Menjelang Formula 1 GP Singapura 2014: Kesempatan Ricciardo Mengejar Duo Mercedes

Sirkus Formula 1 kembali mengunjungi Asia Tenggara pada akhir pekan ini. Sirkuit jalan raya yang mengitari Marina Bay, Singapura, akan kembali menyuguhkan balapan malam pada para F1 mania.

Hanya saja, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, gemerlap GP Singapura 2014 ini mendapat problem yang cukup serius, yaitu masalah asap. Ya, polusi udara yang diakibatkan oleh kebakaran lahan di Indonesia (Sumatera) sudah mulai memasuki tahap yang mengancam di Singapura. Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura sudah menetapkan status darurat polusi menjadi “tidak sehat”.

Dengan adanya ancaman asap tersebut, GP Singapura weekend ini bakal menjadi seri terberat di sepanjang kalender balap F1 musim ini. Suhu udara yang tinggi, tingkat kelembaban, dan panjangnya race di Singapura (bisa berlangsung sampai dua jam penuh) akan membuat para pebalap kehilangan tiga kilogram dari berat badannya setelah balapan 61 lap tersebut.

Selain itu, selimut asap akan membuat jarak pandang pebalap semakin pendek. Tentu saja, hal itu sangat berbahaya. Apalagi, GP Singapura dilangsungkan pada malam hari. Pihak penyelenggara akan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait sebelum mengambil keputusan tentang kelangsungan balapan. Bagaimanapun juga, keselamatan para pebalap adalah hal yang utama.

Di tengah kepungan asap tersebut, Daniel Ricciardo dari Red Bull menganggap GP Singapura akhir pekan ini menjadi seri yang paling menentukan bagi dia untuk mengejar duo Mercedes. Melihat posisinya di klasemen sementara yang masih tertinggal 72 poin dari Nico Rosberg, Ricciardo memang harus mati-matian di Singapura dan seri berikutnya di Jepang.

Kesempatan Ricciardo untuk mengejar duo Mercedes di Singapura memang besar. Sirkuit jalan raya Marina Bay yang bertipe very high downforce, seperti halnya Monte Carlo di GP Monako, memang, secara teori, sangat cocok dengan mobil Red Bull besutan Adrian Newey yang handal dalam hal aerodinamis. Ricciardo pun berharap dapat meraih pole position dan meraih kemenangan di Singapura dan race selanjutnya di Jepang karena dua sirkuit tersebut adalah trek terbaik bagi Red Bull.

Dengan adanya aturan double point di seri terakhir, Ricciardo memang wajib mereduksi ketertinggalannya dari Rosberg menjadi kurang dari 50 poin sebelum GP Abu Dhabi. Dengan enam lomba tersisa musim ini, asal bisa menang di Singapura dan Jepang, peluang Ricciardo untuk menjadi juara dunia bakal semakin besar. Sekali lagi, kuncinya adalah di GP Singapura akhir pekan ini dan GP Jepang yang akan datang.

Seperti halnya sirkuit jalan raya dan sirkuit sempit lainnya, di mana menyalip menjadi hal yang sangat sulit dilakukan, sesulit memacari @Frandaaa
(lho, kok malah curhat?), faktor utama untuk meraih kemenangan di Singapura adalah posisi start. Maka dari itu, sesi qualifying pada malam Minggu besok menjadi sesi yang krusial bagi Ricciardo. Jika dia bisa meraih pole position, maka kemenangan sudah setengah jalan dicapai.

Karena sempitnya trek, GP Singapura, biasanya, juga diwarnai oleh crash dan diikuti oleh keluarnya safety car. Maka dari itu, strategi yang diterapkap oleh setiap tim harus sefleksibel mungkin dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terkini. Bisa jadi, kemenangan yang sudah ada di depan mata menghilang begitu saja karena ada pebalap lain yang menabrak pagar pembatas.

Selain Red Bull yang mengejar Mercedes, GP Singapura juga bakal menjadi ajang bagi Williams untuk mempertahankan keunggulan atas Ferrari di klasemen konstruktor. Setelah finish 3-4 di GP Italia, tim yang mengandalkan Felipe Massa dan Vallteri Bottas tersebut memang berhasil menyalip timnya Fernando Alonso dan Kimi Raikkonen di posisi ketiga.

Bagi Williams, target realistis mereka musim ini memang mempermalukan Ferrari, karena untuk mengejar Red Bull dan Mercedes di puncak klasemen, sepertinya, bakal sulit dilakukan. Saat ini, timnya Daniel Ricciardo dan Sebastian Vettel di posisi kedua unggul 93 poin atas tim milik Sir Frank Williams tersebut. Maka dari itu, sisa enam balapan di penghujung tahun ini bakal difokuskan untuk menjauhkan diri dari kejaran Ferrari.

Sementara itu, GP Singapura bakal menjadi lomba pertama pasca pengumuman mundurnya Presiden Ferrari, Luca Di Montezemolo. Situasi ini memacu tim Kuda Jingkrak untuk berbuat lebih baik di sisa musim ini. Peluang untuk menjadi juara memang semakin menjauh. Oleh karena itu, target utama mereka saat ini adalah kembali menyalip Williams di klasemen konstruktor.

Setelah menuai hasil buruk di kandang sendiri, Ferrari kini tertinggal 15 poin dari Williams. Sebuah gap yang sebenarnya tidak terlalu jauh. Ferrari masih sangat mungkin mengejar. Apalagi, dua balapan berikutnya, di Singapura dan Jepang yang bertipe lambat, seharusnya lebih cocok bagi mobil Ferrari daripada mobil Williams yang lebih pas digeber di sirkuit supercepat seperti Spa dan Monza.

Selain faktor teknis, GP Singapura weekend ini juga diwarnai gossip seputar tukar guling dua pebalap top, Alonso dan Vettel. Sejumlah media di Italia menyatakan Vettel bakal pindah ke Ferrari dan Alonso akan mengisi tempatnya di Red Bull musim depan. Hal ini merupakan rumor terbaru setelah beberapa waktu yang lalu Alonso dan Vettel sempat dikabarkan menjadi incaran McLaren untuk diduetkan pada musim 2015.

GP Singapura 2014 juga menjadi awal dari berlakunya beberapa peraturan baru, terutama yang terkait dengan komunikasi radio antara tim dan pebalap. Menyusul banyaknya perintah dari tim ke pebalap yang dianggap melanggar regulasi, FIA akhirnya mengatur secara tegas bahwa pebalap harus mengendalikan mobilnya sendiri tanpa bantuan dari timnya.

Dengan adanya regulasi baru ini, tidak boleh ada lagi pesan atau kode rahasia dari tim kepada pebalap. Selain itu, tim juga dilarang memberikan informasi kepada pebalap terkait informasi waktu per sektor milik tim lawan, tingkat penghematan bahan bakar, tekanan udara ban, temperatur rem, penyesuaian setting-an mesin maupun girboks, dll. Jika ada pebalap yang bertanya, tim juga tidak diperbolehkan menjawabnya secara langsung. Pelanggaran atas aturan baru tersebut bakal dikenai sanksi tegas oleh FIA.

Berdasarkan ramalan cuaca, race di Singapura bakal berlangsung pada suhu sekitar 29-30 derajat Celcius. Yang juga bakal menentukan hasil lomba, weekend ini kemungkinan bakal diguyur hujan. Meski demikian, jangan terlalu berharap terjadi night race plus wet race yang mendebarkan dan sulit ditebak hasilnya. Hujan deras diperkirakan berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu saat sesi free practice dan qualifying. Sedangkan, pada hari Minggu, hujan hanya turun pada pagi hari. Jadi, saat lomba pada malam hari, cuaca bakal cerah.

Balapan pada hari Minggu malam bakal berlangsung selama 61 lap dan menempuh jarak 308.828 kilometer. Satu lap di sirkuit jalan raya Marina Bay panjangnya 5,065 kilometer. Pirelli bakal menyediakan dua tipe ban, soft (kuning) dan supersoft (merah), dengan pitstop masing-masing tim diperkirakan sebanyak dua kali.

2014 Formula 1 Singapore Airlines Singapore Grand Prix akan dimulai pada hari Jumat ini, 19 September 2014, dengan sesi Free Practice 1 (17.00 WIB) dan sesi Free Practice 2 (20.30 WIB). Hari Sabtu, 20 September 2014, akan diawali dengan sesi Free Practice 3 (17.00 WIB) dan diikuti sesi Qualifying (20.00 WIB). Hari Minggu, 21 September 2014, adalah raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di FOX Sports. Selamat menonton!

Menjelang Formula 1 GP Singapura 2014: Kesempatan Ricciardo Mengejar Duo Mercedes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s