Review Formula 1 Grand Prix du Canada 2015

Mercedes kembali meraih hasil sempurna dengan finish 1-2 di GP Kanada pada hari Senin dini hari WIB (08/06). Lewis Hamilton juga kembali berjaya setelah dipecundangi Nico Rosberg di dua seri sebelumnya. Sementara itu, Ferrari, yang sudah menggunakan jatah token untuk meng-upgrade mesin, tak kuasa menahan laju the Silver Arrows di Montreal.

Hamilton sendiri selain finish di posisi terdepan juga berhasil meraih pole position pada sesi qualifying. Pada saat lomba, mantan pacar Nicole Scherzinger itu juga selalu memimpin di depan Rosberg sejak start. Meski demikian, bukan berarti Hamilton memenangi balapan di Sirkuit Gilles Villenueve tersebut dengan santai. Mantan pebalap McLaren itu mengeluhkan mobilnya yang understeer dan susah dikendalikan. Bahkan, pria asal Stevenage, Inggris tersebut menyebut GP Kanada kemarin adalah lomba terketat yang dia jalani musim ini.

Selain mobil yang tidak stabil, ancaman yang dihadapi Hamilton juga datang dari rekan setimnya. Sepanjang balapan, Rosberg selalu menempelnya dengan ketat. Jarak di antara keduanya tidak pernah lebih dari dua detik. Namun, Hamilton cukup beruntung. Ketika jarak mereka hanya terpaut satu detik, Rosberg mengalami masalah pada rem di mobilnya. Anak juara dunia F1 Keke Rosberg itu pun harus merelakan sahabat masa remajanya tersebut menjadi pemenang di Montreal. Selisih waktu mereka saat finish hanya 2,2 detik.

Dengan kemenangannya di Kanada, Hamilton (151) kini memimpin 17 poin atas Rosberg (134) di klasemen sementara. Keduanya dibuntuti oleh duo Ferrari, Sebastian Vettel (108) dan Kimi Raikkonen (72), serta Valtteri Bottas (57) di lima besar.

Ambisi Kimi untuk naik podium kemarin gagal tercapai gara-gara mobilnya mengalami spin pada lap ke-27. Posisinya di belakang Hamilton dan Rosberg pun diambil alih oleh Bottas, junior sekaligus kompatriotnya sesama pebalap Finlandia. Dengan hasil tersebut, Bottas berhasil mewujudkan target Williams untuk mengalahkan Ferrari di Kanada. Kesuksesannya menembus podium kemarin juga menjadi keberhasilan pertama tim Williams musim ini.

Acungan jempol layak diberikan kepada Sebastian Vettel. Meski hanya finish di posisi kelima, pebalap Ferrari itu harus memulai lomba dari posisi ke-18 karena terkena penalti. Sempat diwarnai insiden dengan Fernando Alonso, juara dunia empat kali tersebut masih mampu meraih poin dan mengakhiri lomba di depan Felipe Massa yang finish keenam.

Di lain pihak, untuk pertama kalinya musim ini, Lotus berhasil menempatkan dua pebalapnya finish top ten. Pastor Maldonado “pecah telor” dengan mengakhiri lomba di posisi ketujuh. Sementara itu, Romain Grosjean menjadi pebalap terakhir yang meraih poin setelah finish di posisi kesepuluh.

Berkebalikan dengan Lotus, McLaren lagi-lagi harus gigit jari dan gagal total di Kanada. Meski sudah menggunakan jatah token untuk meng-upgrade mesin, Jenson Button dan Fernando Alonso harus menemani Roberto Merhi dari Marussia sebagai tiga pebalap yang gagal finish di Montreal. Mesin Honda di mobil Button dan Alonso kembali bermasalah dan membuat keduanya tak kuasa menyelesaikan lomba.

Untuk balapan selanjutnya, sirkus F1 akan kembali ke Eropa. Tepatnya di Austria. Seri tersebut bakal menjadi home race bagi Red Bull-Renault, yang di Kanada kemarin hanya finish di posisi kesembilan lewat Daniil Kvyat. Apakah Daniel Ricciardo bisa membuat kejutan dengan naik podium dua pekan mendatang? Sampai jumpa di Red Bull Ring!

Review Formula 1 Grand Prix du Canada 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s