Review Coppa Italia 2014-2015 Finale: Juventus 2-1 Lazio

Juventus berhasil mengakhiri puasa gelar juara Coppa Italia yang sudah berlangsung selama dua puluh tahun. Bianconeri secara dramatis mengandaskan perlawanan Lazio dengan skor 2-1 lewat perpanjangan waktu, Kamis (21/05) dini hari tadi WIB, di Stadio Olimpico, Roma.

Sejak awal laga, kedua tim sebenarnya saling menunggu dan tidak gegabah dalam melancarkan serangan. Juventus yang menerapkan pola 3-5-2 tampak berhati-hati karena tidak ingin menjadi korban serangan balik Lazio yang mematikan.

Namun, pada menit ke-4, Juve malah kecolongan duluan. Berawal dari tendangan bebas, Danilo Cataldi melepaskan umpan brilian ke dalam kotak penalti La Vecchia Signora yang langsung disambar dengan sundulan oleh sang kapten Stefan Radu. Kiper Marco Storari tak kuasa menahan bola yang menembus pojok atas gawangnya.

Tertinggal oleh gol cepat, Juve langsung berusaha membangun serangan. Namun, upaya Andrea Pirlo dkk terhalang oleh pressing ketat yang diterapkan oleh para gelandang Lazio. Untungnya, hal itu tidak berlangsung lama.

Pada menit ke-11, berawal dari tendangan bebas, Andrea Pirlo mengirim umpan ke dalam kotak penalti Lazio yang langsung disundul ke depan gawang oleh Patrice Evra. Giorgio Chiellini yang ikut menyerang tak membuang peluang tersebut. Dengan menjatuhkan diri, King Kong menceploskan bola yang langsung mengecoh kiper Berisha.

Setelah kedudukan sama kuat, kedua tim kembali ke strategi semula dengan saling menunggu di daerah pertahanan masing-masing. Alhasil, permainan kembali monoton dan cenderung membosankan. Lazio sendiri lebih banyak mengandalkan kedua sayapnya, Antonio Candreva dan Felipe Anderson, untuk melakukan serangan balik yang nyatanya tak mampu menembus benteng Juve yang dikomandani oleh Andrea Barzagli.

Setelah turun minum, skor tidak berubah, tetap 1-1. Pada babak kedua, Juve dan Lazio tampak sama-sama kelelahan dan sering melakukan kesalahan dalam mengoper bola. Penampilan Paul Pogba di lini tengah juga melempem dan menjadi titik lemah. Begitu juga dengan Fernando Llorente yang seperti biasanya tampil loyo di lini depan.

Untuk mengubah keadaan, pelatih Stefano Pioli lalu mengganti Radu dengan Mauricio dan Miroslav Klose dengan Filip Djordjevic. Hal itu kemudian direspon Max Allegri dengan memasukkan Roberto Pereyra dan Alessandro Matri untuk menggantikan Pogba dan Llorente. Namun, hingga 90 menit usai, belum ada lagi gol yang tercipta.

Pada awal babak perpanjangan waktu, Lazio sempat membuat jantung para Juventini berhenti sejenak. Tembakan dahsyat Djordjevic dari luar kotak penalti, yang sebelumnya ditepis oleh Storari, meluncur deras dan untungnya masih membentur kedua tiang gawang. Dewi Fortuna tampaknya memang berpihak pada Juve kali ini.

Tidak lama setelah momen mendebarkan tersebut, Pirlo melepaskan umpan terobosan kepada Matri yang melakukan serangan balik bersama Carlos Tevez. El Apache lalu melesatkan tembakan yang masih bisa dihalau oleh bek Lazio. Namun, bola muntah ternyata bisa dijangkau oleh Matri yang langsung menghunjamkannya ke gawang Berisha. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Juve.

Gol di babak extra-time itu langsung membuat panik Lazio. Felipe Anderson dkk langsung melakukan serangan sporadis untuk menyamakan kedudukan. Juve kemudian meresponnya dengan merapatkan barisan pertahanan. Hingga wasit meniup peluit akhir, tidak ada lagi gol yang tercipta. Pupus sudah impian para Laziale untuk melihat tim kesayangan mereka menjadi juara Coppa Italia musim ini.

Dalam 120 menit, sebenarnya permainan kedua tim cukup seimbang dengan penguasaan bola masing-masing 50 persen. Namun, Juve lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Dari 13 tembakan yang dilepaskan, tiga di antaranya on target dan dua menjadi gol. Sementara itu, dari 15 kali kesempatan yang didapat oleh Lazio, tiga di antaranya mengarah ke sasaran, tapi hanya satu yang menembus gawang Storari.

Dengan kemenangan ini, Juve menahbiskan diri menjadi klub pertama yang menjuarai Coppa Italia 10 kali, alias la decima. Maka dari itu, La Vecchia Signora kini berhak menambahkan satu bintang perak di atas logonya, bersanding dengan tiga bintang emas yang menjadi tanda jawara Liga Italia Serie A 33 kali. Untuk urusan gelar, Bianconeri memang masih yang terdepan di Italia. Juve, always one step ahead.

***

Ratings

Juventus (3-5-2): 6.5
Storari 6; Barzagli 6.5, Bonucci 6.5, Chiellini 7; Lichtsteiner 6/Padoin 6 (115′), Vidal 6, Pirlo 6.5, Pogba 5.5/Pereyra 7 (78′), Evra 6.5; Tevez 7.5, Llorente 5.5/Matri 7.5 (84′).
Coach: Allegri 7.

Lazio (3-4-3): 6
Berisha 5; Gentiletti 5.5, De Vrij 5.5/Keita 6 (106′), Radu 6.5/Mauricio 5.5 (71′); Basta 5.5, Parolo 6, Cataldi 7, Lulic 5; Candreva 6.5, Klose 5/Djordjevic 5.5 (83’), Felipe Anderson 5.5.
Coach: Pioli 6.

Referee: Orsato 5.5.

Man of the Match: Carlos Tevez.

Review Coppa Italia 2014-2015 Finale: Juventus 2-1 Lazio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s