Review Serie A 2014-2015 Giornata 33: Juventus 3-2 Fiorentina

Meski tidak mudah, Juve akhirnya berhasil menghabisi salah satu tim yang sangat memusuhi mereka, Fiorentina. Kemenangan dengan skor 3-2 di Juventus Stadium dini hari tadi (30/04) WIB tersebut membuat Gigi Buffon dkk semakin dekat untuk merengkuh scudetto. Ini bakal menjadi yang keempat beruntun dalam lima tahun terakhir. Sekaligus yang pertama di era Max Allegri. Cukup dengan hasil seri di kandang Sampdoria weekend ini, La Vecchia Signora akan mengunci gelar juara Serie A yang ke-33 sepanjang masa.

Juve sebenarnya bisa memungkasi laga pada giornata ke-33 tadi dengan status jawara. Namun, sayangnya, Lazio yang diharapkan terpeleset saat menjamu Parma, ternyata mampu membantai tim yang sudah bangkrut tersebut dengan skor telak 4-0. Alhasil, selain menghambat laju sang Nyonya Tua untuk meraih scudetto, Lazio juga membuat Parma resmi terdegradasi dari Serie A.

Dalam laga melawan Fiorentina tadi, Juve sebenarnya tidak langsung menggebrak sejak menit-menit awal. Andrea Barzagli dkk lebih banyak menunggu di lini belakang. Hal itu dimanfaatkan oleh tim tamu untuk melancarkan serangan, terutama lewat kedua sayapnya yang terkenal lincah, Joaquin dan Mohamed Salah.

Akibatnya, pada menit-33, sebuah aksi Joaquin yang melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Juve terpaksa dihentikan oleh Andrea Pirlo. Wasit pun menunjuk titik putih. Penalti. Gonzalo Rodriguez yang tampil sebagai algojo tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Bek asal Argentina itu sukses menjebol gawang Buffon. 1-0 untuk Fiorentina.

Tertinggal satu gol, Juve langsung tersentak. Bayang-bayang kekalahan saat melawan Torino membuat para Juventini mulai galau. Apalagi, bulan lalu, pada leg pertama semifinal Coppa Italia, Fiorentina sempat menggagahi sang Nyonya Tua lewat dua gol Mohamed Salah.

Tiga menit berselang, Juve pun melancarkan serangan dan mengakibatkan terjadinya pelangggaran di sisi kiri pertahanan tamunya. Wasit pun menghadiahkan sebuah tendangan bebas yang tidak dibuang percuma oleh Pirlo. Sang Maestro mengirim umpan lambung ke dalam kotak penalti Fiorentina yang langsung disambut tandukan oleh Fernando Llorente. Gol. Skor menjadi sama kuat 1-1.

Upaya Fiorentina untuk kembali unggul akhirnya kandas pada menit terakhir menjelang turun minum. Patrice Evra yang membawa bola dari sisi kiri mengirimkan umpang lambung cantik ke dalam kotak penalti La Viola. Carlos Tevez yang melihat hal itu langsung menyambutnya dengan sundulan yang akhirnya menjebol gawang Norberto Neto untuk kali kedua.

Setelah jeda babak pertama, Fiorentina langsung mengambil inisiatif untuk menyerang. Joaquin masih menjadi andalan untuk mengobrak-abrik pertahanan Juve lewat sayap. Hasilnya, pada menit ke-67, Giorgio Chiellini terpaksa menjatuhkannya di dalam kotak penalti. Wasit kembali menunjuk titik putih. Para Juventini yang menonton lewat layar kaca pun langsung lemas. Jika skor menjadi 2-2, La Viola bakal mendapat angin untuk membalik keadaan dan mempermalukan Bianconeri di kandang sendiri.

Namun, kali ini, Dewi Fortuna masih berpihak kepada Juve. Gonzalo Rodriguez yang kembali tampil sebagai eksekutor ternyata gagal menaklukkan Buffon untuk kali kedua. Sepakannya meleset ke sisi kiri gawang. Harapan Fiorentina untuk menyamakan skor pupus sudah.

Tidak berselang lama dari insiden penalti tersebut, tepatya tiga menit kemudian, malah Juve yang menambah keunggulan. Lagi-lagi Tevez menunjukkan kelasnya sebagai penyerang nomor wahid. Berhasil lolos dari perangkap offside Fiorentina, Carlitos melakukan solo-run dan melakukan penetrasi menuju kotak 16 meter. Sejurus kemudian, striker yang digossipkan bakal pulang kampung ke Boca Juniors itu melesatkan tembakan keras yang langsung menembus gawang Neto.

Setelah unggul 3-1, Juve mulai menurunkan intensitas serangan. Hal itu berhasil dimanfaatkan oleh Fiorentina untuk memperkecil ketertinggalan. Dua menit menjelang laga usai, lewat tendangan bebas yang dieksekusi dengan sempurna oleh Josip Ilicic, skor berubah menjadi 3-2. Santo Buffon sampai jatuh terjengkang, tak mampu menahan bola yang menembus pojok atas gawang sang Nyonya Tua.

Selama 90 menit, Juve sebenarnya tidak terlalu dominan. Claudio Marchisio dkk hanya menguasai bola sebanyak 51 persen. Jumlah tembakan yang dilepaskan pun hanya 12 kali dengan lima di antaranya mengarah ke sasaran dan tiga menjadi gol. Sementara itu, Fiorentina mampu melesatkan 14 tembakan. Namun, hanya dua yang on target, dan keduanya menjadi gol.

Dengan kemenangan ini, Juve semakin kukuh sebagai capolista. Lazio, Roma, dan Napoli terbenam jauh di bawah. Scudetto tinggal satu poin lagi. Hanya keajaiban dan Haji Lulung yang bisa menggagalkan La Vecchia Signora menjadi juara Liga Italia Serie A musim ini.

***

Ratings

Juventus (4-3-1-2): 6.5
Buffon 5.5; Lichtsteiner 6, Barzagli 6.5, Chiellini 5.5, Evra 6; Marchisio 6.5, Pirlo 5/Vidal 6 (55’), Sturaro 6/Padoin 6 (77′); Pereyra 6.5/Ogbonna 6 (71′); Llorente 6.5, Tevez 7.5.
Coach: Allegri 6.5.

Fiorentina (3-5-2): 5.5
Neto 6; Savic 5, G. Rodriguez 5, Basanta 5.5; Joaquin 7, Aquilani 5.5, Badelj 5.5, Matias 5.5/B. Valero 6 (76′), Alonso 5.5; M. Gomez 5/Gilardino 5.5 (72′), Salah 6/Ilicic 6.5 (81’).
Coach: Montella 5.5.

Referee: Banti 6.

Man of the Match: Carlos Tevez.

Review Serie A 2014-2015 Giornata 33: Juventus 3-2 Fiorentina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s