Preview Formula 1 Malaysia Grand Prix 2015

Malaysia Grand Prix memang bukan seri perdana Formula 1 musim 2015. Namun, balapan di Sirkuit Sepang akhir pekan ini kemungkinan menjadi race pertama yang diikuti oleh seluruh pebalap reguler secara lengkap. Di Melbourne dua pekan lalu, Fernando Alonso (McLaren-Honda) dan Valtteri Bottas (Williams-Mercedes) absen. Begitu juga dengan duo Marussia alias Manor yang hanya menjadi turis di Albert Park.

Setelah menjalani proses penyembuhan pasca-kecelakaan saat sesi pramusim di Barcelona, Alonso sudah dinyatakan fit oleh tim medis untuk membalap di Malaysia GP weekend ini. Akibat dari insiden pada 22 Februari 2015 tersebut, mantan pebalap Ferrari itu mengalami gegar otak dan kabarnya juga sempat amnesia alias hilang ingatan sampai 20 tahun ke belakang.

Meski sudah berusia 33 tahun, Alonso masih dianggap sebagai salah satu pebalap dengan skill terhebat di F1 saat ini. Musim lalu, dengan mobil Ferrari yang selamban siput, Fernando masih mampu tampil maksimal meski selalu gagal meraih kemenangan. Bahkan, ada yang bilang, dengan kemampuannya, Alonso mampu membawa mobil yang seharusnya hanya bisa finish keenam menjadi juara.

Sementara itu, Bottas, yang gagal ikut lomba di Melbourne karena mengalami cedera pinggang, kabarnya juga siap tampil di Sepang. Setelah GP Australia dua pekan lalu, pebalap Finlandia itu tetap tinggal di Asia untuk menjalani latihan dan memulihkan kondisinya. Selain itu, cuaca yang sangat panas di Malaysia juga membutuhkan adaptasi khusus dibandingkan balapan-balapan lainnya.

Namun, meski Bottas menyatakan siap, Williams tetap berjaga-jaga. Jika cederanya kambuh pekan ini, tim besutan Sir Frank Williams itu sudah menyiapkan Adrian Sutil sebagai pebalap cadangan untuk berpartner dengan Felipe Massa. Tim asal Inggris itu memang tidak mau kembali tampil dengan satu pebalap seperti di seri perdana dua pekan yang lalu.

Selain Alonso dan Bottas, Marussia alias Manor, lewat team principal-nya John Booth, yakin dapat mengatasi masalah software yang mendera mereka saat di Australia. Jika problem itu dapat mereka atasi weekend ini, mungkin kita akan melihat penampilan perdana Will Stevens dan Roberto Merhi di Sepang.

Lain Marussia, lain pula masalah Red Bull Racing. Tim juara dunia konstruktor empat kali beruntun tahun 2010-2013 tersebut sedang dilanda friksi dengan supplier mesinnya, Renault. Selepas GP Australia yang lalu, Adrian Newey selaku perancang mobil memang mengkritik mesin Renault yang dianggap sebagai biang keladi kegagalan Daniel Ricciardo dan Daniil Kvyat.

Pekan ini, Cyril Abiteboul selaku Renault Sport Manager balik menyerang Newey dan menuduh superdesigner tersebut tukang bohong. Abiteboul menyatakan sasis RB11 rancangan Newey-lah yang membuat Red Bull terpuruk dan digagahi oleh Ferrari di Melbourne.

Akibat dari gesekan yang semakin memanas ini, kisah kasih Red Bull dan Renault yang terlalin intim selama bertahun-tahun terancam retak. Bahkan, Renault kabarnya sudah berencana menceraikan tim asal Austria tersebut. Sebagai gantinya, pabrikan asal Prancis itu berniat membentuk tim sendiri dengan mengakuisisi Toro Rosso atau Force India. Satu dekade yang lalu, Renault memang sempat sukses sebagai konstruktor dengan menyabet gelar juara dunia dua kali beruntun lewat Fernando Alonso.

Di lain pihak, Red Bull juga sudah menyiapkan rencana. Jika nanti akhirnya ditinggalkan oleh Renault, mantan tim Sebastian Vettel itu kabarnya sudah melirik Volkswagen (VW) sebagai penggantinya. Untuk jangka panjang, tim yang dibesut oleh Chris Horner itu dirumorkan bakal mengembangkan mesin sendiri seperti yang dilakukan oleh Ferrari selama ini.

Setelah tampil buruk di seri perdana GP Australia, Red Bull memang tidak terlalu diunggulkan untuk menjadi tim nomor dua terbaik di Sepang. Ferrari dan Williams lebih dijagokan untuk mengganggu dominasi Mercedes. Sebastian Vettel, Kimi Raikkonen, Felipe Massa, dan Valtteri Bottas mungkin harus berebut satu tempat tersisa di podium, karena dua spot teratas, jika tidak ada kejutan, bakal tetap dikuasai oleh Lewis Hamilton dan Nico Rosberg.

Selain mengharapkan keajaiban, Ferrari dan Williams juga bisa mengandalkan faktor cuaca untuk menghambat laju Mercedes. Kondisi Sepang yang sangat panas (dengan suhu mencapai 38 derajat Celsius) bakal menjadi ujian bagi ketahanan mesin tim mana pun, termasuk tim Silver Arrows. Selain itu, hujan yang diramalkan turun, terutama saat balapan pada hari Minggu sore, bisa saja mengubah hasil lomba. Potensi kejutan tetap ada di GP Malaysia.

Untuk ban, Pirelli sudah menyiapkan tipe hard dan medium. Trek di Sirkuit Sepang selama ini dikenal sangat abrasif. Balapan akan berlangsung selama 56 lap atau 310,308 kilometer. Maka dari itu, strategi penggunaan ban masing-masing tim sangat berpengaruh pada hasil akhir yang akan diraih oleh setiap pebalap.

2015 Formula 1 Petronas Malaysia Grand Prix akan dimulai pada hari Jumat, 27 Maret 2015, dengan sesi Free Practice 1 (09.00 WIB) dan Free Practice 2 (13.00 WIB). Hari Sabtu, 28 Maret 2015, akan diawali sesi Free Practice 3 (13.00 WIB) dan dilanjutkan sesi Qualifying (16.00 WIB). Hari Minggu, 29 Maret 2015, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 14.00 WIB. Live di FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Malaysia Grand Prix 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s