Preview Champions League 2014-2015 Group A Matchday 1: Juventus vs. Malmo

Selama tiga musim dilatih Antonio Conte, Juventus selalu berjaya di pentas Liga Italia Serie A. Sang Nyonya Tua secara perkasa merebut scudetto tiga kali beruntun. Tapi, di kancah Eropa, prestasi La Vecchia Signora bisa dibilang tidak memuaskan.

Dua musim lalu, Juventus untuk pertama kalinya menjalani debut di Liga Champions bersama Conte setelah dua musim beruntun absen karena hanya menduduki posisi ketujuh di Serie A. Hasilnya, cukup lumayan. Juve melaju sampai perempat final sebelum dihabisi oleh Bayern Muenchen yang akhirnya bablas menjadi juara.

Musim lalu, di kala harapan begitu membuncah, Juve malah gagal lolos dari fase grup Champions League setelah dipermak Galatasaray di atas lapangan becek bersalju. Tim besutan Conte itu pun terlempar ke kasta kedua, Liga Malam Jumat, Europa League.

Di Liga Europa, yang finalnya musim lalu mengambil tempat di Juventus Stadium, Juve juga hanya bisa bertahan sampai babak semifinal setelah dipecundangi Benfica. Padahal, banyak Juventini yang berharap Bianconeri bisa berjaya di kandang sendiri untuk melunasi kegagalan di ajang Liga Champions.

Musim ini, Conte sudah pergi, dan Max Allegri datang sebagai pengganti. Pertanyaannya, mampukah Allegri membawa Juve berprestasi di Eropa? Sesuatu yang Conte gagal lakukan bersama Andrea Pirlo dkk.

Saat bersama Milan, dengan skuat yang dipenuhi oleh pemain pinjaman dan gratisan, serta bisa dibilang tidak lebih baik dari skuat Juve saat ini, Allegri hanya mampu membawa Milan sampai babak delapan besar. Memang, mereka sempat memberi harapan palsu pada para Milanisti dengan mengalahkan Barcelona. Tapi, pada akhirnya, Milan keok juga dibantai oleh Lionel Messi dkk.

Ketika diperkenalkan sebagai pelatih baru Juventus di awal musim, Allegri sempat berjanji untuk membawa Juve mempertahankan gelarnya di Italia dan kembali menembus delapan besar Eropa. Sebuah misi yang sebenarnya cukup realistis.

Di Serie A, sejauh ini Allegri sukses membawa Juve mengemas poin maksimal dari dua laga. Mereka berada di posisi kedua di bawah Milan (iya, Milan, tim yang penuh dengan pemain pinjaman dan gratisan itu). Milan sebenarnya memiliki jumlah poin sama dengan Juve dan Roma, tapi unggul dalam produktivitas gol.

Besok, di Champions League, Allegri akan diuji oleh Malmo pada matchday pertama fase grup A. Untungnya, laga perdana ini dilangsungkan di Juventus Stadium, bukan di Swedia.

Sewaktu dilatih Conte, Juve memang selalu kesulitan ketika bertandang ke tanah Skandinavia. Musim lalu, Arturo Vidal dkk harus puas ditahan oleh Copenhagen di Denmark. Hal itulah yang menjadi penyebab utama mereka gagal lolos dari fase grup.

Saat menjamu Malmo besok, Vidal dan Pirlo masih dibekap cedera. Jadi, Juve tampaknya bakal kembali mengandalkan Marchisio, Pogba, dan mungkin Kwadwo Asamoah di lini tengah. Roberto Pereyra tidak boleh tampil karena dia menerima kartu merah saat terakhir memperkuat Udinese di pentas Eropa beberapa musim yang lalu.

Meski tanpa Vidal, Pirlo, dan Pereyra, Juve tetaplah unggul di segala lini dibandingkan para pemain antah-berantah yang dimiliki oleh Malmo. Jadi, sudah seharusnyalah tim Zebra mengemas tiga poin penuh di kandang sendiri. Gagal menuai kemenangan, atau, bahkan, kalah, bakal membuat Juve dibayangi déjà vu tersisih di fase grup seperti musim lalu.

Bagi Malmo, laga melawan Juve besok adalah laga yang bersejarah. Untuk pertama kalinya, tim dari kampung halaman Zlatan Ibrahimovic itu lolos ke fase grup Liga Champions. Penampilan terakhir mereka di kompetisi kasta teratas Eropa adalah ketika kalah adu penalti melawan Dynamo Dresden pada musim 1990-1991. Saat itu, tim yang pernah menjadi finalis European Cup musim 1978-1979 ini terhenti di babak kedua.

Musim ini, pada babak kualifikasi Liga Champions, Malmo mengandaskan FK Ventspils dengan agregat 1-0, lalu menyingkirkan Sparta Praha dengan keunggulan gol away meski skor agregat berahir seri 4-4. Pada babak play-off, Malmo menghabisi Red Bull Salzburg 4-2. Malmo pun mencetak rekor menjadi wakil Swedia yang pertama di fase grup Champions League sejak musim 2000-2001.

Di kancah liga domestik, tim besutan pelatih asal Norwegia, Age Hareide, ini menempati puncak klasemen Liga Swedia yang sudah berlangsung selama 23 pekan. Mereka memimpin lima poin di atas AIK Solna. Meski demikian, pada empat laga terakhir, Malmo hanya mampu mengemas satu kemenangan.

***

Perkiraan Susunan Pemain

Juventus (3-5-2)
Buffon; Caceres, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Pogba, Marchisio, Asamoah, Evra; Llorente, Tevez.

Bench: Storari, Ogbonna, Coman, Padoin, Romulo, Giovinco, Morata.
Suspended: Pereyra.
Injured: Marrone, Barzagli, Vidal, Pirlo.

Coach: Allegri.

Malmo (5-3-2)
Olsen; Tinnerholm, E. Johansson, Halsti, Helander, Konate; Kroon, Adu, Forsberg; Rosenberg, Eriksson.

Bench: Azinovic, Concha, Hammar, Cibicki, Rakip, Thelin, Mehmeti.
Suspended: –
Injured: Ricardinho, Thern, P. Johansson.

Coach: Hareide.

Wasit: Szymon Marciniak (Polandia).

Kick-off: Rabu, 17 September 2014, 01.45 WIB.

Prediksi: Juventus 3-0 Malmo.

Preview Champions League 2014-2015 Group A Matchday 1: Juventus vs. Malmo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s