Preview Copa America 2015 Final: Chile vs. Argentina

Perhelatan Copa America 2015 bakal mencapai klimaksnya pada hari Minggu (5/7) dini hari WIB. Tuan rumah Chile akan meladeni unggulan utama Argentina pada partai puncak yang akan dihelat di Estadio Nacional, Santiago. Final tahun ini bisa dibilang merupakan final ideal, karena, dengan gembosnya Brazil, baik Chile maupun Argentina, bisa dibilang, adalah dua tim dengan penampilan terbaik di Amerika Latin saat ini.

Sejak dibesut oleh Marcelo Bielsa, lalu dilanjutkan oleh muridnya sesame pelatih asal Argentina, Jorge Sampaoli, Chile memang menunjukkan perkembangan yang pesat. Meski selama ini belum pernah menjuarai even mayor, La Roja sudah mampu memikat perhatian para penggila bola dengan permainan apiknya.

Sejak dihelat 99 tahun yang lalu, Chile memang belum pernah menjadi yang terbaik di benua Amerika. Prestasi tertinggi tim dengan seragam kebesaran merah itu hanya menjadi runner-up pada edisi tahun 1987. Tak pelak, kesempatan sekali seumur hidup di kandang sendiri ini bakal dimanfaatkan oleh Arturo Vidal dkk untuk menggapai gelar juara pertama mereka di ajang Copa America.

Perjuangan Chile untuk berjaya di rumah sendiri tidaklah mudah. Alexis Sanchez dkk harus mampu menundukkan Argentina yang bertabur bintang. Belum lagi, bek andalan mereka, Gonzalo Jara harus absen karena mendapat skorsing akibat ulah cabulnya mengobel dubur Edinson Cavani menggunakan jari tangan.

Meski demikian, Chile patut bersyukur karena masih memiliki Eduardo Vargas. Striker yang disia-siakan oleh Napoli itu bersinar terang di kandang sendiri dengan menjadi top scorer sementara Copa America dengan torehan empat gol. Kebintangan Vargas tersebut seakan menutupi kemandulan Alexis Sanchez yang sejauh ini baru mencetak satu gol dan satu assist.

Di lain pihak, Argentina sendiri tak kalah berambisinya dengan Chile untuk meraih Copa America pertama mereka sejak 1993. Tercatat, semenjak era Gabriel Batistuta tersebut, skuat senior Tango tak pernah lagi berjaya di even internasional. Untuk tim sekelas bertabur bintang seperti Argentina, rekor tersebut cukup memalukan. Padahal, di tingkat junior, seperti U20, mereka kerap menjadi juara dunia. Demikian juga di level U23, dua kali beruntun La Albiceleste meraih medali emas di Olimpiade 2004 dan 2008.

Puasa Argentina akan gelar juara juga selaras dengan penantian panjang sang bintang utama, Lionel Messi. Meraih trofi berjibun bersama Barcelona serta menjadi juara dunia U20 dan meraih medali emas Olimpiade bersama tim Tango, peraih Ballon d’Or empat kali beruntun itu kering prestasi bersama tim senior La Albiceleste.

Setelah tahun lalu gagal secara menyakitkan di partai puncak Piala Dunia, tahun ini Messi tidak ingin kembali sakit hati. Meski menjadi tuan rumah, Chile bukanlah Jerman. Jadi, di atas kertas, Argentina seharusnya bisa menjuarai Copa America 2015. Ini adalah peluang terbesar Messi untuk mengakhiri puasa trofinya bersama tim senior Tango.

Secara tim, Argentina sudah menunjukkan kelas mereka yang sebenarnya saat mem-Brazil-kan Paraguay dengan skor 6-1 di babak semifinal. Penampilan kurang greget yang ditampilkan oleh Javier Mascherano dkk di fase grup tidak boleh lagi terulang saat menghadapi Chile yang secara teknis cukup ciamik. Bursa taruhan pun mengunggulkan tim tamu untuk melibas tuan rumah pada partai final Copa America tahun ini.

Selain bersaing di atas lapangan, pertemuan Chile dan Argentina di babak pamungkas ini juga dibumbui oleh kisah lama di antara kedua negara. Di dunia sepak bola, La Roja memang bukan seteru klasik La Albiceleste, seperti halnya Brazil dan Uruguay. Namun, di dunia politik, kedua negara yang terletak di ujung selatan benua Amerika itu pernah berkonflik.

Pada awal ke-19, Chile dan Argentina sudah bersengketa mengenai batas wilayah masing-masing di daerah Patagonia. Lalu, pada tahun 1980-an, saat Argentina berperang dengan Inggris untuk memperebutkan Kepulauan Malvinas, Chile secara terang-terangan mendukung negara asal Britania itu. Meski keduanya sempat berdamai setelah menandatangani The Peace and Amity Treaty pada tahun 1984, perseteruan antara Chile dan Argentina sudah terlanjur meninggalkan luka, dan luka itu bisa kembali menganga seusai final Copa America.

***

Probable Line-ups

Chile (3-4-1-2):
Bravo; Albornoz, Medel, Mena; Diaz, Aranguiz, Vidal, Isla; Valdivia; Alexis, Vargas.
Coach: Jorge Sampaoli.

Argentina (4-3-3):
Romero; Zabaleta, Garay, Otamendi, Rojo; Pastore, Mascherano, Biglia; Messi, Aguero, Di Maria.
Coach: Tata Martino.

Referee: Wilmar Roldán (COL).
Venue: Estadio Nacional, Santiago.
Kick-off: Sun, Jul 5, 2015, 03.00 WIB.
Live: KompasTV / K-Vision Bola Indonesia.

Prediction: Chile 1-2 Argentina.

Preview Copa America 2015 Final: Chile vs. Argentina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s