Review Superclasico de las Americas 2014: Brasil 2-0 Argentina

Dunga masih mempertahankan rekor sempurnanya sejak comeback menjadi pelatih Brasil. Neymar dkk sukses membekap Kolombia, Ekuador, dan yang terakhir adalah Argentina dalam ajang bertajuk Superclasico de las America di Beijing akhir pekan kemarin. Dalam tiga laga tersebut, gawang tim Samba juga masih perawan alias tidak pernah kebobolan.

Memang, semua itu hanyalah laga persahabatan. Tetapi, setidaknya, raihan itu bisa membuat kepercayaan diri para penggawa Brasil meningkat kembali pasca dipermalukan Jerman dengan skor 1-7 pada Piala Dunia yang lalu.

Dari ketiga kemenangan tersebut, yang paling bisa membuat publik Brasil bangga tentu saja kemenangan atas rival abadinya, Argentina. Datang ke Tiongkok dengan status tidak diunggulkan, Oscar dkk berhasil pulang dengan menggondol trofi Superclasico de las Americas lewat dua gol yang diborong oleh Diego Tardelli.

Sejak pertama kali diadakan pada tahun 2011, Brasil memang selalu sukses memecundangi Argentina di ajang Superclasico. Dari tiga kali gelaran, duel dua tim terbesar di benua Amerika itu dimenangkan oleh tim Samba.

Keunggulan Brasil kemarin tidak bisa dilepaskan dari keputusan Dunga yang memasang Diego Tardelli sebagai ujung tombak. Sempat diragukan, striker Atletico Mineiro berkepala plontos itu malah berhasil membobol dua kali gawang Sergio Romero pada menit ke-28 dan 64.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor depan memang menjadi titik lemah tim Samba. Tidak ada lagi bomber haus gol seperti jaman Ronaldo dulu. Pada Piala Dunia kemarin, Brasil terkesan tampil tanpa penyerang. Hal tersebut dikarenakan performa jelek si Fred, striker berkumis yang tampangnya mirip bintang bokep tahun 1970-an itu.

Menurut Dunga, penampilan Tardelli kemarin memang sangat baik. Dia mampu menempatkan diri dalam posisi yang strategis untuk mencetak gol. Kemampuan seperti itu biasanya hanya dimiliki oleh striker yang oportunis dan insting mencetak golnya tinggi.

Di pihak lain, Argentina sebenarnya lebih menguasai permainan. Hal itu terbukti dari ball possession yang mencapai 61 persen. Tim asuhan Gerardo Martino tersebut juga mampu melesatkan 16 tembakan. Bandingkan dengan Brasil yang hanya mampu sepuluh kali mengancam gawang Romero. Hanya saja, tidak ada satu pun usaha dari Lionel Messi dkk yang berbuah menjadi gol.

Pada menit ke-44, Messi sejatinya berpeluang menyamakan skor. Argentina mendapatkan hadiah tendangan penalti setelah Danilo menjatuhkan Angel Di Maria di kotak terlarang. Keputusan wasit yang mirip engkoh-engkoh itu sempat diprotes keras oleh para pemain Brasil yang ramai-ramai mengerubunginya.

Tetapi, sial bagi Argentina. Eksekusi penalti Messi terlalu lemah dan arahnya dapat dibaca oleh kiper Jefferson. Bola tendangan si Kutu berhasil ditepis dan selamatlah gawang Brasil.

Musim ini, Messi memang kurang beruntung dalam memanfaatkan tendangan 12 pas. Sudah dua kali dia gagal membuat gol ketika menjadi algojo penalti. Sebelum melawan Brasil kemarin, dia juga menyia-nyiakan kesempatan dari titik putih saat Barcelona melawan Levante pada tanggal 21 September yang lalu.

Bagi Tata, kekalahan dari Brasil kemarin menandai berakhirnya masa bulan madu bersama tim Tango. Setelah sukses membalaskan dendam pelatih sebelumnya, Alejandro Sabella, dengan menggelontor Jerman 4-2 pada laga uji coba bulan lalu, mantan pelatih Barcelona itu malah menuai pil pahit saat timnya diperkuat oleh Messi.

Rangkaian laga persahabatan, termasuk ketika melawan Hong Kong besok, harus dimanfaatkan betul oleh Tata untuk mempercepat proses transisi di tim nasional Argentina. Target terdekat Javier Mascherano dkk adalah memenangkan Copa America di Chile tahun depan.

***

Rapor

Brasil
Jefferson 7.5; Danilo 6, Miranda 7, David Luiz 6/Gil 5 (90’), Filipe Luis 6; Elias 6, Luiz Gustavo 7.5; Willian 7, Oscar 7.5, Neymar 7.5/Robinho 5 (90+5’); Diego Tardelli 7.5/Kaka 5 (82’). Pelatih: Dunga 7.

Argentina
Romero 6; Zabaleta 6, Federico Fernandez 6, Demichelis 5.5, Marcos Rojo 6.5; Pereyra 5.5/Enzo Perez 5 (76’), Mascherano 5, Lamela 5/Higuain 5 (61’), Di Maria 7.5; Messi 5, Aguero 7/Pastore 5 (61’). Pelatih: Martino 6.

Man of the Match: Diego Tardelli.

Review Superclasico de las Americas 2014: Brasil 2-0 Argentina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s