Menjelang Formula 1 GP Jepang 2014: Mercedes Menatap Gelar Juara Dunia Konstruktor

Setelah mobil Nico Rosberg mogok dan hanya mampu menempatkan Lewis Hamilton seorang diri di podium GP Singapura, Mercedes mengincar finish posisi 1-2 di GP Jepang. Jika mampu melakukannya, Silver Arrows berpeluang mengunci gelar juara dunia konstruktor akhir pekan ini. Tapi, itu dengan catatan Red Bull hanya meraih kurang dari dua poin di Suzuka.

Salah satu hal yang bisa menghambat ambisi Mercedes memang masalah ketahanan mobil. Problem yang dialami oleh Rosberg di Singapura bisa saja terulang di Jepang. Musim ini, sudah berkali-kali tim besutan Toto Wolff tersebut mengalami gangguan mesin yang membuat mereka kehilangan banyak poin.

Sementara itu, karakter Sirkuit Suzuka yang lambat, sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap mobil Mercedes. Terbukti, di Singapura yang tipenya high-downforce, kecepatan Hamilton saat lomba masih sulit ditandingi oleh para pesaingnya, terutama oleh Daniel Ricciardo dari Red Bull.

Di atas kertas, Red Bull, dan juga Ferrari, memang memiliki peluang untuk menyodok di Suzuka, meski untuk meraih kemenangan sepertinya masih susah. Mereka hanya bisa berharap mobil Mercedes kembali bermasalah sehingga bisa mencuri victory seperti yang pernah dilakukan oleh Ricciardo musim ini.

Jika mobil Hamilton dan Rosberg dalam kondisi prima, peluang terbaik bagi Ricciardo, Sebastian Vettel, Fernando Alonso, dan Kimi Raikkonen memang hanya sebatas berebut posisi ketiga. Jika mobil mereka tidak bermasalah, posisi pertama dan kedua hampir pasti di-booking oleh duo Mercy tersebut.

Selain masalah ketahanan mobil, hal lain yang bisa menghambat Mercedes untuk mengunci gelar juara dunia konstruktor adalah friksi antara Hamilton dan Rosberg yang berpotensi terjadi di Suzuka. Jarak yang tipis di klasemen sementara, hanya terpisah tiga poin, membuat ketegangan antara duo Mercy yang sudah dingin bisa memanas kembali.

Jika menilik sejarah, GP Jepang memang pernah menjadi tempat pertarungan antara Niki Lauda dan James Hunt pada akhir musim 1976. Selain itu, rivalitas terpanas dalam sejarah F1, Ayrton Senna vs. Alain Prost, tiga musim beruntun (1988, 1989, dan 1990) mencapai puncaknya di negeri Madoka Ozawa tersebut. Musim ini, bisa saja Hamilton dan Rosberg ikut-ikutan memanaskan Suzuka seperti para legenda tadi.

Selain Mercedes, Red Bull, dan Ferrari, tim keempat yang berpeluang naik podium di Jepang adalah Williams. Adanya trek lurus di Suzuka sangat cocok bagi mobil besutan Sir Frank Williams yang digeber oleh Felipe Massa dan Valtteri Bottas itu. Dari faktor speed, mobil Williams mungkin hanya kalah dari mobil Mercedes.

Di luar big four (Mercedes, Red Bull, Ferrari, dan Williams), McLaren dan Force India bakal berebut posisi kelima terbaik. Dengan modal mesin Mercedes, dua tim tersebut akan bersaing dengan Scuderia Toro Rosso yang musim ini beberapa kali finish di posisi sepuluh besar.

Khusus untuk Toro Rosso, tim satelit Red Bull ini akan menarik perhatian banyak fans F1. Hal itu dikarenakan keberanian mereka menurunkan pebalap ababil, Max Verstappen, yang baru berusia 17 tahun pada sesi free practice GP Jepang akhir pekan ini.

Max, anak mantan pebalap F1 asal Belanda, Jos Verstappen, bakal mencatatkan namanya sebagai pebalap termuda sepanjang sejarah yang pernah terjun di ajang resmi Grand Prix. Musim depan, dia bakal menjadi pebalap utama Scuderia Toro Rosso di F1.

Sebelum dipastikan turun pada sesi free practice GP Jepang, Max Verstappen harus cukup lama menungu FIA mengeluarkan superlicence. Untuk bisa berlaga di F1, para pebalap memang wajib mengantongi superlicence alias “SIM” khusus yang diterbitkan oleh FIA.

Menurut Max, yang saat ini masih berlaga di ajang FIA European Formula 3 tersebut, sesi free practice di GP Jepang sangat penting bagi persiapannya terjun di F1 tahun depan. Sebagai pebalap bau kencur, Verstappen memang butuh banyak jam terbang dan belajar bekerja sama dengan timnya.

Keputusan Toro Rosso mengontrak seorang pebalap ingusan untuk musim 2015 memang sempat menimbulkan kontroversi. Banyak pebalap top yang meragukan kemampuan Verstappen. Mereka khawatir pebalap alay tersebut tidak mampu mengendalikan mobil F1 dan membahayakan pebalap lain.

Sementara itu, untuk race di Suzuka akhir pekan ini, Pirelli akan memasok dua tipe ban, yaitu hard (oranye) dan medium (putih). Musim lalu, Vettel menang di GP Jepang dengan strategi dua kali pit stop. Juara dunia empat kali itu memulai balapan dengan ban medium dan mengakhiri lomba dengan ban jenis hard.

Lomba bakal berlangsung 53 lap, mengelilingi sirkuit sepanjang 5,807 kilometer, dan menempuh jarak total 307.471 kilometer. Suhu udara akhir pekan ini diperkirakan sekitar 27 derajat Celcius. Cuaca mendung akan menghiasi Suzuka pada hari Sabtu. Sementara itu, sesi free practice pada hari Jumat dan race pada hari Minggu kemungkinan bakal gerimis.

2014 Formula 1 Japanese Grand Prix akan dimulai pada hari Jumat, 3 Oktober 2014, dengan sesi Free Practice 1 (08.00 WIB) dan sesi Free Practice 2 (12.00 WIB). Hari Sabtu, 4 Oktober 2014, akan diawali dengan sesi Free Practice 3 (09.00 WIB) dan diikuti sesi Qualifying (12.00 WIB). Hari Minggu, 5 Oktober 2014, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 13.00 WIB. Live di FOX Sports. Selamat menonton!

Menjelang Formula 1 GP Jepang 2014: Mercedes Menatap Gelar Juara Dunia Konstruktor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s