Review Serie A 2014-2015 Giornata 3: Milan 0-1 Juventus

Sempat diragukan dan diprediksi sulit menang di kandang Milan, Juventus akhirnya pulang dengan membawa poin penuh. Setelah memberi pelajaran bermain sepak bola kepada anak-anak asuh Pippo Inzaghi, pasukan Max Allegri berhasil mendulang rekor 100 persen. Gigi Buffon sukses menyapu bersih kemenangan tanpa pernah kebobolan dalam tiga laga perdana Serie A musim ini.

Seperti saat menghabisi Malmoe di fase grup Champions League beberapa hari yang lalu, kemenangan Juve atas tim saudara sekota Inter kemarin juga ditentukan oleh gol Carlos Tevez. Striker yang terbuang dari tim nasional Argentina itu membuat Christian Abbiati yang mengawal gawang Milan menuai malu pada menit ke-71 setelah melesakkan bola hasil kerja sama apiknya dengan Paul Pogba.

Proses terjadinya gol Juve kemarin memang cukup indah. Setelah mendapatkan bola dari lini tengah, Tevez menyodorkannya kepada Pogba yang berdiri di depan kotak penalti Milan. Dengan sekali kontrol, pemain muda terbaik di Piala Dunia 2014 yang lalu itu kembali mengoper bola kepada Tevez yang berlari menusuk pertahanan Milan.

Gerakan coming from behind yang dilakukan Tevez untuk menyambut umpan Pogba tersebut sepertinya tidak diduga oleh para bek medioker yang mengawal lini belakang Milan. Dengan tenang, el Apache memperdaya Ignazio Abate dan menghujamkan bola menembus gawang Milan. Kiper Christian Abbiati yang tak kuasa menghadang tembakan Carlitos tersebut sampai jatuh terjengkang.

Kemenangan kemarin juga sangat berarti bagi Allegri. Untuk pertama kalinya, mantan pelatih kesayangan para Milanisti itu bertandang ke San Siro dalam laga resmi setelah secara menyakitkan dicampakkan oleh Milan awal tahun yang lalu. Meski demikian, pelatih yang meraih scudetto musim 2010-2011 itu menyebut kemenangan Juve kemarin bukan balas dendam. Dia mengakui, Milan tetap menjadi bagian yang penting dalam karirnya.

Sementara itu, kekalahan kemarin menjadi yang pertama diderita Inzaghi di ajang Serie A musim ini. Pelatih yang sempat cekcok dengan Allegri saat masih di Milan itu harus menelan pil pahit. Kakak kandung Simone Inzaghi itu menerima kenyataan tim yang diasuhnya lengser dari puncak klasemen. Inzaghi pun mengakui bahwa skuat Juventus saat ini jauh lebih berkualitas daripada Milan.

Kekalahan dari Juve juga menandai berakhirnya masa bulan madu Inzaghi sebagai pelatih Milan. Sekarang saatnya eks striker Juve itu bekerja keras kembali membangkitkan Daniele Bonera dkk. Begitu juga dengan para Milanisti yang selama ini ngayal babu menjadi juara Serie A bersama Inzaghi, sudah saatnya terbangun dari mimpi dan kembali menginjak bumi.

Saat melawan Juve kemarin, Milan tampaknya memang sengaja bertahan sejak awal, tidak seperti dua laga sebelumnya yang begitu perkasa dengan melesakkan delapan gol ke gawang Lazio dan Parma. Mungkin karena menyadari kalah kualitas dari Juve, Inzaghi akhirnya menerapkan pola parkir bus. Apalagi, di Milan sekarang ada eks Chelsea, Fernando Torres, yang sudah terbiasa dengan skema andalan Jose Mourinho tersebut.

Sejak babak pertama dimulai, Juve langsung menguasai permainan dengan ball possession mencapai 60 persen. Mereka mengurung pertahanan Milan yang barisan beknya turun jauh di belakang. Trio lini tengah Juve yang diisi Roberto Pereyra, Claudio Marchisio, dan Paul Pogba juga terlihat dominan dan tak mampu diimbangi oleh trio gelandang Milan yang terdiri dari Andrea Poli, Nigel De Jong, dan Sulley Muntari.

Trio lini depan Milan juga tak berkutik dijaga ketat oleh trio bek Juve yang mengikuti mereka turun ke tengah. Keisuke Honda dan Jeremy Menez yang cukup ganas di dua laga perdana, kemarin mati kutu. Bahkan, saking desperate-nya, Menez sempat melakukan diving di kotak penalti. Untunglah, wasit Nicola Rizzoli, yang kemarin tampak sedikit memihak tuan rumah, tidak terpengaruh oleh akting eks winger Roma yang kurang penjiwaan tersebut.

Melempemnya barisan depan Milan terlihat dari hanya tiga tembakan on target dari sepuluh kali percobaan yang mampu dilepaskan. Masuknya Fernando Torres pada menit ke-76 juga tidak mengubah keadaan. Mantan striker kesayangan Liverpool itu tampaknya belum sembuh dari amnesia dan masih lupa bagaimana caranya mencetak gol yang baik dan benar.

Satu-satunya peluang emas Milan datang dari Honda pada menit ke-27. Untungnya, tandukan pemain Jepang yang seharusnya 99 persen menjadi gol itu berhasil digagalkan oleh kuasa ilahi si Tangan Tuhan, San Gigi Buffon. Secara ajaib, kiper yang dijuluki Superman itu menepis bola yang mengarah ke tengah gawang. Dengan mukjizat yang dilakukannya kemarin, sang kapten yang baru bercerai dengan istrinya itu telah membuktikan bahwa dirinya masih layak disebut sebagai santo pelindung para Juventini.

Sementara itu, Juve mengakhiri laga dengan mendominasi bola sampai 59 persen. Dari 14 kali tembakan, empat di antaranya tepat sasaran dan satu menjadi gol lewat Tevez. Selain itu, ada satu tembakan jarak jauh yang dilepaskan Marchisio dari luar kotak penalti Milan pada menit ke-38. Sayangnya, bola tendangan kaki kiri Il Principino tersebut menerpa tiang gawang. Seandainya masuk, itu bakal menjadi gol yang indah.

Meski menang dan berhasil melengserkan Milan, Juve harus puas menduduki posisi kedua. Capolista alias pemuncak klasemen dikuasai oleh Roma yang kemarin menggelontor Cagliari dengan dua gol tanpa balas. Sebenarnya, saudara sekota Lazio itu memiliki jumlah poin sama dengan Juve setelah menyapu bersih tiga laga awal tanpa kebobolan. Hanya saja, tim asuhan Rudi Garcia itu unggul dalam selisih gol.

Sang Nyonya Tua sendiri berkesempatan mendepak para Serigala Ibukota jika bisa menghabisi tim promosi Cesena pada giornata keempat midweek ini. Apalagi, laga bakal dilangsungkan di Juventus Stadium yang biasanya angker bagi tim-tim lawan. Maka dari itu, tiga poin penuh hukumnya wajib dikemas oleh Juve pada tengah pekan ini.

***

Rapor

Milan
Abbiati 6.5; Abate 5.5, Rami 5, Zapata 5.5, De Sciglio 5; Poli 5.5/Torres 5 (76’), De Jong 6, Muntari 5.5; Honda 5.5/Pazzini 6 (83’), Menez 6.5, El Shaarawy 5/Bonaventura 6 (67’). Pelatih: Inzaghi 6.

Juventus
Buffon 6.5; Caceres 6/Ogbonna 6 (35’), Bonucci 6.5, Chiellini 6; Lichtsteiner 6.5/Romulo 6 (83’), Pereyra 7/Vidal 6 (76’), Marchisio 7, Pogba 7.5, Asamoah 6.5; Llorente 6, Tevez 7.5. Pelatih: Allegri 7.

Wasit: Rizzoli 5.5.

Man of the Match: Carlos Tevez.

Review Serie A 2014-2015 Giornata 3: Milan 0-1 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s