Review Champions League 2014-2015 Round of 16 2nd Leg: Borussia Dortmund 0-3 Juventus

Di luar dugaan, Juventus yang diperkirakan bakal kesulitan kala bertandang ke Dortmund, ternyata berhasil menang dengan skor telak 3-0 di Signal Iduna Park. Maklum, meski sedang terseok-seok di Bundesliga, tapi di pentas Liga Champions, terutama di kandang sendiri, sangat sulit menaklukkan tim asuhan Juergen Klopp tersebut.

Tengok saja rekor mentereng Die Borussen berikut ini: Dalam 14 laga home terakhir di Liga Champions, Mats Hummels dkk menang 11 kali. Musim ini, rival klasik Bayern Muenchen itu juga tidak terkalahkan di kandang sendiri selama fase grup. Namun, dini hari tadi WIB (19/03), sang Nyonya Tua Juventus telah memporak-porandakan benteng Dortmund tersebut.

Dengan kemenangan 2-1 atas Dortmund pada leg pertama, Juventus sebenarnya hanya butuh hasil seri untuk melaju ke perempat final. Tetapi, saat laga baru berjalan tiga menit, Carlos Tevez berhasil mengejutkan tuan rumah dengan gol indahnya dari jarak 20 meter. Tak ayal, tembakan dahsyat el Apache yang mengoyak pojok atas gawang kiper Roman Weidenfeller itu langsung membungkam puluhan ribu fans Dortmund yang memadati Signal Iduna Park.

Setelah unggul cepat dengan satu gol, posisi Juve yang bermain tanpa Andrea Pirlo yang sedang cedera belum sepenuhnya aman. Apalagi, pada menit ke-27, Paul Pogba harus meringis kesakitan karena cedera hamstring. Pemain muda terbaik di Piala Dunia 2014 itu pun terpaksa ditarik keluar dan digantikan oleh Andrea Barzagli.

Bermain tanpa Pogba, Max Allegri langsung mengubah formasi Juve yang semula menerapkan 4-3-1-2 menjadi 3-5-2. Barzagli kembali berkolaborasi dengan Leo Bonucci dan Giorgio Chiellini sebagai trio centre-back untuk membentengi gawang Gigi Buffon. Di tengah, Arturo Vidal, Claudio Marchisio, dan Roberto Pereyra bahu-membahu untuk menyokong duet striker Carlos Tevez dan Alvaro Morata.

Perubahan taktik Allegri tersebut berjalan lancar. Meski tanpa Pirlo dan Pogba, Juve mampu memperagakan umpan-umpan pendek merapat yang diarsiteki oleh Marchisio. Hal itu sukses meredam permainan Dortmund yang biasanya mengandalkan serangan balik cepat. Kevin Kampl, Henrikh Mkhitaryan, Marco Reus, dan Pierre-Emerick Aubameyang tak berkutik menghadapi trio lini belakang Bianconeri yang dikomandani oleh Barzagli.

Hingga turun minum, skor tetap 1-0 untuk keunggulan tim tamu. Meski lebih banyak menguasai bola, Dortmund tak mampu melancarkan serangan yang membahayakan gawang Buffon. Juve pun tampak berada di atas angin.

Pada babak kedua, Allegri sengaja menerapkan taktik yang sama dan membiarkan Dortmund lebih banyak menguasai bola. Meski demikian, counter-attack yang dilakukan oleh Juve tetap berbahaya. Tercatat, dua kali Morata sempat berhadapan dengan Weidenfeller, tetapi dua kali pula tembakannya dapat dimentahkan oleh kiper BVB tersebut.

Di pihak lain, tuan rumah terus berusaha menyamakan kedudukan. Hanya saja, Ilkay Gundogan, yang kali ini tidak ditemani oleh Nuri Sahin, tidak bisa leluasa mengatur serangan karena ruang geraknya dipersempit oleh Pereyra. Alhasil, karena tak mampu menembus pertahanan Juve, Dortmund beberapa kali mengandalkan tembakan jarak jauh yang nyatanya selalu gagal menembus gawang Buffon.

Menginjak menit ke-70, karena terlalu asyik menyerang, pertahanan Dortmund pun menjadi terbuka. Tevez yang berlari menerobos jebakan offside berhasil meneruskan bola ke depan gawang Weidenfeller yang kali ini langsung disontek oleh Morata. Juve pun menambah keunggulan menjadi 2-0.

Tertinggal dua gol membuat para pemain Dortmund semakin frustrasi dan kehilangan konsentrasi. Sembilan menit berselang, hal tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh Tevez yang melakukan serangan balik cepat ke dalam kotak penalti Die Borussen. Tanpa ampun, Carlitos melesatkan tembakan keras yang langsung menghentak gawang Weidenfeller untuk kali ketiga.

Selama 90 menit, Dortmund tercatat unggul dalam ball possession sampai 56 persen. Hanya saja, Juve bermain lebih efektif karena mampu melepaskan 11 tembakan, enam di antaranya mengarah ke gawang, dan tiga menjadi gol. Sementara itu, dari sembilan tembakan yang dilesatkan Reus dkk, hanya dua yang on target dan tidak tidak ada yang menembus gawang Buffon.

Hingga wasit meniup peluit akhir, skor tetap 3-0 untuk keunggulan tim tamu. Juve pun menang dengan agregat gol 5-1 atas Dortmund dan lolos ke perempat final. Setelah bertahun-tahun loyo di pentas Eropa, penampilan hebat La Vecchia Signora di kandang BVB ini tercatat sebagai salah satu yang terbaik yang pernah ditampilkan oleh Juventus di sepanjang sejarah Liga Champions.

***

Ratings

Borussia Dortmund (4-2-3-1): 5
Weidenfeller 4; Sokratis 5.5, Subotic 5.5, Hummels 6, Schmelzer 6/Kirch 5 (46′); Bender 5/Ramos 5 (63′), Gundogan 5; Kampl 5.5, Mkhitaryan 5/Blaszczykowski 4.5 (63′), Reus 5; Aubameyang 5.
Coach: Klopp 5.

Juventus (4-3-1-2): 8
Buffon 6.5; Lichtsteiner 7.5, Bonucci 7.5, Chiellini 6.5, Evra 6.5; Vidal 7.5, Marchisio 7.5, Pogba 6.5/Barzagli 6.5 (27’); Pereyra 7; Morata 7/Matri 6 (78′), Tevez 9/Pepe 6 (81′).
Coach: Allegri 8.

Referee: Mazic 6.5.

Man of the Match: Carlos Tevez.

Review Champions League 2014-2015 Round of 16 2nd Leg: Borussia Dortmund 0-3 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s