Review Serie A 2014-2015 Giornata 32: Torino 2-1 Juventus

Alih-alih mengunci gelar juara Serie A musim ini, Juventus malah menuai malu saat dijamu oleh rival sekotanya, Torino, di Stadio Olimpico. Laga giornata ke-32 Liga Italia yang berlangsung pada hari Minggu malam WIB (26/04) tersebut berakhir dengan kemenangan il Toro dengan skor 2-1.

Kemenangan Torino dalam Derby della Mole kemarin tercatat sebagai kemenangan pertama dalam 20 tahun terakhir melawan Juventus. Setelah dua dekade selalu menjadi pecundang, akhirnya tim yang dimiliki oleh Urbano Cairo itu berhasil menepuk dada dengan mempermalukan musuh sekotanya.

Bagi Juve, kekalahan di kandang Torino ini merupakan yang kedua secara beruntun dalam laga away. Dua pekan lalu, secara mengejutkan, tim asuhan Max Allegri ini juga dipermalukan oleh tim juru kunci yang sudah dinyatakan bangkrut, Parma. Dua kekalahan away beruntun ini merupakan yang pertama sejak April 2010. Saat itu Juve masih dalam masa kegelapan sebelum bangkit pada era Antonio Conte.

Sejak awal laga, Juve yang turun tanpa beberapa pemain inti sebenarnya langsung menyerang duluan. Sementara itu, Torino yang menerapkan pola defensif 3-5-2 lebih banyak menunggu di daerah pertahanan dan mengandalkan serangan balik lewat kedua sayap yang dimotori oleh Matteo Darmian dan Bruno Peres.

Meski unggul dalam penguasaan bola dan beberapa kali menyerbu gawang Torino, Juve tak kunjung membuat gol. Sebagian besar dikarenakan finishing yang buruk. Penampilan Alessandro Matri yang berduet dengan Alvaro Morata di depan juga tidak maksimal dan banyak membuang peluang. Di lain pihak, Torino beberapa kali sempat mengancam gawang Gigi Buffon lewat Fabio Quagliarella.

Memasuki menit ke-35, Juve mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti Torino. Hal ini langsung dimanfaatkan oleh Andrea Pirlo. Sang Maestro langsung mengeksekusi free-kick tersebut dan menjebol gawang kiper Padelli. Tim tamu pun unggul 1-0 dan tampak sangat percaya diri.

Hanya saja, kegembiraan Juve tidak berlangsung lama. Tepat sebelum babak pertama berakhir, Darmian yang mendapatkan bola dari Quagliarella berhasil menembus kotak penalti yang dijaga oleh duet Angelo Ogbonna dan Leonardo Bonucci. Sejurus kemudian, bek sayap yang sedang diincar oleh Barcelona itu langsung menjebol gawang Buffon. Skor pun menjadi sama kuat 1-1.

Pada babak kedua, Juve yang memburu kemenangan terlihat meningkatkan serangan. Pirlo yang kembali mengeksekusi tendangan bebas hampir membuat gol lagi jika bola tembakannya tidak menerpa tiang gawang Padelli. Namun, malang tak dapat ditolak. Bukannya meraih keunggulan, Juve malah kebobolan.

Gol kedua Torino berawal dari gerakan El Kaddouri dari lini tengah, yang lalu meneruskan bola kepada Darmian yang menusuk lewat sayap. Sesaat kemudian, pemain tim nasional Italia itu mengirimkan bola ke dalam kotak penalti yang langsung disambar oleh Quagliarella. Gawang Buffon pun kembali jebol.

Tertinggal satu gol, Allegri lalu memasukkan Carlos Tevez untuk menggantikan Morata. Namun, hal itu tidak banyak membantu. Finishing yang buruk membuat Bianconeri beberapa kali membuang peluang. Selain itu, penampilan kiper Padelli yang mengawal gawang Torino juga cukup cemerlang.

Dalam 90 menit, Juve sebenarnya menguasai permainan hingga 55 persen. Namun, dari 19 tembakan yang dilesatkan, hanya lima yang mengarah ke gawang, dan satu yang menjadi gol. Itu pun lewat sepakan bebas Pirlo. Bandingkan dengan Torino yang mampu membuat dua gol, meski hanya melepaskan tiga shot on target dari 11 kali percobaan.

Selain membuang peluang untuk mengunci gelar juara Serie A, dengan kekalahan ini Juve juga terancam mendapat hukuman karena ulah fans mereka yang membuat kerusuhan di dalam stadion. Beberapa oknum supporter Juventus melemparkan kembang api/bom kertas yang akhirnya melukai 11 orang pendukung Torino. Bahkan, dua orang di antaranya dikabarkan terluka cukup serius.

Kekalahan pada giornata ke-32 ini memang tidak terlalu bepengaruh bagi peluang Juve untuk merengkuh scudetto. La Vecchia Signora masih kukuh di puncak klasemen dengan 73 poin, unggul 14 angka atas Lazio dan 15 angka dari Roma. Namun, hasil buruk ini bisa mempengaruhi kepercayaan diri Bianconeri menjelang laga melawan Real Madrid di semifinal Liga Champions.

Untuk kembali ke jalur kemenangan, tengah pekan ini Juve harus meraup poin penuh saat menjamu Fiorentina. Setelah itu, di akhir pekan nanti, Buffon dkk juga harus bisa mengalahkan tuan rumah Sampdoria. Jika dua kemenangan ini bisa diraih, sang Nyonya Tua dipastikan bakal mengunci gelar juara Serie A sebelum menjamu Cristiano Ronaldo dkk tengah pekan depan.

***

Ratings

Torino (3-5-2): 7
Padelli 6.5; Maksimovic 6.5, Glik 6.5, Moretti 6; Bruno Peres 6, Benassi 6.5/Vives 6 (72′), Gazzi 6.5, El Kaddouri 7, Darmian 7/Molinaro 6 (82′); Maxi Lopez 5/Martinez 5.5 (61′), Quagliarella 7.5.
Coach: Ventura 7.

Juventus (4-3-1-2): 5.5
Buffon 6; Lichtsteiner 5.5, Bonucci 5, Ogbonna 6, Padoin 5.5/Llorente 6 (86′); Vidal 5, Pirlo 6.5, Sturaro 5.5; Pereyra 5/Pepe 6 (78′); Matri 6, Morata 5.5/Tevez 5.5 (65′).
Coach: Allegri 5.5.

Referee: Tagliavento 6.5.

Man of the Match: Fabio Quagliarella.

Review Serie A 2014-2015 Giornata 32: Torino 2-1 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s