Review Champions League 2014-2015 Semifinal 2nd Leg: Real Madrid 1-1 Juventus

Juventus akhirnya berhasil melepas dahaga selama 12 tahun dengan lolos ke final Liga Champions musim ini. Terakhir kali Gigi Buffon dkk merasakan partai puncak ajang antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut pada tahun 2003. Kala itu, Juve bertemu dengan Milan yang akhirnya menjadi juara lewat adu tendangan penalti.

Tahun ini, Juve berhasil melewati hadangan juara bertahan Real Madrid di babak empat besar. Setelah unggul 2-1 pada leg pertama di Juventus Stadium, Kamis dini hari tadi WIB (14/05), Bianconeri berhasil menahan imbang Los Blancos dengan skor 1-1 di Santiago Bernabeu. Alhasil, Claudio Marchisio dkk menang dengan skor aggregate 3-2 dan bakal menantang Barcelona di final.

Sejak awal laga, Madrid yang dalam posisi tertinggal satu gol sebenarnya langsung menekan pertahanan Juventus. Tercatat, Gareth Bale dan Karim Benzema secara bergantian mengancam gawang Buffon saat laga baru berjalan lima menit.

Upaya Madrid akhirnya mendapat hasil pada menit ke-23 ketika James dijatuhkan (atau lebih tepatnya disenggol dan terjatuh) oleh Giorgio Chiellini di dalam kotak penalti. Wasit pun langsung menunjuk titik putih. Meski sempat diprotes oleh para pemain Juve, sang pengadil tak bergeming dan tetap kekeuh pada keputusannya. Banyak pengamat menganggap hal itu bukan pelanggaran dan hanya benturan biasa. Tidak seharusnya Juve mendapatkan hukuman penalti.

Cristiano Ronaldo yang menjadi eksekutor pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Model sempak dan shampoo antiketombe itu menjebol gawang Buffon dengan tendangan geledeknya. Mantan kekasih Irina Shayk itupun tercatat sebagai pencetak gol penalti terbanyak di Liga Champions dalam dua musim terakhir, sampai-sampai namanya diplesetkan menjadi Cristiano Penaldo.

Dengan kedudukan 1-0 untuk Madrid ini, skor aggregate menjadi imbang 2-2. Namun, jika hal ini bertahan sampai laga usai, Real bakal lolos karena unggul dalam agresivitas gol away. Maka dari itu, mau tak mau, Juve harus mencetak gol balasan jika ingin lolos ke partai final.

Hingga turun minum, usaha Juve untuk menyamakan skor tidak menemui hasil. Trio gelandang Madrid melakukan pressing dengan ketat dan membuat Andrea Pirlo mati kutu. Dengan macetnya kreativitas sang Maestro, serangan-serangan Juve pun menjadi tumpul dan tidak banyak mengancam gawang Iker Casillas.

Pada babak kedua, Madrid tampak belum puas dengan keunggulan satu gol. Toni Kroos dkk terus melancarkan serangan. Untungnya, Buffon tampil cemerlang dan beberapa kali menyelamatkan gawang sang Nyonya Tua. Dengan penampilannya dini hari tadi, San Gigi memang layak digelari Superman dan Santo Pelindung Juventus.

Setelah 12 menit berjalan, di saat para Juventini mulai pasrah melihatnya timnya kalah, datanglah momen yang tidak diduga-duga itu. Berawal dari tendangan bebas yang dihalau oleh bek Real, bola mental berhasil dikembalikan lagi oleh Juve ke dalam kotak penalti. Sejurus kemudian, Paul Pogba mengirim bola dengan tandukannya kepada Alvaro Morata. Tanpa ampun, mantan pemain binaan Madrid itu langsung melepas tembakan jarak dekat yang sempat membentur kaki Raphael Varane sebelum menembus gawang Casillas.

Seperti pada leg pertama, Morata tidak melakuan selebrasi setelah menjebol gawang mantannya. Hal itu dia lakukan untuk menghormati para Madridistas. Meski dicampakkan dan dibuang ke Juve, Morata sebenarnya masih mencintai el Real.

Setelah kebobolan, Madrid tersentak dan bernafsu untuk meraih keunggulan kembali. Namun, usaha mereka tidak direstui oleh semesta. Bola tandukan Bale yang mendapat umpan dari Ronaldo malah melayang di atas gawang Buffon.

Memasuki sepuluh menit terakhir, Max Allegri kemudian menarik keluar Pirlo dan memasukkan Andrea Barzagli. Juve pun beralih dari skema 4-3-1-2 ke 3-5-2. Strategi bertahan memang harus diterapkan untuk membendung serangan sporadis para pemain Madrid.

Meski demikian, bukan berarti Juve bermain negatif dan melakukan parkir bus. Tercatat, dua kali serangan balik yang dilakukan oleh Marchisio dan Pogba nyaris menjebol gawang Madrid. Sayangnya, penampilan kiper Casillas cukup cemerlang dan berhasil menggagalkan dua peluang emas tersebut.

Selama 90 menit, Real memang lebih dominan dalam penguasaan bola hingga 54 persen. Namun, dari 23 tembakan yang mereka lepaskan, hanya lima yang on target dan satu yang menjadi gol. Itu pun lewat penalti. Sementara itu, meski hanya melesatkan empat tembakan ke arah gawang dari tujuh kali percobaan, Juve mampu mencuri satu gol yang sangat menyakitkan dan membuat Ronaldo menangis.

***

Ratings

Real Madrid (4-3-3): 5
Casillas 7; Carvajal 5.5, Ramos 6, Varane 5.5, Marcelo 5.5; Isco 5.5, Kroos 6, James 6; Bale 5, Benzema 6.5/Chicharito 5 (67′), C. Ronaldo 6.
Coach: Ancelotti 4.5.

Juventus (4-3-1-2): 8
Buffon 8; Lichtsteiner 6.5, Bonucci 7, Chiellini 6, Evra 7; Marchisio 7, Pirlo 6.5/Barzagli 6.5 (79′), Pogba 6.5/Pereyra 6 (89′); Vidal 8; Tevez 6.5, Morata 7.5/Llorente 6 (84′).
Coach: Allegri 8.

Referee: Eriksson 6.5.

Man of the Match: Arturo Vidal.

Review Champions League 2014-2015 Semifinal 2nd Leg: Real Madrid 1-1 Juventus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s