Review Champions League 2014-2015 Group A Matchday 2: Atletico Madrid 1-0 Juventus

Setelah memetik hasil sempurna dengan menyapu bersih kemenangan tanpa pernah kebobolan dalam enam laga perdana, Juventus harus menelan pil pahit dalam laga tandangnya di kandang Atletico Madrid. Dua tim juara bertahan Liga Italia dan Spanyol itu bertemu dalam matchday kedua grup A Liga Champions dini hari tadi WIB.

Tim asuhan Diego Simeone berhasil memungkasi laga yang berjalan alot dan seimbang tersebut dengan kemenangan lewat gol Arda Turan pada menit ke-74. Sementara itu, pelatih Max Allegri harus mengakhiri masa bulan madunya dengan kekalahan pada laga resmi ketujuhnya bersama Nyonya Tua.

Atleti, yang kalah secara kualitas individu dibandingkan Juve, mengandalkan kekuatan fisik seperti yang biasa mereka terapkan jika menghadapi tim-tim top seperti Real Madrid dan Barcelona. Permainan keras dan pressing ketat dilakukan oleh Diego Godin dkk untuk meredam keunggulan skill Arturo Vidal dkk.

Juve, yang mempunyai barisan gelandang tangguh, melayani permainan agresif Atletico. Alhasil, kontak fisik sering terjadi. Bola juga lebih banyak berkutat di lini tengah. Meski menguasai permainan, Claudio Marchisio dkk tampak susah menembus benteng pertahanan Tiago cs.

Sadar akan rapatnya lini belakang Atleti, Juve lebih banyak mengandalkan bola-bola panjang dan tendangan jarak jauh, yang ternyata tidak efektif. Sampai babak pertama berakhir, tidak ada gol yang tercipta. Kedua tim sama-sama mandul.

Pada babak kedua, permainan masih berjalan keras. Atletico dan Juve juga masih kesulitan menciptakan peluang yang berbahaya. Laga yang menghasilkan sedikit tembakan ini tampaknya bakal berakhir imbang tanpa gol.

Simeone, yang tampak geregetan di pinggir lapangan, lalu memasukkan Antoine Griezmann untuk menggantikan Saul Niguez pada menit ke-53. Sejak saat itu, Mario Mandzukic dkk tampak lebih agresif dan tampil lebih menyerang.

Sampai akhirnya, pada menit ke-74, Atletico berhasil mengubah kedudukan. Juanfran yang melakukan penetrasi dari sisi kanan berhasil menembus pertahanan Juve yang dijaga oleh Giorgio Chiellini. Sejurus kemudian, bek kanan tim nasional Spanyol itu melepaskan umpan silang di depan gawang Gigi Buffon. Bola matang tersebut akhirnya dituntaskan dengan sempurna oleh Arda Turan yang coming from behind.

Setelah unggul satu gol, Simeone mulai menerapkan strategi parkir bus ala Jose Mourinho. Tim rival sekota Real Madrid itu bermain lebih bertahan. Di pihak lain, Allegri yang tampaknya mulai panik, langsung mengubah formasi Juve menjadi lebih agresif.

Pada menit ke-78, Roberto Pereyra masuk menggantikan Martin Caceres. Setelah itu, pada menit ke-83, Arturo Vidal yang tampil melempem digantikan oleh Alvaro Morata. Di sini terlihat bahwa Allegri ingin mengubah pola dari semula 3-5-2 menjadi 4-3-3.

Perubahan tersebut ternyata tidak membawa hasil. Juve masih kesulitan menembus ketatnya benteng Atleti yang dikomandoi oleh Miranda. Koke dkk juga terlihat banyak membuang-buang waktu.

Pada menit ke-89, Allegri yang tampak desperate akhirnya melakukan pergantian pamungkas. Bek kanan Stephan Lichtsteiner ditarik keluar, striker mungil Sebastian Giovinco dimasukkan.

Sampai laga berakhir, skor tidak berubah. Atletico yang terjungkal di kandang Olympiacos pada matchday pertama berhasil keluar dari tekanan dan menghabisi Juventus pada matchday kedua di kandang sendiri, Vicente Calderon.

Secara statistik, Juve memang tetap superior dengan menguasai bola sebanyak 63 persen dibandingkan Atleti yang hanya 37 persen. Hanya saja, jumlah tembakan La Vecchia Signora tidak seperti biasanya.

Juve mampu melepaskan 14 shots saat menghadapi mantan tim besar yang sekarang menjadi tim (maaf) medioker, Milan. Ketika meladeni rapatnya pertahanan Atletico, Carlos Tevez dkk hanya mampu melesatkan lima tembakan, tapi tidak ada satu pun yang on target! Kiper Atleti sampai menjadi pengangguran karena tidak ada ancaman yang membahayakan gawangnya. Maka dari itu, tidak heran jika Nyonya Tua akhirnya takluk.

Ujian selanjutnya bagi Bianconeri adalah saat menjamu tim peringkat kedua, Roma, di Serie A akhir pekan ini. Jika kembali kalah, mungkin sudah waktunya bagi Allegri untuk mengerutkan dahi dan mengurangi seringai manisnya.

***

Rapor
Atletico Madrid
Moya 6; Juanfran 6.5, Miranda 7, Godin 7, Ansaldi 6; Koke 6, Tiago 6, Saul Niguez 6/Griezmann 5.5 (53’), Arda Turan 7/Siqueira 6 (89’); Raul Garcia 6.5, Mandzukic 6/Mario Suarez 5 (84’). Pelatih: Simeone 7.

Juventus
Buffon 6; Caceres 6/Pereyra 5 (78’), Bonucci 6, Chiellini 6; Liechtsteiner 5.5/Giovinco 6 (89’), Pogba 5, Marchisio 6, Vidal 5.5/Morata 5 (83’), Evra 5; Tevez 5, Llorente 5.5. Pelatih: Allegri 5.

Wasit: Brych 6.

Man of the Match: Arda Turan.

Review Champions League 2014-2015 Group A Matchday 2: Atletico Madrid 1-0 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s