Review Formula 1 GP Jepang 2014: Keep Fighting, Jules Bianchi!

Lewis Hamilton berhasil mencetak hat-trick tiga kemenangan beruntun dan mempertahankan posisi puncak dari kejaran Nico Rosberg. Hanya saja, victory Hamilton di Suzuka pada hari Minggu yang lalu tidak bisa dirayakan dengan gembira menyusul kecelakaan yang menimpa pebalap Marussia-Ferrari, Jules Bianchi.

Ya, GP Jepang 2014 yang dihiasi oleh badai dan hujan deras itu harus dihentikan pada lap ke-44 (dari seharusnya 53 lap) setelah malapetaka yang dialami pebalap muda berbakat didikan Ferrari tersebut. Sampai review ini ditulis, kondisi Bianchi, pasca menjalani operasi di kepala, masih kritis, tapi stabil.

Insiden Bianchi kemarin adalah kecelakaan parah pertama di F1 setelah kasus Felipe Massa pada kualifikasi GP Hungaria musim 2009. Rob Smedley, race engineer yang selama ini menemani Massa, kembali mengutarakan ide kokpit mobil F1 tertutup seperti mobil balap Le Mans untuk melindungi kepala pebalap. Massa pun ikut berkomentar. Dia mengatakan bahwa FIA seharusnya menghentikan balapan sebelum kecelakaan terjadi. Hal itu dikarenakan cuaca buruk dan hujan lebat sepanjang GP Jepang akhir pekan yang lalu.

FIA sendiri sebenarnya sudah menawarkan untuk memajukan start lomba menjadi lebih pagi untuk menghindari badai yang diperkirakan datang pada sore hari. Tetapi, usul itu ditolak oleh pihak penyelenggara GP Jepang, dalam hal ini Sirkuit Suzuka dan Honda, yang ngotot balapan dimulai pukul 15.00 waktu setempat (13.00 WIB).

Alhasil, hujan deras yang turun sebelum lomba memaksa para pebalap melakukan start di belakang safety car. Setelah dua lap, kondisi cuaca semakin buruk. Pengawas lomba pun mengibarkan bendera merah (red flag) tanda race dihentikan untuk sementara.

Sekitar 25 menit kemudian, lomba baru dimulai. Para pebalap yang dipimpin oleh Nico Rosberg di pole position tetap dikawal oleh safety car. Setelah kondisi trek mulai mengering dan layak dijadikan ajang kebut-kebutan pada lap kesembilan, safety car pun kembali masuk ke pit.

Sirkuit Suzuka yang sempit dan licin sehabis hujan membuat Rosberg tetap dominan di depan hingga lap ke-28. Kondisi mulai berubah setelah pebalap Jerman tersebut mengganti ban basahnya dengan ban intermediate.

Pada lap ke-29, mobil Rosberg sempat melebar dan hal itu dimanfaatkan dengan baik oleh Hamilton untuk mendekatinya. Pebalap Inggris itu akhirnya berhasil menyalip Rosberg dengan menggunakan DRS di tikungan pertama. Setelah itu, Rosberg tidak kuasa membendung laju mantan pebalap McLaren tersebut.

Pada lap ke-42, mobil Sauber yang digeber Adrian Sutil tiba-tiba selip keluar dari trek di tikungan ketujuh dan menghantam pagar pembatas. Pengawas lomba pun segera mengibarkan yellow flag sebagai tanda agar pebalap lain berhat-hati.

Setelah itu, mobil derek langsung meluncur ke TKP untuk mengangkut mobil Sutil. Saat proses evakuasi dilakukan, tiba-tiba Bianchi juga selip di tikungan maut tersebut dan menghajar bagian belakang mobil derek.

Safety car pun langsung keluar diikuti dengan ambulans. Bianchi segera diangkat dari dalam mobil dan dibawa ke rumah sakit. Pebalap asal Prancis itu mengalami cedera parah di bagian kepala dan harus dioperasi. Saat ini, dia masih dalam kondisi kritis dan tak sadarkan diri.

Pasca insiden Bianchi itu, pengawas lomba mengibarkan red flag pada lap ke-44. Balapan GP Jepang dihentikan dan tidak dilanjutkan lagi. Hamilton, yang saat itu berada di posisi terdepan, dinyatakan sebagai pemenang, diikuti Rosberg di posisi kedua.

Sementara itu, Sebastian Vettel, yang memutuskan hengkang dari Red Bull akhir musim ini, berhasil finish di posisi ketiga di depan rekan setimnya, Daniel Ricciardo. Musim depan, Vettel dikabarkan membalap untuk Ferrari, mengisi kursi yang bakal ditinggalkan oleh Fernando Alonso.

Bagi tim Kuda Jingkrak, balapan GP Jepang kemarin kembali berakhir mengecewakan. Alonso tidak berhasil menyelesaikan lomba karena mobilnya mengalami masalah elektronik, sedangkan Kimi Raikkonen hanya mampu finish di posisi ke-12. Untuk pertama kalinya dalam 82 Grand Prix, La Scuderia Ferrari gagal menuai poin.

Dengan victory di Suzuka tersebut, Hamilton semakin kukuh di puncak klasemen dengan keunggulan 10 poin dari Nico Rosberg. Balapan musim ini hanya tersisa empat seri lagi. Bakal sangat menentukan dalam perburuan gelar juara dunia antara dua penggawa Mercedes tersebut, termasuk GP Rusia akhir pekan ini di Sochi.

Review Formula 1 GP Jepang 2014: Keep Fighting, Jules Bianchi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s