Review Serie A 2014-2015 Giornata 9: Genoa 1-0 Juventus

Gianluigi “Superman” Buffon harus menelan pil pahit dalam penampilan ke-500-nya bersama Juventus. Santo pelindung para Juventini tersebut terpaksa merelakan gawangnya dijebol oleh pemain Genoa yang dicampakkan oleh AC Milan, Luca Antonini, pada detik terakhir injury time giornata kesembilan Liga Italia Serie A dini hari tadi WIB (30/10).

Kekalahan dari Genoa ini memang tidak disangka-sangka. Juventus yang mendominasi permainan sejak awal laga tak kuasa menembus gawang Mattia Perin yang semalam tampil ciamik dan layak menjadi man of the match. Gol last-minute hasil kolaborasi dua mantan Milan, Alessandro Matri dan Luca Antonini, ibarat petir di siang bolong bagi para Juventini. “Sakitnya, tuh, di sini,” menurut para alay dan ababil.

Dalam laga semalam, Genoa memang menerapkan strategi bertahan parkir bus dan mengandalkan serangan balik. Allenatore Gian Piero Gasperini, yang dikenal fanatik dengan pola 3-4-3, menerapkan skema 3-5-1-1 untuk mengimbangi 3-5-2 yang diterapkan oleh Max Allegri.

Para pemain Genoa juga sangat disiplin dalam menjalankan arahan dari Gasperini. Mauricio Pinilla dkk tidak berani meninggalkan daerah pertahanan meski para pemain Juve berusaha memancing mereka keluar dengan banyak memainkan bola di lini tengah.

Alhasil, Juve pun kesulitan membongkar parkir bus Genoa. Trio MVP, Arturo Vidal, Claudio Marchisio, dan Paul Pogba, tampak kebingungan menembus benteng kokoh yang digalang oleh Nicolas Burdisso. Keputusan Allegri yang membangkucadangkan Andrea Pirlo juga membuat kreativitas Juve macet di lini tengah. Tidak ada lagi umpan-umpan berbahaya yang mampu membelah pertahanan lawan.

Selama babak pertama, berbagai percobaan yang dilakukan oleh Stephan Lichtsteiner, Leonardo Bonucci, Paul Pogba, dan Carlos Tevez gagal menjebol gawang Genoa. Skor mandul tanpa gol bertahan sampai turun minum.

Pada babak kedua, Allegri mulai mengubah taktik dengan menerapkan bola-bola panjang. Mungkin, dia menyadari bola-bola pendek yang selama ini menjadi ciri khas Juve sulit diterapkan untuk menembus ketatnya pertahanan Genoa. Ditambah lagi, kondisi lapangan Stadion Luigi Ferraris juga jelek dan tidak mendukung permainan tiki-taka dari kaki ke kaki.

Usaha Juve untuk menjebol gawang Genoa mulai menampakkan titik terang setelah Allegri mengganti Fernando Llorente dengan Alvaro Morata. Mantan striker Madrid tersebut cukup trengginas dalam mengobrak-abrik parkir bus Genoa, tidak seperti Llorente yang kembali tampil loyo dan melempem setelah mencetak gol pertamanya di Serie A musim ini akhir pekan lalu.

Hanya saja, meski Juve terus membombardir dengan berbagai tembakan, gawang Genoa masih sulit ditembus berkat penampilan gemilang Mattia Perin. Kiper belia yang digadang-gadang sebagai penerus Buffon di tim nasional Italia itu beberapa kali melakukan penyelamatan yang membuat para Juventini frustrasi.

Angin segar mulai bertiup ke arah Genoa saat pelatih Gasperini memasukkan dua pemain yang dicampakkan oleh AC Milan, Antonini dan Matri, pada menit ke-81 dan ke-87. Terbukti, kehadiran dua orang inilah yang akhirnya mampu mengubah keadaan dan membawa malapetaka bagi Juventus.

Menjelang laga berakhir, tepatnya pada menit terakhir injury time, Matri, mantan striker yang dibuang oleh Juve, menerima bola jauh kemudian meneruskannya kepada Antonini. Tak pelak, mantan wing-back kebanggaan Milan itu mencocorkan bola menembus gawang Buffon yang sudah kosong. Wasit pun langsung meniup peluit tanda pertandingan selesai setelah gol itu terjadi. Sakitnya, tuh, di sini..

Dengan hasil mengejutkan yang didapat sepulang dari Genoa, Juventus akhirnya harus menerima kenyataan rekor unbeaten-nya di Serie A musim ini terhenti pada giornata kesembilan. Bukan hanya itu, saat ini perolehan poin sang Nyonya Tua juga berhasil disamai oleh Serigala Roma setelah menghabisi Cesena 2-0 pada saat yang sama.

Memang, Juve saat ini masih menduduki capolista. Tetapi, dengan Roma yang mengancam di sampingnya, La Vecchia Signora tidak boleh lagi terpeleset. Laga akhir pekan ini melawan Empoli bakal menjadi partai yang krusial bagi Giorgio Chiellini dkk.

Ditambah lagi, tengah pekan depan Juve harus menjamu Olympiacos dalam partai hidup mati di fase grup Champions League. Hari-hari ke depan, tampaknya, bakal menjadi hari-hari yang penuh tekanan bagi pelatih Max Allegri.

***

Ratings

Genoa (3-5-1-1): 6.5
Perin 7; De Maio 6.5, Burdisso 6.5, Marchese 6.5; Rosi 5.5/Antonini 6.5 (81′), Mandragora 7/Kucka 5.5 (69′), Greco 6, Bertolacci 6.5, Antonelli 6.5; Perotti 5.5; Pinilla 6/Matri 6.5 (87′). Coach: Gasperini 6.5.

Juventus (3-5-2): 5.5
Buffon 6; Ogbonna 5, Bonucci 5, Chiellini 5; Lichtsteiner 5.5, Vidal 5/Pereyra 6 (79′), Marchisio 6, Pogba 5.5, Asamoah 5; Tevez 5.5, Llorente 5.5/Morata 7 (65′). Coach: Allegri 5.5.

Referee: Mazzoleni 6.5.

Man of the Match: Mattia Perin.

FT: Genoa 1-0 Juventus, Possession: 43% – 57%, Shots (on target): 4 (3) – 16 (4).

Review Serie A 2014-2015 Giornata 9: Genoa 1-0 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s