Review EURO 2016 Qualifiers Group H Matchday 4: Italia 1-1 Kroasia

Sesuai dengan perkiraan, Italia gagal menaklukkan Kroasia dalam lanjutan EURO 2016 Qualifiers dini hari tadi WIB (17/11). Sempat unggul terlebih dahulu lewat gol Antonio Candreva, Gli Azzurri harus puas dengan mengemas satu poin setelah ditahan imbang Ivan Rakitic dkk di Stadion San Siro, Milan.

Selama ini, Italia memang selalu menemui kesulitan jika bertemu Kroasia. Sejak merdeka pada tahun 1990-an, tim dari semenanjug Balkan itu seolah menjadi tembok kukuh yang susah diruntuhkan oleh Gli Azzurri. Pada fase grup EURO 2012 yang lalu, Andrea Pirlo dkk juga gagal menang setelah ditahan seri gara-gara gol Mario Mandzukic.

Dibandingkan tim-tim pecahan Yugoslavia lainnya, prestasi Kroasia memang paling moncer. Bahkan, bisa dibilang, melebihi tim Yugoslavia sendiri pada masa jayanya. Masih tidak lekang dalam ingatan bagaimana dahsyatnya tim Kroasia yang diperkuat oleh Davor Suker, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, dll yang melumat juara EURO 1996, Jerman, di perempat final Piala Dunia 1998. Waktu itu, Dario Simic dkk akhirnya finish sebagai peringkat ketiga di Prancis.

Saat ini, setelah era Suker lewat, tim nasional Kroasia kembali dikaruniai oleh bakat-bakat hebat yang menjadi andalan di sejumlah klub top Eropa. Nama-nama seperti Luka Modric, Ivan Rakitic, Mario Mandzukic, dan Mateo Kovacic tentu sudah tidak asing di telinga para pecinta bola. Belum lagi calon bintang masa depan, Alen Halilovic, yang saat ini memperkuat tim Barcelona B dan disebut-sebut sebagai Messi dari Balkan.

Dengan materi pemain yang mentereng seperti itu, Kroasia, yang dilatih oleh Niko Kovac, tampil percaya diri dan tidak minder meski bertandang ke markas tim juara dunia empat kali. Sejak awal laga, tim asuhan pelatih yang mukanya mirip aktor Joseph Gordon-Levitt tersebut langsung menggebrak pertahanan Italia.

Sementara itu, melihat gawang Gigi Buffon terancam, Gli Azzurri tidak tinggal diam. Mereka juga melancarkan serangan balik cepat yang menusuk pertahanan Kroasia. Dan, usaha tersebut tidak sia-sia. Pada menit ke-11, Antonio Candreva mencetak gol dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Pemain Lazio itu memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Simone Zaza yang diblok oleh salah seorang bek Kroasia.

Tertinggal satu gol tidak membuat Modric dkk down. Mereka langsung melakukan balasan. Dan, tidak butuh waktu lama, tepatnya pada menit ke-15, Ivan Perisic berhasil menyamakan kedudukan. Tembakan kerasnya dari sisi kiri tak mampu diantisipasi oleh Buffon. Kali ini, kapten Juventus itu tampil seperti kiper pensiunan. Bola sepakan Perisic yang seharusnya bisa dia tepis malah lolos di bawah badannya.

Setelah kedudukan imbang 1-1, cobaan menimpa Kroasia. Playmaker andalannya, Luka Modric, mengalami cedera. Gelandang Real Madrid itu pun langsung digantikan oleh juniornya, Mateo Kovacic, pada menit ke-28.

Hampir bersamaan dengan keluarnya Modric, pelatih Antonio Conte juga melakukan pergantian dini. Bek sayap kiri Manuel Pasqual ditarik dan digantikan oleh Roberto Soriano. Pemain Sampdoria itu akhirnya menjalani debut di tim nasional Italia.

Laga di babak pertama juga sempat terganggu karena lemparan flare dari para fans tim tamu. Wasit Bjorn Kuipers dari Belanda terpaksa menghentikan pertandingan beberapa saat untuk memberi kesempatan pada para petugas memadamkan flare. Sampai turun minum, skor 1-1 tidak berubah.

Pada awal babak kedua, Conte memasukkan Stephan El Shaarawy untuk menggantikan Ciro Immobile. Tampaknya, mantan pelatih Juve itu ingin memaksimalkan kecepatan striker Milan tersebut dari sisi sayap. Pada menit ke-63, giliran Simone Zaza yang ditarik keluar. Striker Southampton, Graziano Pelle, menjadi penggantinya di lini depan.

Meski sudah mengganti tukang gedornya dan merombak skema permainan dari semula 3-5-2 menjadi empat bek, Italia tetap belum mampu menembus gawang Kroasia. Pelatih Niko Kovac berhasil meredam agresivitas Gli Azzurri dengan menggantikan Ivica Olic dengan Andrej Kramaric pada menit ke-70.

Melihat tidak ada gol yang tercipta lagi, mungkin, membuat para pendukung Kroasia bosan. Para ultras dari Balkan itu kembali melempar flare ke tengah lapangan. Wasit pun kembali menghentikan laga untuk sementara. Kali ini cukup lama. Hampir sepuluh menit.

Para fans sepak bola dari negara-negara pecahan Yugoslavia memang terkenal paling sangar dan sulit diatur. Laga-laga yang melibatkan tim dari semenanjung Balkan juga sering berlangsung panas. Para bolamania tentu masih ingat dengan insiden antara Serbia melawan Albania yang terjadi pada EURO 2016 Qualifiers yang berlangsung bulan lalu.

Setelah suasana cukup kondusif, pertandingan kembali dilanjutkan. Dengan waktu tersisa sekitar sepuluh menit, tetap tidak ada gol yang tercipta. Kroasia berhasil membawa pulang satu angka dari Milan. Italia harus menerima kenyataan, gagal merebut puncak klasemen sementara grup H. Meski sama-sama memiliki 10 poin dari empat laga, Gli Azzurri kalah dalam selisih gol dan tertahan di peringkat kedua sampai, setidaknya, bulan Maret tahun depan.

***

Rapor

Italia (3-5-2): 6
Buffon 5; Darmian 5.5, Ranocchia 7, Chiellini 6; De Sciglio 5, Candreva 6.5, De Rossi 5.5, Marchisio 5.5, Pasqual 5.5/Soriano 6 (28′); Immobile 5.5/El Shaarawy 6 (52′), Zaza 6.5/Pelle 6.5 (63′).
Pelatih: Conte 6.

Kroasia (4-2-3-1): 6.5
Subasic 6; Srna 6, Vida 6, Corluka 6, Pranjic 5.5; Modric 7/Kovacic 6 (28′), Brozovic 6/Badelj 6 (83′); Perisic 7, Rakitic 7, Olic 6/ Kramaric 6 (70’); Mandzukic 5.5.
Pelatih: Kovac 6.5.

Wasit: Kuipers 5.5.

Man of the Match: Ivan Perisic.

Review EURO 2016 Qualifiers Group H Matchday 4: Italia 1-1 Kroasia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s