Saatnya Menghentikan Dominasi Juventus?

Liga Italia Serie A musim 2014-2015 sudah dimulai akhir Agustus lalu. Hampir bersamaan dengan itu, bursa transfer musim panas juga resmi ditutup pada awal September. Ada beberapa pemain bintang Serie A yang hengkang dari Italia. Tetapi, ada juga beberapa pemain baru yang berlabel “mantan” bintang yang datang ke negeri Monica Bellucci tersebut.

Bagaimana kira-kira hasil dari kompetisi liga yang sempat menjadi kiblat sepakbola dunia pada 1990-an itu? Apakah Juventus yang telah ditinggalkan oleh Antonio Conte mampu mempertahankan hegemoninya dalam tiga tahun terakhir? Berikut prediksinya.

“Scudetto”
Mundurnya Antonio Conte dari Juventus, mungkin, adalah pertanda bahwa inilah saatnya menghentikan keperkasaan “sang Nyonya Tua” yang sudah berkuasa selama tiga musim terakhir di Serie A. Dengan ketiadaan Conte yang saat ini menjabat sebagai pelatih tim nasional Italia, para pesaing, khususnya Roma, seakan mendapat angin segar untuk mengakhiri dominasi Bianconeri.

Selain kehilangan Conte, Juventus, yang mulai musim ini ditukangi oleh Max Allegri, juga tidak mampu menambah kekuatan yang signifikan di bursa transfer. Para striker bintang yang yang menjadi incaran La Vecchia Signora malah berlabuh ke klub lain. Mulai dari Alexis Sanchez, Juan Iturbe, Xherdan Shaqiri, Radamel Falcao, sampai penyerang spesialis penghangat bangku cadangan di Old Trafford, seperti Chicharito Hernandez, juga gagal direkrut.

Memang, Juve berhasil menggaet Romulo, Patrice Evra, Roberto Pereyra, Kingsley Coman dan Alvaro Morata. Tetapi, mereka semua adalah pemain-pemain yang disiapkan menjadi ban serep, bukan pemain inti yang mampu mengangkat kekuatan tim. Praktis, hal paling positif yang dilakukan Juve di bursa transfer musim ini adalah kesuksesan dalam mempertahankan Arturo Vidal dari godaan “Setan Merah”.

Berbeda halnya dengan Roma. Meski kehilangan bek tangguh Mehdi Benatia yang hengkang ke Bayern Muenchen, tim asuhan Rudi Garcia itu mampu merekrut pemain pengganti yang sangat potensial, seperti Kostas Manolas. Sebagai pelapis, “Serigala Ibukota” juga berhasil mendapatkan Davide Astori, Mapou Yanga-Mbiwa, Jose Holebas, dan veteran mantan Chelsea, Ashley Cole.

Tidak hanya sektor pertahanan, untuk menambah daya gedor, AS Roma juga telah mengalahkan Juventus dalam perburuan Juan Iturbe. Winger muda asal Argentina tersebut bakal bahu-membahu dengan Gervinho, Francesco Totti, Adem Ljajic, dan Mattia Destro. Hampir bisa dipastikan taring “Serigala Roma” bakal lebih tajam.

Fakta-fakta di atas menjadi dasar banyak pengamat untuk menjagokan Roma dalam menghentikan dominasi Juventus musim ini. Satu-satunya ganjalan bagi rival abadi Lazio tersebut adalah keikutsertaan mereka di Liga Champions. Apalagi, Roma tergabung dalam grup maut bersama Bayern Muenchen dan Manchester City. Tentu saja itu bakal memecah konsentrasi mereka di Serie A.

Zona Liga Champions
Jika Juventus dan Roma bersaing untuk mendapatkan scudetto, maka satu spot tersisa di zona Liga Champions bakal menjadi rebutan antara Napoli, Inter, dan Milan. Napoli dan Inter memang lebih diunggulkan. Tetapi, hasil dari pekan perdana menunjukkan bahwa tim asuhan Pippo Inzaghi juga berpotensi membuat kejutan.

Ya, Milan tampil cukup impresif saat melibas Lazio pada giornata pertama Serie A di Stadion San Siro. Meski belum diperkuat oleh Fernando Torres yang dipinjam dari Chelsea, Stephan El Shaarawy dkk mampu menunjukkan tajinya dan menggelontor Miroslav Klose dkk yang biasanya merepotkan mereka di era Max Allegri.

Dengan hengkangnya Mario Balotelli yang lebih sibuk bermain petasan dan membakar toilet daripada mencetak gol, praktis, Milan bakal menggantungkan nasib pada para pemain baru seperti Fernando Torres, Marco Van Ginkel, Alex, Jeremy Menez, Pablo Armero, dan eks kiper Madrid, Diego Lopez. Kalau hanya untuk bersaing menembus tiga besar, deretan pemain tersebut tampaknya sudah cukup.

Musim ini, Serie A memang menjadi fokus satu-satunya Milan karena mereka tidak lagi berlaga di pentas Eropa, imbas dari prestasi amburadul musim lalu. Bakal menarik jika tim milik Silvio Berlusconi yang hanya mengandalkan pemain pinjaman dan gratisan itu mampu meramaikan perebutan scudetto bersama dengan Juventus dan Roma. Semua hal bisa terjadi di akhir musim nanti.

Sementara itu, Napoli yang gagal menembus fase grup Liga Champions, setelah dieliminasi oleh Athletic Bilbao di babak play-off, tentu bakal berkonsentrasi penuh di Serie A. Di Liga Europa, mungkin mereka bakal tampil seadanya, seperti yang biasa dilakukan oleh klub-klub Italia lainnya.

Melihat skuat yang dimiliki, kelemahan utama Napoli untuk bersaing merebut scudetto adalah keroposnya lini pertahanan. Ditambah lagi, kiper Pepe Reina sudah hijrah ke Bayern Muenchen.

Selain Milan dan Napoli, Inter yang musim lalu hanya mampu lolos ke Liga Europa, musim ini berambisi menembus zona Liga Champions. Tim milik Erick Thohir ini memang berhasil menggaet Nemanja Vidic, Gary Medel, Yann M’Vila, dan Pablo Osvaldo. Tetapi, mereka juga kehilangan para senator dari Argentina.

Javier Zanetti akhrinya memutuskan untuk pensiun. Sedangkan Walter Samuel, Diego Milito, dan Esteban Cambiasso tak diperpanjang kontraknya. Selain itu, Ricky Alvarez yang mencetak delapan assist musim lalu juga telah dipinjamkan ke Sunderland.

Dengan kondisi skuat tersebut, tim asuhan Walter Mazzarri ini tampaknya harus berjuang keras untuk sekadar bersaing menembus tiga besar. Untuk merebut scudetto, sepertinya baru dalam tahap impian.

Zona Liga Europa
Salah satu dari Milan, Napoli, dan Inter, bakal menembus tiga besar. Lalu, sisanya akan menempati zona Liga Europa. Tetapi, jika ada di antara mereka yang terpeleset, sudah ada Fiorentina dan Lazio yang siap merangsek ke lima besar.

Jika musim lalu mampu menggaet Mario Gomez, musim ini Fiorentina cukup adem-ayem di bursa transfer. Satu-satunya kesuksesan mereka adalah mempertahankan Juan Cuadrado dari godaan klub-klub kaya.

Sayang sekali, Giuseppe Rossi yang baru menjalani operasi harus menepi sampai awal tahun depan. Seandainya dia fit, tim asuhan pelatih kalem Vincenzo Montella ini sebenarnya mampu bersaing untuk masuk zona Liga Champions.

Sementara itu, Lazio yang musim lalu terpuruk di posisi kesembilan, musim ini terlihat cukup serius membenahi timnya. Stefano Pioli diangkat menjadi pelatih anyar. Stefan De Vrij dan Marco Parolo juga berhasil digaet oleh tim milik Claudio Lotito ini.

Dengan modal para pemain baru di atas, untuk menembus lima besar mungkin masih berat. Tetapi, peluang tetap ada bagi Biancoceleste untuk menggapai satu spot di zona Liga Europa.

Papan Tengah
Musim lalu, Parma dan Torino membuat kejutan dengan merangsek ke 10 besar. Begitu juga dengan Hellas Verona yang bahkan sempat menembus lima besar. Musim ini, ketiga tim tersebut sepertinya bakal tetap menghuni papan tengah bersama dengan Genoa, Sampdoria, Udinese, dan Atalanta.

Zona Degradasi
Tiga tim promosi, Palermo, Empoli, dan Cesena bakal berjuang mati-matian untuk tetap bertahan di Serie A. Mereka bakal bersaing menghindari zona degradasi dengan tiga tim yang musim lalu menghuni papan bawah, yaitu Chievo, Sassuolo, dan Cagliari.

“Capocannoniere”
Dalam tiga tahun terakhir, Serie A ditinggalkan oleh pencetak gol terbanyaknya ke liga lain. Mulai dari Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani, dan top scorer musim lalu, Ciro Immobile, yang hengkang ke Borussia Dortmund.

Musim ini, duo Argentina, Gonzalo Higuain dan Carlos Tevez, menjadi kandidat kuat sebagai striker tersubur. Selain itu, ada tukang gedor muda semacam Stephan El Shaarawy yang sepertinya bakal kembali tajam setelah ditinggal Mario Balotelli.

Oh,iya, jangan lupakan juga Fernando Torres. Mungkin saja El Nino bakal sembuh dari amnesia dan kembali ingat bagaimana cara mencetak banyak gol.

(Artikel ini dimuat di Opini BeritaSatu.Com | Senin, 13 Oktober 2014 | 14:12| http://www.beritasatu.com/blog/olahraga/3718-saatnya-menghentikan-dominasi-juventus.html)

Saatnya Menghentikan Dominasi Juventus?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s