Review Serie A 2014-2015 Giornata 11: Juventus 7-0 Parma

Serie A giornata kesebelas hari Minggu (9/11) yang lalu akhirnya menjadi ajang pembantaian Parma oleh tim tuan rumah Juventus. Tanpa welas asih, sang Nyonya Tua menggunduli tamunya dengan skor supertelak, 7-0.

Tim asuhan Roberto Donadoni yang biasanya kerap merepotkan Juve, kali ini tidak berdaya menghadapi gempuran tim besutan Max Allegri. Dari tujuh gol yang tercipta, enam di antaranya disumbangkan oleh trio striker Carlos Tevez, Fernando Llorente, dan Alvaro Morata yang masing-masing mendulang dua gol. Satu lagi sisanya didonasikan oleh Stephan Lichtsteiner.

Dengan mengusung formasi 4-3-1-2, permainan Juve memang lebih agresif dari biasanya. Meski tampil tanpa Arturo Vidal yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning dan Andrea Pirlo yang cedera sehari sebelum laga, Bianconeri tetap mampu menguasai permainan berkat kolaborasi apik trio gelandangnya, Romulo, Claudio Marchisio, dan Paul Pogba.

Roberto Pereyra yang dipasang sebagai trequartista di belakang duo striker juga mampu menjalankan tugasnya dengan baik, terutama dalam membantu lini tengah. Berkat dia, Tevez dan Llorente bisa berkonsentrasi dalam mengobrak-abrik pertahanan Parma yang kemarin tampil amburadul.

Sejak menit awal, Juve memang langsung mengurung pertahanan Parma. Francesco Lodi dkk hampir tidak mampu melancarkan serangan. Antonio Cassano hanya berlari-lari tanpa bola di depan untuk membakar lemak di perutnya yang buncit.

Dalam 20 menit pertama, secara bergantian, Pereyra, Tevez, Lichtsteiner, Marchisio, Pogba, hingga Giorgio Chiellini melakukan tembakan. Tetapi, tidak ada yang mampu menembus pertahanan Parma. Hingga akhirnya, pada menit ke-23, tendangan jarak jauh Pogba mampu diblok oleh kiper Antonio Mirante. Namun, sial bagi Parma, bola mental tersebut langsung disikat oleh Llorente. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk tim tuan rumah.

Gol dari si Raja Singa Llorente tersebut seakan membuka keran yang sebelumnya macet. Setelah itu, pesta pembantaian yang tak layak ditonton oleh para fans Parma pun terjadi. Secara sadis, Juve terus menambah gol tanpa memberi ampun sedikit pun pada tim yang dulu dimiliki oleh perusahaan susu Parmalat itu.

Pada menit ke-29, Lichtsteiner menambah keunggulan Juve lewat golnya dari luar kotak penalti. Tidak lama berselang, pada menit ke-36, bek kanan asal Swiss tersebut memberi umpan matang yang diselesaikan oleh Llorente dari dalam kotak penalti. Hingga turun minum, tim tamu telah tertinggal dengan skor 3-0.

Pada awal babak kedua, pelatih Donadoni terpaksa mengganti Paolo De Ceglie dengan Massimo Gobbi. Sayap kiri pinjaman dari Juve itu memborong dua gol saat Parma melumat tim papan (maaf) tengah Inter pekan lalu. Tanpa winger yang mirip Ashton Kutcher tersebut, serangan Parma semakin melemah.

Sementara itu, Carlos Tevez yang belum menyumbang gol pada babak pertama, sepertinya panas dengan torehan dua gol partner-nya, Llorente. Pada menit ke-50, striker Argentina tersebut melakukan aksi solorun yang cetar membahana dari tengah lapangan. Selanjutnya, Tevez dengan mudah melewati tiga pemain Parma dan dia mengakhiri aksinya dengan tendangan yang mengecoh kiper Mirante. Skor 4-0 untuk Juve.

Delapan menit kemudian, Tevez seakan belum puas dalam menghabisi Parma. Dengan memanfaatkan bola rebound dari tembakan keras Pogba, Carlitos kembali membuat Mirante memungut bola dari gawangnya untuk kali kelima. Sesaat setelah mencetak golnya yang kedua, Tevez langsung ditarik keluar. Kingsley Coman masuk untuk menggantikannya.

Pada menit ke-71, Allegri juga menarik Llorente dan memasukkan Morata. Tanpa Tevez dan Llorente, bukan berarti serangan Juve mengendur. Setelah dua stiker tersebut tidak ada, giliran Morata yang berpesta. Dengan memanfaatkan umpan cungkilan dari Coman, eks penyerang Madrid tersebut menambah keunggulan Nyonya Tua menjadi 6-0 pada menit ke-76. Sebuah kolaborasi yang ciamik dari dua striker masa depan Juventus.

Meski sudah membabat tamunya dengan setengah lusin gol, mesin perang Juve tampak masih ganas. Pada menit ke-88, Morata menutup episode Juventus Stadium Massacre dengan golnya yang kedua. Lichtsteiner ikut andil dalam gol ketujuh yang bersarang ke gawang Parma malam itu lewat umpan matangnya.

Hingga wasit meniup peluit akhir, Juve tercatat mendominasi ball possession sampai 68 persen. Sebanyak 21 tembakan dilesatkan oleh Tevez dkk dengan 11 di antaranya mengarah ke gawang Parma dan tujuh menjadi gol. Adapun, tim tamu hanya mampu melepas empat tembakan (satu on target) dan tidak ada yang bisa menembus gawang Gigi Buffon.

Dengan hasil tersebut, Juve (28 poin) tetap mempertahankan puncak klasemen dari sergapan Serigala Roma (25 poin). La Vecchia Signora unggul tiga angka atas Francesco Totti dkk yang pada pekan yang sama berhasil menghabisi tim sekota Juventus, Torino, dengan skor 3-0.

***

Ratings

Juventus (4-3-1-2): 8
Buffon 6.5; Lichtsteiner 7.5, Bonucci 6.5, Chiellini 6, Padoin 6; Romulo 7, Marchisio 7/Mattiello 6 (82’), Pogba 7; Pereyra 6.5; Llorente 7.5/Morata 7.5 (71’), Tevez 8/Coman 7 (60’).
Coach: Allegri 7.5.

Parma (3-5-2): 4
Mirante 4; Costa 4, Lucarelli 4, Felipe 4; Rispoli 4.5, Acquah 4.5, Lodi 4, Mauri 5/Mariga 5 (54’), De Ceglie 4.5/Gobbi 5 (45’); Ghezzal 4.5, Cassano 4.5/Belfodil 5 (64’).
Coach: Donadoni 4.

Referee: Russo 6.

Man of the Match: Carlos Tevez.

Review Serie A 2014-2015 Giornata 11: Juventus 7-0 Parma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s