Review Formula 1 Malaysia Grand Prix 2015

Chinese Grand Prix 2006. Itulah terakhir kalinya para Ferraristi mendengar lagu kebangsaan Jerman diikuti Fratelli d’Italia (lagu kebangsaan Italia) berkumandang di atas podium Formula 1. Ya, saat itu Michael Schumacher masih bersama tim Kuda Jingkrak. Dan, itulah kemenangan terakhir sang legenda yang kini tak berdaya pasca-kecelakaan saat bermain ski tersebut.

Tahun ini, tepatnya di GP Malaysia, pada hari Minggu, kemarin (29/03), Sebastian Vettel berhasil membangkitkan kenangan manis di benak para tifosi Ferrari. Pebalap asal Jerman itu mampu mempersembahkan kemenangan perdana bagi tim kebanggaan Italia tersebut dengan mengungguli Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Sementara itu, rekan setimnya, Kimi Raikkonen, berhasil finish keempat di belakang duo Mercedes.

Sukses Vettel kemarin memang tidak diduga-duga, bahkan oleh penggemar Ferrari yang paling fanatik sekali pun. Memang benar, pada balapan perdana di Australia dua pekan lalu, Vettel berhasil naik podium. Namun, para Ferraristi tak mau berkhayal terlalu tinggi setelah menjalani mimpi buruk musim sebelumnya. Maka dari itu, victory mantan Red Bull ini ibarat oase di gurun pasir bagi Kuda Jingkrak yang sedang haus akan kemenangan.

Bayangkan, Ferrari sudah puasa selama 22 bulan. Victory terakhir dipersembahkan oleh Fernando Alonso pada GP Spanyol tahun 2013. Bagi Vettel, kemenangan di Sepang kemarin juga menjadi yang pertama setelah musim 2014 kemarin selalu gagal meraih puncak podium bersama Red Bull. Juara dunia empat kali tersebut juga mampu melebihi ekspektasi para fans Ferrari dengan merebut kemenangan pada balapan keduanya bersama tim yang bermarkas di Maranello itu.

Keberhasilan Vettel mengangkangi duo Mercedes yang lebih diunggulkan kemarin tidak terlepas dari strategi yang cukup jitu. Sepanjang lomba, pebalap yang mengidolakan Schumi di masa kecilnya itu hanya melakukan dua kali pit stop. Sementara itu, Hamilton dan Rosberg sampai tiga kali mengganti ban. Sebuah strategi yang logis, mengingat kondisi trek Sepang yang tergolong abrasif dan membuat ban cepat aus.

Awal dari kekalahan Mercedes terjadi pada lap keempat saat safety car keluar setelah mobil Marcus Ericsson terjebak di gravel. Kala itu, duo Mercedes dan mayoritas pebalap lainnya langsung masuk ke pit untuk mengganti ban. Hal tersebut tidak dilakukan oleh Vettel. Memang, Ferrari terkesan berjudi dengan keputusan itu. Namun, pada akhirnya mereka memetik keuntungan.

Vettel mampu menabung banyak waktu dengan tidak masuk pit stop lebih awal. Pebalap asal Jerman itu juga mampu menjaga ban Pirelli tetap awet di trek Sepang yang panas. Pada akhirnya, dia hanya perlu mengganti ban dua kali di kala pebalap lainnya butuh tiga kali. Inilah yang menjadi kunci kemenangan, selain faktor kecepatan mesin Ferrari yang tahun ini tampaknya hanya beda tipis dari Mercedes.

Hamilton, yang diperkirakan mampu mengejar Vettel, ternyata harus tertinggal sekitar 10 detik saat melintasi garis finish. Tentu saja ini menjadi pukulan telak bagi Mercedes. Alarm tanda bahaya sudah berbunyi. Tahun ini tampaknya mereka tidak bisa merajalela seperti musim lalu.

Seusai lomba, tim Silver Arrows mengakui bahwa kekalahan mereka di Sepang kemarin lebih karena faktor kesalahan strategi. Seharusnya, Hamilton dan Rosberg juga melakukan dua kali pit stop seperti Vettel. Selain itu, cuaca yang panas membuat performa mesin Mercy kurang optimal. Hal itu diakui oleh Toto Wolff, boss Mercedes, kepada BBC.

Dengan kekalahan kemarin, Hamilton memang masih memimpin klasemen pebalap dengan 43 poin. Namun, Vettel sudah menguntit di belakangnya dengan selisih hanya tiga angka. Pebalap Ferrari tersebut mengungguli Rosberg yang baru mengumpulkan 33 poin di posisi ketiga.

Selain Vettel, bintang pada balapan kemarin adalah si ababil Max Verstappen. Anak mantan pebalap F1 Jos Verstappen tersebut menjadi pencetak poin termuda dalam sejarah pada usianya yang baru menginjak 17 tahun. Pada GP Australia dua pekan lalu, Max sebenarnya berpeluang meraih poin perdana seandainya mobil Toro Rosso-nya tidak mogok beberapa lap menjelang finish.

Sementara itu, McLaren-Honda kembali gagal total pada balapan kemarin. Jangankan meraih poin, menyelesaikan lomba saja mereka tidak mampu. Fernando Alonso mengalami problem ERS sehingga harus mengakhiri GP Malaysia lebih awal. Demikian juga dengan Jenson Button yang mesin turbonya bermasalah. Pujaan hati Jessica Michibata tersebut gagal mengulangi “kesuksesan”-nya melewati garis finish seperti di GP Australia dua pekan yang lalu.

Namun, meski saat ini amburadul, ada secercah harapan bagi McLaren di masa depan. Tim yang baru bercerai dengan Mercedes ini menunjukkan kemajuan, terutama dalam hal kecepatan, di GP Malaysia kemarin. Sebelum mogok, Alonso dan Button mampu bersaing dengan Red Bull yang bermesin Renault. Jika Honda bisa meningkatkan reliability-nya, alias tidak mudah mogok, mungkin McLaren bisa bermimpi untuk meraih poin musim ini.

Selain McLaren, Manor alias Marussia juga menunjukkan kemajuan yang lumayan. Meski gagal mencapai 107 persen dari waktu kualifikasi, tim yang meminjam mesin dari Ferrari itu diberi ijin untuk ikut berlomba. Hasilnya, Roberto Merhi mampu melewati garis finish. Sementara itu, rekannya, Will Stevens, gagal mengikuti balapan karena mobilnya mengalami kerusakan sistem bahan bakar.

Lomba berikutnya, atau seri ketiga musim ini, bakal berlangsung di Tiongkok. Dengan lintasan yang berbeda dan cuaca yang lebih dingin, Mercedes diperkirakan kembali berjaya dua pekan lagi. Vettel sudah mengingatkan para fans Ferrari bahwa tidak setiap lomba seperti di Sepang. Jadi, jangan dulu bermimpi terlalu tinggi, biar tidak sakit-sakit amat kalau jatuh. Sampai bertemu di Shanghai! Hehe..

Review Formula 1 Malaysia Grand Prix 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s