Review Serie A 2014-2015 Giornata 12: Lazio 0-3 Juventus

Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, kali ini Juventus tidak kesulitan dalam menghabisi Lazio di Stadio Olimpico. Selama ini, stadion yang juga menjadi kandang AS Roma itu terkesan angker dan Juve acap kali kesulitan memetik kemenangan di sana. Dalam lanjutan giornata ke-12 Liga Italia Serie A dini hari tadi WIB (23/11), sang Nyonya Tua tanpa ampun menyembelih Elang Ibu Kota dengan skor tiga gol tanpa balas.

Sebetulnya, Lazio bukan tanpa perlawanan. Sejak menit awal, tim asuhan Stefano Pioli ini berani melancarkan serangan. Juve sebagai tim tamu juga tidak tinggal diam dan meladeni agresivitas tuan rumah. Dalam dua puluh menit pertama, tercatat, Andrea Pirlo, Carlos Tevez, Giorgio Chiellini, Stefan De Vrij, dan Antonio Candreva secara bergantian melakukan percobaan untuk merobek gawang Gigi Buffon dan Federico Marchetti. Hanya saja, tidak ada yang berhasil menciptakan gol.

Hingga akhirnya, pada menit ke-24, Paul Pogba mampu memecah kebuntuan. Gelandang asal Prancis itu harus berterima kasih pada Tevez yang melakukan fast break dan mengirim umpan brilian ke dalam kotak penalti Lazio. Tanpa berpikir panjang, Pogba langsung menghajarnya dengan kaki kanan dan bola pun menembus sudut kanan bawah gawang Marchetti. Skor 1-0 untuk Juventus.

Sekitar lima menit kemudian, Pogba kembali mendapat peluang emas melalui umpan Fernando Llorente. Hanya saja, kali ini sepakan kaki kanan Pogba membentur tiang kanan gawang. Setelah itu, Juve juga berusaha menambah gol melalui Roberto Pereyra pada menit ke-31. Tetapi, tendangannya dari luar petak penalti masih dapat diblok oleh pemain Lazio.

Tertinggal satu gol membuat tuan rumah tersentak dan berusaha membalas. Edson Braafheid, Candreva, dan Keita silih berganti mengancam gawang Buffon. Namun, tidak ada yang tepat sasaran. Hingga turun minum, Lazio tetap tertinggal 0-1 dari Juventus.

Setelah babak kedua dimulai, Lazio langsung menggebrak. Pada menit ke-49, giliran Marco Parolo yang melakukan tembakan percobaan. Namun, lagi-lagi usaha tuan rumah bisa diblok oleh Juventus. Malang tak dapat ditolak, bukannya menyamakan skor, malah tim tamu yang menambah keunggulan. Sekitar lima menit kemudian, Tevez yang menerima bola dari Claudio Marchisio di depan kotak penalti Lazio langsung mengoyak gawang Marchetti. Skor 2-0 untuk keunggulan La Vecchia Signora.

Tertinggal dua gol tidak mengendurkan semangat Lazio. Candreva, pemain yang pernah dicampakkan oleh Juve ini, tampak bernafsu untuk membobol gawang mantannya. Namun, tembakan jarak jauhnya pada menit ke-60, memanfaatkan umpan Parolo, masih mampu diselamatkan oleh Buffon.

Sekitar empat menit kemudian, bukannya mencetak gol, malah gawang Lazio yang kembali dijebol oleh Pogba. Kali ini, pemain muda terbaik di Piala Dunia 2014 itu harus berterima kasih kepada Pereyra yang mengirimkan umpan terobosan ke dalam kotak penalti. Tanpa ampun, gawang Marchetti kembali terkoyak oleh sepakan kaki kiri pemain yang dibuang oleh Manchester United tersebut.

Sudah unggul tiga gol tidak membuat Juve puas. Pada menit ke-69, Tevez kembali melakukan sepakan kaki kanan dari dalam kotak penalti, hasil umpan Pogba. Hanya saja, usahanya kali ini masih dapat diblok oleh pemain Lazio.

Pada menit ke-70. Cobaan menerpa Nyonya Tua. Simone Padoin, yang sebenarnya bermain cukup baik sebagai bek kiri, menerima kartu kuning kedua dari wasit setelah melakukan pelanggaran. Tak pelak, pemain multifungsi yang bisa menempati berbagai posisi ini harus keluar. Juve pun terpaksa bermain dengan 10 orang di dalam lapangan.

Keunggulan jumlah pemain itu langsung dimanfaatkan oleh Lazio. Dalam sepuluh menit terakhir, Senad Lulic, Dusan Basta, dan Marco Parolo bergantian membombardir gawang Buffon. Namun, hingga wasit meniup peluit tanda laga usai, tidak ada lagi gol yang tercipta.

Meski menang dan menguasai bola sampai 56 persen, Juve hanya mencatatkan 10 tembakan dengan empat di antaranya on target dan tiga menjadi gol. Sementara itu, Lazio mampu melepaskan 14 kali tembakan (empat on target), tapi tidak ada yang menembus gawang Buffon.

Harus diakui, skema 4-3-1-2 yang diterapkan oleh Allegri membuat permainan Juve sedikit berbeda. Ball possession-nya tidak sedominan pola 3-5-2 ala Antonio Conte. Hanya saja, kali ini serangan balik Juve menjadi lebih tajam dan klinis. Terbukti, sudah tujuh gol mereka gelontorkan saat membantai Parma dan tiga gol mereka sarangkan ke gawang Lazio.

Dengan kemenangan ini, posisi Juve di klasemen juga tidak terusik. Tevez dkk masih tetap menjadi capolista, unggul tiga poin atas Serigala Roma yang terus mengancam di posisi kedua.

***

Ratings

Lazio (4-3-3): 5
Marchetti 4.5; Braafheid 5.5, Cana 5.5, Vrij 6, Basta 5/Cavanda 6 (87′); Lulic 5, Biglia 6, Parolo 5; Keita 5/Anderson 6 (57′), Klose 5/Djordjevic 5 (57′), Candreva 6.
Coach: Pioli 5.

Juventus (4-3-1-2): 7
Buffon 6.5; Padoin 6, Chiellini 7, Bonucci 6.5, Lichtsteiner 6.5; Pogba 8, Pirlo 6.5/Vidal 6 (77′), Marchisio 7; Pereyra 7/Mattiello 6 (73′); Tevez 7.5, Llorente 6/Morata 6 (61′).
Coach: Allegri 7.

Referee: Damato 6.

Man of the Match: Paul Pogba.

Review Serie A 2014-2015 Giornata 12: Lazio 0-3 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s