Preview Formula 1 Grand Prix de Monaco 2015


Akhir pekan ini sirkus balap Formula 1 bakal berlangsung di Monte Carlo. Duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, bakal tetap menjadi unggulan utama. Namun, karakter sirkuit jalanan yang sempit dan berliku biasanya membuat GP Monaco menghadirkan kejutan setiap tahunnya. Maka dari itu, lomba di tepi laut ini menjadi kesempatan bagi tim-tim lain, terutama Ferrari, untuk kembali mencuri kemenangan dari the Silver Arrows.

Tahun lalu, friksi antara duo Mercedes bermula saat sesi kualifikasi GP Monaco. Tahun ini, melihat hasil lomba seri sebelumnya, di mana Rosberg meraih kemenangan di Catalunya dan mulai mengejar Hamilton di puncak klasemen, friksi bisa terjadi kembali. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh tim-tim lain untuk, setidaknya, menghambat dominasi tim asal Jerman tersebut.

Di Monaco, yang merupakan sirkuit paling lambat dan paling pendek (hanya 3,340 kilometer) dalam kalender F1, sesi kualifikasi memang memegang peranan penting. Pebalap yang start di depan bakal sulit disalip karena karakter sirkuit yang sempit, berliku dan bergelombang. Bisa dikatakan, sangat kecil peluang melakukan aksi overtaking di negerinya Grace Kelly ini.

Maka dari itu, yang lebih berperan dalam membalap di Monaco bukanlah kecepatan mobil, melainkan skill pebalap dalam menaklukan trek yang sempit. Sekali saja melakukan kesalahan, mobil bisa langsung menabrak pagar pembatas dan keluar dari lomba. Dalam sejarah, tercatat hanya pebalap dengan skill hebat semacam almarhum Ayrton Senna yang bisa merajai sirkuit ini.

Ferrari sendiri sudah siap menantang Mercedes di Monaco dengan membawa sejumlah upgrade aerodinamika. Begitu juga dengan Williams, Red Bull, McLaren, dan Lotus yang mengusung beberapa spare-part dan paket downforce baru untuk untuk membuat kejutan di Monte Carlo. Selain Mercedes dan Ferrari, kiprah para tim non-unggulan tersebut memang layak ditunggu akhir pekan ini.

Williams sendiri cukup optimistis. Meski karakter sirkuit yang berliku kurang cocok dengan mobil mereka yang cepat di trek lurus, Valtteri Bottas dan Felipe Massa sudah siap mendobrak dominasi Mercedes dan Ferrari. Hasil positif di Barcelona dua pekan lalu membuat tim besutan Sir Frank Williams itu membidik podium di Monaco.

Sementara itu, McLaren-Honda yang hingga seri kelima masih mandul tanpa poin sebiji pun, menargetkan pecah telur akhir pekan ini. Race Director Eric Boullier menyatakan Monaco menjadi peluang emas bagi dua juara dunia, Fernando Alonso dan Jenson Button, untuk finish di posisi top ten sekaligus mendulang poin perdana musim ini.

Kunci utama bagi McLaren untuk pecah telur di Monaco adalah sesi kualifikasi. Dalam lima seri sebelumnya, prestasi tertinggi tim bermesin Honda itu adalah start dari posisi ke-13 yang dicapai oleh Alonso di GP Spanyol dua pekan lalu. Jika weekend ini bisa start, setidaknya, di posisi sepuluh besar, tim asal Woking, Inggris, itu boleh bermimpi untuk meraih poin yang selama ini mereka idam-idamkan.

Selain McLaren, tim yang masih mandul tanpa poin musim ini adalah Marussia. Tahun lalu, Jules Bianchi, yang kini terbujur koma setelah mengalami kecelakaan di GP Jepang, menjadi pahlawan bagi tim yang kembang-kempis diterpa krisis finansial ini. Bianchi kala itu berhasil finish kesembilan di Monte Carlo dan menyumbangkan poin pertama sepanjang sejarah tim itu di F1. Tahun ini, Marussia bertekad untuk mengulang prestasi musim lalu, sekaligus memberi tribute bagi pebalap binaan Ferrari tersebut.

Sementara itu, Pirelli selaku pemasok bakal memperkenalkan jenis ban baru di Monaco. Pabrikan asal Italia sudah menyiapkan ban superlunak generasi terbaru bagi para pebalap weekend ini. Mereka mengklaim ban supersoft tersebut menawarkan daya cengkeram tertinggi dan lebih tahan panas daripada generasi sebelumnya.

Direktur Motorsport Paul Hembery menyatakan Pirelli akan membawa dua tipe ban, yaitu soft dan supersoft, weekend ini. Dua jenis ban itu juga bakal digunakan pada dua seri selanjutnya di Kanada dan Austria. Menurut Hembery, kemampuan pebalap dalam menghemat ban akan sangat menentukan hasil lomba di Monaco. Kecilnya kesempatan overtaking memang membuat pit stop untuk mengganti ban menjadi krusial. Pebalap dengan manajemen ban yang baik berpeluang untuk menang di Monte Carlo.

Selain faktor ban, cuaca yang tak menentu juga bisa membuat hasil lomba di luar prediksi. Meski demikian, hujan gerimis diperkirakan hanya turun pada hari Kamis saat sesi latihan bebas. Hari Minggu, saat lomba, cuaca diramal bakal cerah. Balapan rencanaya berlangsung selama 78 lap atau 260,286 kilometer.

Formula 1 Grand Prix de Monaco 2015 akan dimulai pada hari Kamis, 21 Mei 2015, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan Free Practice 2 (19.00 WIB). Hari Jumat merupakan hari libur di Monaco. Hari Sabtu, 23 Mei 2015, akan diawali sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan dilanjutkan sesi Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 24 Mei 2015, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Grand Prix de Monaco 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s