Review Formula 1 GP Singapura 2014: Rosberg Mogok, Hamilton Menyodok

Setelah empat musim selalu menjadi pecundang, terakhir kali menang pada tahun 2009 sewaktu belum putus dari McLaren, Lewis Hamilton kembali berjaya di balapan malam GP Singapura 2014. Kemenangan tersebut adalah kemenangan ketujuh musim ini yang dicetak oleh pebalap Mercedes itu, sekaligus kemenangan keduanya di sirkuit jalan raya Marina Bay sepanjang karirnya.

Pulang dari Singapura dengan membawa 25 poin penuh, Hamilton menyodok ke puncak klasemen. Dia unggul tipis atas rekan setimnya, Nico Rosberg, yang kemarin mengalami nasib sial, gagal finish untuk kedua kalinya musim ini. Dengan balapan hanya tersisa lima seri lagi, saat ini Hamilton mengumpulkan 241 poin dan memimpin tiga angka di atas Rosberg (238 poin).

Kegagalan yang dialami Rosberg sudah terbayang sesaat sebelum lomba dimulai. Saat formation lap menjelang start, mobil Rosberg mogok tidak bergerak. Disinyalir, sistem perpindahan gigi di girboksnya tidak berfungsi sehingga mobilnya macet di posisi netral.

Karena problem tersebut, mobil Rosberg terpaksa didorong ke pit dan anak juara dunia F1, Keke Rosberg, tersebut harus menjalani start dari pit lane di posisi terakhir. Sebuah kerugian besar, karena dia seharusnya start dari posisi kedua di belakang Lewis Hamilton yang menduduki pole position.

Meski harus mengawali lomba dari posisi buncit, Rosberg tidak menyerah. Dia terus berusaha merangsek ke depan dengan sistem perpindahan gigi mobil yang rusak. Hanya saja, perjuangan rekan setim Hamilton tersebut tidak berlangsung lama.

Pada lap ke-13, Rosberg melakukan pit stop pertama. Saat itulah, masalah yang menimpanya saat warm-up lap terulang. Gigi mobilnya macet di posisi netral sehingga tidak bisa bergerak. Setelah berkali-kali dicoba dengan dibantu para kru pit, akhirnya Rosberg melambaikan tangan tanda menyerah. Dia terpaksa berhenti dan menyaksikan posisinya di puncak klasemen dikudeta oleh Hamilton.

Sepeninggal Rosberg, Hamilton bagai tanpa pesaing di lintasan jalan raya Singapura. Dia memimpin lomba dengan nyaman di depan, meninggalkan Sebastian Vettel, Fernando Alonso, dan Daniel Ricciardo yang termehek-mehek mengejarnya.

Meski demikian, dominasi Hamilton semalam bukannya tanpa gangguan. Pada lap ke-31, terjadi senggolan antara Sergio Perez (Force India) dan Adrian Sutil (Sauber). Sayap depan mobil Perez hancur berantakan dan mengotori lintasan. Safety car pun harus masuk ke trek sembari menunggu sirkuit jalan raya dibersihkan. Keunggulan waktu yang telah dikumpulkan Hamilton menjadi tak berarti. Para pesaingnya kembali mendekat.

Setelah safety car keluar dari lintasan pada lap ke-38, Hamilton kembali menggeber mobilnya dan kembali meninggalkan duo Red Bull dan Alonso yang menguntit di belakangnya. Saat keunggulan waktunya mencapai 25 detik dari para pesaingnya, Hamilton pun masuk ke pit pada lap ke-52 untuk melakukan kewajiban mengganti ban dengan tipe soft. Hanya saja, gap waktu tersebut ternyata tidak cukup, saat keluar dari pit, Hamilton tertinggal satu detik dan disalip oleh Vettel.

Meski demikian, keunggulan Vettel tidak berlangsung lama. Pada lap ke-54, Hamilton, dengan ban soft yang lebih cepat dan lebih fresh, menunjukkan kedigdayaannya dengan menyalip juara dunia empat kali tersebut dan kembali memimpin lomba.

Vettel pun akhirnya harus puas finish di posisi kedua. Dia tertinggal 13,5 detik di belakang Hamilton. Itu adalah hasil terbaik yang diraih Vettel musim ini. Sebelumnya, juara dunia F1 termuda itu hanya mampu finish di posisi ketiga dua kali, yaitu di Malaysia dan Kanada. Dengan hasil kemarin, pebalap yang sudah lama tidak memamerkan jari telunjuknya itu mengumpulkan 124 poin. Vettel saat ini menduduki posisi kelima di atas Valtteri Bottas (122 poin) yang kemarin gagal meraih angka karena selip dan melebar di lap terakhir.

Sementara itu, jagoan baru Red Bull, Ricciardo, yang digadang-gadang bakal menang di Singapura, ternyata hanya mampu finish di posisi ketiga. Saat ini, bocah Aussie itu baru mengumpulkan 181 poin dan menduduki posisi ketiga di klasemen pabalap. Race selanjutnya di Jepang menjadi penentu terakhir baginya jika masih ingin mencuri gelar juara dunia dari tangan duo Mercedes.

GP Singapura kemarin juga menandai race pertama bagi Ferrari pasca pengumuman pengunduran diri Presiden Luca Di Montezemolo. Sempat terlihat kompetitif saat sesi free practice, tim Kuda Jingkrak tetap tidak mampu mengalahkan catatan waktu Mercedes dan Red Bull saat qualifying.

Pada saat lomba, Alonso sempat menguntit Hamilton di posisi kedua. Hanya saja, itu tak berlangsung lama. Pebalap yang diisukan bakal pindah dari Ferrari itu tak kuasa menahan gempuran Vettel dan Ricciardo. Dia harus puas finish di posisi keempat di belakang duo Red Bull. Sementara itu, rekan setimnya, Kimi Raikkonen, hanya mampu mengakhiri lomba di posisi kedelapan.

Balapan selanjutnya akan berlangsung di Jepang pada tanggal 3-5 Oktober 2014. Dengan karakter sirkuit yang lambat, mobil Red Bull, yang handal secara aerodinamis, punya peluang untuk menang di sana. Sampai jumpa di Suzuka!

Review Formula 1 GP Singapura 2014: Rosberg Mogok, Hamilton Menyodok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s