Review Formula 1 Grand Prix de Monaco 2015

Lewis Hamilton kembali apes di Monaco. Pebalap tim Mercedes itu “hanya” mengakhiri lomba di sirkuit jalanan Monte Carlo itu di posisi ketiga. Padahal, sehari sebelumnya, mantan gacoan Nicole Scherzinger itu menguasai sesi free practice dan mencatat waktu tercepat saat qualifying, serta menempati start pole position.

Seperti halnya tahun lalu, Hamilton harus mengelus dada saat melihat rekan setimnya, sekaligus pesaing terberatnya, Nico Rosberg memuncaki podium tertinggi di Monaco. Kemenangan itu adalah yang ketiga secara beruntun yang dicetak oleh anak juara dunia Keke Rosberg tersebut di Monte Carlo. Duo pebalap Mercedes itu mengapit jagoan Ferrari, Sebastian Vettel, yang finish sebagai runner-up pada lomba 78 lap kemarin.

Hamilton sendiri tampaknya masih belum bisa menerima kekalahan kemarin dengan lapang dada. Di atas podium, mantan pebalap McLaren itu tidak ikut merayakan kemenangan Rosberg. Botol sampanye yang biasanya dikocok-kocok lalu disemprot-semprotkan tidak dia buka. Sesi wawancara pun dia jawab dengan ekspresi datar tanpa semangat. Habis itu, juara dunia dua kali itu langsung cabut entah kemana setelah turun dari podium.

Memimpin lomba sejak lap pertama dengan start yang bagus, Hamilton memang pantas bête. Bahkan, semula, dia mampu meninggalkan Rosberg hingga 20 detik di depan. Bencana bermula saat pebalap ababil, Max Verstappen, mengalami kecelakaan sekitar 16 lap menjelang finish di Ste Devote dan mengakibatkan safety car keluar.

Waktu itu, Max Verstappen sedang kejar-kejaran dengan Romain Grosjean. Karena terlalu bernafsu untuk menyalip,pebalap berusia 17 tahun itu menyerempet ban belakang mobil Lotus yang dikemudikan oleh pebalap Prancis tersebut. Tak pelak, mobil Toro Rosso yang ditunggangi oleh anak Jos Verstappen itu langsung menghantam dinding pembatas.

Setelah crash tersebut, bendera kuning dikibarkan dan safety car keluar. Nah, di sinilah letak kesalahan strategi yang dilakukan oleh tim Mercedes. Dengan keunggulan 25 detik di depan, Hamilton yang sedang memimpin lomba diperintahkan masuk ke pit untuk mengganti ban soft dengan supersoft. Tujuannya, dengan ban superlunak tersebut, juara bertahan itu bisa lebih cepat menggeber mobilnya. Sementara itu, Rosberg dan Vettel, yang berada di belakangnya, memutuskan untuk tetap melaju tanpa mengganti ban.

Celakanya, pit stop untuk mengganti ban tersebut memakan waktu yang terlalu “lama”. Hamilton pun keluar dari pit lane tepat di belakang Rosberg dan Vettel. Meski bermodal ban baru yang superlunak, dengan lomba hanya tersisa delapan lap, Hamilton merasa tak mampu utuk menyalip dua pesaingnya tersebut. Dia pun menggerutu dan komplain kepada timnya lewat radio.

Hingga akhir lomba, pebalap asal Stevenage, Inggris, itu tak kuasa untuk kembali memimpin lomba. Jangankan mengejar Rosberg, menyalip Vettel saja Hamilton tidak mampu. Rosberg pun mengakui kemenangan ketiga beruntunnya kali ini lebih banyak karena keberuntungan. Meski demikian, dia tetap senang. Pebalap Jerman yang tumbuh besar di Monte Carlo itu kini memburu rekor enam kali victory GP Monaco (lima di antaranya beruntun dari tahun 1987 hingga 1993) yang diukir oleh King of Monaco, almarhum Ayrton Senna.

Di belakang Rosberg, Vettel, dan Hamilton, duo Red Bull, Daniil Kvyat dan Daniel Ricciardo, berhasil finish keempat dan kelima di depan Kimi Raikkonen. Itu adalah hasil terbaik yang dicapai oleh tim Kratingdaeng tersebut musim ini. Berkat raihan 22 poin di Monaco ini, Red Bull (74) semakin mendekati Williams (81) di posisi ketiga klasemen konstruktor.

Di lain pihak, hasil bersejarah akhirnya diukir oleh tim McLaren-Honda. Untuk pertama kalinya musim ini, mereka berhasil “pecah telor” dengan meraih empat poin berkat Jenson Button yang finish di posisi ke-8. Seandainya mobil Fernando Alonso tidak mogok, tim asal Inggris itu bisa meraup poin lebih banyak, karena saat itu mantan pebalap Ferrari tersebut sedang berada di posisi sepuluh besar.

Sementara itu, di klasemen pebalap, dengan kemenangannya kemarin, Rosberg (116) masih belum bisa menggusur Hamilton (126) di posisi puncak. Hanya saja, jarak keduanya kini menjadi semakin dekat. Tinggal 10 poin yang memisahkan mereka. Urutan ketiga dan keempat ditempati duo Ferrari, Vettel dan Raikkonen. Demikian juga untuk kategori konstruktor, Mercedes masih nyaman di depan dengan 242 poin, diikuti oleh Ferrari (158) di posisi kedua.

Balapan selanjutnya, tim-tim F1 bakal menyeberang dari Eropa ke Amerika karena seri berikutnya akan berlangsung di Montreal pada 5-7 Juni 2015. Layak ditunggu apakah Rosberg bisa kembali menang dan berhasil mengkudeta Hamilton dari puncak klasemen. Sampai jumpa di Kanada!

Review Formula 1 Grand Prix de Monaco 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s