Review Coppa Italia 2014-2015 Semifinale di Andata: Juventus 1-2 Fiorentina

Juventus harus menelan pil pahit saat menjamu Fiorentina dalam babak semifinal leg pertama Coppa Italia di kandang sendiri. Dua gol yang diborong oleh Mohamed Salah membuat harapan sang Nyonya Tua untuk merengkuh trofi yang terakhir kali mereka rebut pada tahun 1995 tersebut menjadi semakin tipis.

Sejak awal laga, Juve yang tampil dengan pola 4-3-3 dan menurunkan banyak pemain cadangan, seperti Martin Caceres, Angelo Ogbonna, Simone Padoin, Simone Pepe, Kingsley Coman, dan Fernando Llorente, sebenarnya langsung berusaha menekan pertahanan Fiorentina. Namun, La Viola mampu bertahan dengan baik dan mengandalkan serangan balik untuk mengancam gawang Marco Storari.

Usaha tim besutan Vincenzo Montella untuk memberi kejutan pada tim tuan rumah akhirnya menjadi kenyataan pada menit ke-11. Buruknya sepak pojok yang diambil Pepe dimanfaatkan Salah untuk menguasai bola. Sejurus kemudian, winger yang terbuang dari Chelsea tersebut melakukan aksi brilian yang membuat semua penonton geleng-geleng kepala.

Dengan menggiring bola, Salah ber-solo-run dari tengah lapangan untuk menembus pertahanan Juventus. Kecepatan pemain Mesir itu ternyata tidak mampu diimbangi oleh bek-bek tim Zebra yang pontang-panting mengejarnya. Setelah berhadapan dengan kiper Storari, tanpa ampun, Mo Salah langsung menghujamkan bola ke pojok atas gawang sang Nyonya Tua.

Tertinggal satu gol membuat Bianconeri tersentak. Tim asuhan Max Allegri tersebut meningkatkan intensitas serangan untuk menyamakan kedudukan. Hingga akhirnya, pada menit ke-24, umpan silang yang dilepaskan oleh Pepe dari sayap kanan mampu ditanduk dengan keras oleh Fernando Llorente. Bola sundulan yang sempat membentur tiang itu pun menjebol gawang kiper Noriberto Neto.

Setelah kedudukan sama kuat 1-1, petaka kembali menimpa Juve. Kingsley Coman, yang sebelumnya bertugas meneror pertahanan Fiorentina dari sayap kiri, harus ditarik keluar pada menit ke-37 karena cedera. Pelatih Allegri selanjutnya memasukkan Carlos Tevez untuk menggantikan mantan winger PSG tersebut.

Setelah turun minum, Fiorentina mulai sedikit demi sedikit menguasai permainan. Sementara itu, Juve terlihat banyak melakukan kesalahan dalam mengoper bola. Claudio Marchisio yang menggantikan peran Andrea Pirlo kali ini tampil buruk dan tidak mampu menjadi jenderal lapangan tengah. La Viola pun semakin aktif menekan pertahanan Juve.

Pada menit ke-56, penampilan memble Marchisio mencapai puncaknya. Kesalahan il Principino dalam melepaskan umpan dimanfaatkan dengan baik oleh Salah. Meski dijepit oleh dua bek Juve, tanpa membuat kesalahan, mantan winger Basel itu untuk kali kedua menjebol gawang Storari.

Kembali tertinggal, Allegri langsung mengganti Llorente dengan Alvaro Morata untuk menambah kecepatan di lini depan. Setelah itu, dia menarik keluar Pepe dan memasukkan Roberto Pereyra. Juve pun kembali bermain menggunakan pola 4-3-1-2 dengan duet striker Tevez dan Morata yang didukung oleh Pereyra sebagai trequartista.

Namun, perubahan taktik dari Allegri itu tidak membuahkan hasil. Fiorentina mampu bertahan dengan disiplin untuk mempertahankan keunggulan. Hingga wasit meniup peluit akhir, Juve tetap tertinggal 1-2 dari tamunya.

Selama 90 menit, sebenarnya Juventus mampu menguasai bola hingga 56 persen dan melepaskan 18 tembakan. Tetapi, statistik itu menjadi sia-sia karena hanya empat tembakan yang mengarah ke gawang dan satu yang menjadi gol. Sementara itu, meski kalah dalam ball possession, Fiorentina mampu bermain lebih efektif dengan melesatkan 14 tembakan, empat on target, dan dua di antaranya menjadi gol yang semuanya diborong oleh Salah.

Hasil di leg pertama ini memang belum menutup peluang Juve. Bianconeri masih bisa lolos ke partai puncak Coppa Italia jika mampu menggebuk Fiorentina dengan kemenangan dua gol atau lebih di Florence. Hanya saja, hal itu memang tidak mudah dilakukan. Stadio Artemio Franchi selama ini dikenal sebagai venue yang angker bagi sang Nyonya Tua.

Kekalahan dari Fiorentina kemarin juga memutus rekor Juve yang tak terkalahkan di Juventus Stadium dalam 47 laga sebelumnya. Terakhir kali La Vecchia Signora takluk di kandang sendiri saat dihajar Bayern Muenchen pada bulan April 2013. Hampir dua tahun yang lalu.

Lewat aksi sim-Salah-bim, Fiorentina kini tercatat sebagai tim keempat yang mampu menodai sang Nyonya Tua di Juventus Stadium, setelah Inter, Sampdoria, dan Bayern Munich. Montella juga menorehkan sejarah sebagai pelatih Fiorentina pertama yang mampu menggagahi La Vecchia Signora sebanyak dua kali sejak era Gigi Radice pada tahun 1992.

***

Ratings

Juventus (4-3-3): 5.5
Storari 5; Caceres 5, Bonucci 5.5, Ogbonna 6, Padoin 5; Vidal 6, Marchisio 5, Pogba 7; Pepe 6/Pereyra 5.5 (73′), Llorente 6.5/Morata 5 (59′), Coman 5.5/Tevez 5 (37′).
Coach: Allegri 5.5.

Fiorentina (4-3-3): 6
Neto 6; Richards 6.5, Rodriguez 6, Basanta 7, Marcos Alonso 7; Fernandez 6, Badelj 7/Aquilani 5 (78′), Kurtic 6; Joaquin 6.5, Gomez 6/Ilicic 5 (63′), Salah 8/Diamanti 5 (74′).
Coach: Montella 6.

Referee: Valeri 6.

Man of the Match: Mohamed Salah.

Review Coppa Italia 2014-2015 Semifinale di Andata: Juventus 1-2 Fiorentina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s