Preview Formula 1 Grosser Preis von Oesterreich 2015

Ferrari melakukan upgrade mesin besar-besaran di GP Kanada dua pekan lalu. Jatah tiga token digunakan oleh tim Kuda Jingkrak tersebut untuk mengejar ketertinggalan dari Mercedes. Namun, di akhir lomba, hasilnya malah mengecewakan. Sebastian Vettel mau pun Kimi Raikkonen tak mampu menembus tiga besar. Posisi terakhir di podium, di belakang duo Silver Arrows, ditempati oleh pebalap Williams, Valtteri Bottas.

Akhir pekan ini, di Austria, Ferrari tak mau lagi kecolongan. Kesalahan strategi seperti yang mereka dalihkan di Montreal tidak boleh terulang. Vettel dan Kimi harus mampu untuk, setidaknya, menguntit Lewis Hamilton dan Nico Rosberg. Bahkan, kalau memang memungkinkan, mencuri kemenangan dari duo Mercedes tersebut.

Strategi yang bakal diterapkan oleh Ferrari untuk menghambat laju Mercy di Red Bull Ring hari Minggu (21/06) malam WIB adalah dengan menghemat pemakaian ban. Sirkuit milik Red Bull itu memang terkenal awet dalam soal ban. Musim ini, mobil merah SF15-T yang dikendarai oleh Vettel dan Kimi memang termasuk yang paling handal dalam soal penggunaan si karet bundar tersebut.

Untuk GP Austria weekend ini, Pirelli selaku pemasok sudah menyiapkan dua tipe ban, yaitu soft dan supersoft. Dua ban jenis ini daya cengkeramnya kuat, tapi gampang habis. Nah, Ferrari harus menemukan setting yang tepat agar tidak boros ban dan bisa melakukan pit stop seminimal mungkin. Dengan demikian, banyak waktu yang bisa dihemat untuk memberi perlawanan terhadap Mercedes yang memang unggul dalam hal kecepatan.

Selain melakukan upgrade mesin dan menerapkan strategi penghematan ban, Ferrari juga harus meraih hasil yang maksimal dalam sesi kualifikasi. Karakter sirkuit yang pendek sangat menyulitkan pebalap untuk melakukan aksi overtaking alias salip-menyalip. Oleh karena itu, posisi start terdepan bakal sangat menguntungkan bagi pebalap mana pun untuk mengakhiri lomba di atas podium.

Sementara itu, McLaren masih belum bisa lepas dari mimpi buruk. Fernando Alonso dan Jenson Button kembali keok dan tidak mampu finish di Kanada dua pekan yang lalu. Bahkan, saking frustrasinya, Alonso sampai menyebut mesin Honda berhasil membuatnya tampak seperti pebalap amatir. Prestasi juara dunia dua kali itu memang setali tiga uang dengan Will Stevens dan Roberto Merhi, dua driver tim gurem Marussia, yang tanpa poin musim ini.

Nah, untuk mengobati kekecewaan Alonso, akhir pekan ini di Austria, McLaren akan melakukan upgrade mesin khusus untuknya. Adapun, Button tidak akan mendapatkannya karena McLaren sudah melakukan pengembangan mesin untuk pebalap asal Inggris itu di Shanghai bulan April yang lalu.

Salah satu upgrade paling mencolok yang bakal dilakukan McLaren adalah mengganti hidung mobil. Untuk meningkatkan sisi aerodinamika, hidung MP4-30 akan dibuat lebih pendek daripada sebelumnya. Hidung baru tersebut sudah lolos dari uji tabrak FIA pekan lalu.

Sebenarnya, selain membenahi sasis mobil, salah satu hal terpenting yang harus dilakukan oleh McLaren, atau dalam hal ini Honda, adalah meningkatkan ketahanan mesin mereka. Alonso sangat mengeluhkan problem yang satu ini karena dia sudah berkali-kali menjadi korban mesin buatan Jepang yang sering ngadat tersebut.

Sudah tiga kali beruntun Alonso gagal finish karena mobilnya mogok. Dari enam seri yang sudah dia ikuti musim ini, mantan pebalap Ferrari itu hanya dua kali mampu menyelesaikan lomba tanpa pernah masuk top ten, alias selalu gagal meraih poin. Kesialan driver asal Spanyol itu bertambah karena pada lomba perdana di Australia dia tidak ikut serta setelah mengalami kecelakaan saat sesi pramusim.

Selain masalah ketahanan, posisi Alonso juga makin sulit terkait jatah penggunaan mesin. Regulasi F1 menetapkan, setiap pebalap maksimal hanya boleh menggunakan empat mesin selama semusim. Jika lebih, penalti turun posisi start bakal dikenakan. Rekan setim Alonso sudah merasakannya. Button kena hukum mundur lima posisi start karena menggunakan mesin kelima di GP Kanada dua pekan lalu.

Nah, di Austria ini, Alonso menggunakan mesin keempatnya. Jika weekend ini kembali jebol, Alonso harus menggunakan mesin kelima di Inggris dua pekan lagi. Artinya, sanksi turun posisi start bakal dia terima. Maka dari itu, McLaren sangat berharap upgrade yang mereka lakukan bisa membuat mesin Honda awet dan menyelamatkan Alonso dari ancaman penalti.

Seperti halnya McLaren, problem yang sama juga dialami oleh Red Bull, tuan rumah dari GP Austria akhir pekan ini. Daniel Ricciardo dan Daniil Kvyat sudah sama-sama menggunakan empat mesin musim ini. Melihat performa Renault yang amburadul, bisa jadi dalam satu atau dua seri ke depan mereka bakal terkena penalti karena menggunakan mesin kelima.

Sementara itu, ramalan cuaca memperkirakan hari Sabtu bakal turun hujan di Spielberg, kota tempat Sirkuit Red Bull Ring berada. Sedangkan saat lomba pada hari Minggu ada kemungkinan gerimis. Untuk temperatur, cenderung fluktuatif. Hari Jumat 18 derajat Celcius, turun menjadi 17 pada hari Sabtu, dan naik lagi menjadi 20 pada hari Minggu.

Formula 1 Grosser Preis von Oesterreich 2015 akan dimulai pada hari Jumat, 19 Juni 2015, dengan sesi Free Practice 1 (15.00 WIB) dan Free Practice 2 (19.00 WIB). Hari Sabtu, 20 Juni 2015, akan diawali sesi Free Practice 3 (16.00 WIB) dan dilanjutkan sesi Qualifying (19.00 WIB). Hari Minggu, 21 Juni 2015, adalah Raceday dengan start lomba mulai pukul 19.00 WIB. Live di FOX Sports. Selamat menonton!

Preview Formula 1 Grosser Preis von Oesterreich 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s