteman kembali?” Hamilton menjawab, ”Tentu saja. Kami adalah rekan setim dan akan selalu berteman.”

Sementara itu, hasil manis juga ditorehkan oleh mantan pebalap “kesayangan” fans Ferrari, Felipe Massa. Di Monza, Massa berhasil naik podium untuk pertama kalinya musim ini bersama Williams. Terakhir kali dia mencicipi podium pada GP Spanyol 2013 saat masih membela tim Kuda Jingkrak.

Valtteri Bottas, yang selama ini berhasil naik podium dan selalu menggunguli Massa, kemarin harus rela finish di posisi keempat. Sebuah hasil yang sebenarnya cukup bagus, karena di awal lomba, posisi pebalap muda asal Finlandia itu sempat terpuruk di posisi kesebelas. Padahal, dia start dari posisi ketiga.

Bagi tim Williams, finish 3-4 di Monza kemarin merupakan hasil yang bagus. Mereka telah melampaui Ferrari di klasemen konstruktor. Saat ini, Williams menduduki posisi ketiga dengan 177 poin, Ferrari di belakangnya dengan 162 poin. Di klasemen pebalap, Bottas juga sukses menyalip Fernando Alonso dengan keunggulan 1 poin (Bottas 122 poin, Alonso 121 poin).

Balapan di Monza kemarin memang berakhir antiklimaks bagi Alonso. Rekor sebagai satu-satunya pebalap yang selalu finish di posisi sepuluh besar dan selalu menyumbang poin bagi Ferrari akhirnya terhenti. Untuk pertama kalinya musim ini, Alonso gagal finish alias DNF karena mobilnya mengalami masalah girboks.

Rekan Alonso, Kimi Raikkonen, hanya mampu finish di posisi kesepuluh. Beruntung, di akhir lomba, Magnussen kena penalti dan harus turun ke posisi kesepuluh. Kimi mendapat berkah dan dinyatakan finish di posisi kesembilan. Meski demikian, hasil yang didapat Kimi tersebut, ditambah Alonso yang gagal finish, adalah hasil terburuk yang pernah dicapai Ferrari selama balapan di kandang sendiri, the Temple of Speed, Monza.

Sementara itu, Red Bull,yang sebelumnya menang di dua lomba beruntun di Hungaroring dan Spa, dan sempat menatap asa di Monza, akhirnya harus puas dengan posisi kelima dan keenam lewat Daniel Ricciardo dan Sebastian Vettel. Meski kali ini gagal “mencuri” kemenangan dari duo Mercedes, Ricciardo masih mampu mempertahankan keunggulannya dari Vettel. Si bocah Aussie tersebut berhasil mempecundangi sang juara dunia empat kali dengan menyalipnya di beberapa lap terakhir menjelang finish.

Lomba selanjutnya bakal berlangsung malam hari di jalan raya Singapura pada tanggal 19-21 September 2014. Seperti halnya sirkuit-sirkuit bertipe lambat lainnya, mobil-mobil yang tak bermesin Mercedes boleh sedikit berharap untuk bisa menang di sana. Sampai jumpa di Negeri Singa!

Terror Hamilton Membuat Rosberg Error

Review Formula 1 GP Italia 2014: Terror Hamilton Membuat Rosberg Error

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s